Oleh: edratna | Mei 13, 2017

Day 2: A678++ Jalan-jalan ke Mount Seoraksan, Gwongeumsung Fortress, Shinheungsa Temple, Red Pine di Seoul dan menonton Nanta Show

Sunny telah mewanti-wanti agar kami bangun pagi, morning call jam 6.00 pagi, dan makan pagi mulai jam 6.50 waktu Korea, dan jam 7.30 waktu Korea kami harus sudah berangkat agar tidak terjebak macet. Pagi ini kami sarapan di I Park Condo yang terletak dekat Pantai Timur Korea, laut terlihat dari jendela kamar yang saya tempati bersama Ati. Di meja makan terlihat daun-daun an seperti krokot dan saus wijen serta saus kiwi, dan tentu saja tersedia kimchi. Kapan lagi mencoba makanan khas Korea ini, ternyata daun krokotnya renyah, dan sausnya enak.

Taman Nasional Seoraksan

Kami berangkat tepat waktu, menuju “Mount Seoraksan“, sebuah kawasan Taman Nasional yang indah di Korea Selatan, untuk mengunjungi “Gwongeumsung Fortress” (dengan cable car), untuk melihat pemandangan indah  Gunung Seoraksan dari ketinggian.

Sampai Mount Seoraksan, tentu saja kami antri ke toilet dulu, baru setelah itu menuju patung Taman Nasional Seoraksan untuk berfoto bersama. Pemandangan sungguh indah dan ternyata tidak sedingin yang kami kira, kemungkinan karena angin hanya bertiup sepoi-sepoi. Namun kami terlanjur memakai baju dingin …..apa boleh buat, lagipula baju sudah terlanjur dipakai, dan lumayan juga buat foto kan? Ternyata di jalan banyak orang memakai baju hangat, baik dipakai maupun hanya ditenteng.

Berdoa di depan patung Budha.

Patung Budha di Mount Seoraksan.

Pertama-tama kami menuju ke “Shinheungsa Temple” yang ada patung Budha yang besar sekali. Di sini saya melihat orang bersujud di depan patung Budha. Saya sempat kena tegur karena menginjak daerah bagian depan Patung Budha, rupanya boleh menginjak di situ tetapi sepatu harus dilepas.

Air yang dipercaya berkhasiat.

Setelah mengambil beberapa foto, di kiri depan Temple ini ada air minum yang dipercaya menyehatkan, saya lihat banyak orang yang minum dari pancuran disitu, cara mengambilnya dengan memakai centong. Saya mengambil air untuk saya usapkan ke wajah, rasanya segar dan dingin.

 

Bunga nya sungguh indah

Kami menuju tempat cable car, di pinggir jalan banyak sekali bunga berwarna warni dengan dominan merah, pink dan putih yang sungguh indah.

Foto bersama Ati dan Meity.

Ternyata satu cable car berisi 50 orang, padahal dari bawah terlihat kecil, dan cable car nya tanpa tiang penyangga di tengahnya. Kami antri untuk masuk cable car, Sunny menghitung anggota rombongan untuk disesuaikan dengan karcis, selanjutnya kami semua ramai-ramai naik cable car.

Gunung Seoraksan.

 

Bersama teman-teman di ketinggian, menikmati pemandangan gunung Seoraksan.

Pemandangan sungguh memukau, saat cable car sampai di atas, kami keluar untuk mengambil foto dan melihat pemandangan di alam terbuka.  Batuan yang ada di gunung sini, sesuai penjelasan Son yang Prof mineralogi (dan sering kita juluki Prof akik) merupakan batu granit.

Pemandangan dari ketinggian sungguh menakjubkan.

Saat perjalanan turun, jalan cable car terasa lebih cepat …. dan saat kami keluar, antrian orang mengular sampai beratus-ratus meter. Jadi Sunny benar saat mengajak kami semua berangkat pagi-pagi.

Bunga berwarna putih.

Perjalanan menuju bis cukup lama, karena teman-teman banyak berdiskusi tentang tanaman yang tumbuh di dataran tinggi, bunga merah putih yang indah, seperti azelea tapi bukan, dan lain-lain. Guide nya sudah senewen menunggu kami yang masih asyik berjongkok mengamati tanaman.

Rombongan kami kemudian menuju Seoul, yang diperkirakan memerlukan waktu 3 (tiga) jam,  sehingga kami disarankan untuk sholat di bis. Kami sempat mampir sebentar di rest area,  mencari toilet yang ada di sebelah supermarket. Saya membeli pancake, serta jus pisang susu yang rasanya segar.

Teman-teman banyak yang membeli jagung rebus, yang menurut saya, lebih enak rasa jagung manis di Indonesia serta lebih empuk. Masuk kota Seoul kami melewati jalan yang disebelahnya terdapat sungai Han, yang panjang nya lebih dari 500 km, melewati Korea Selatan dan bermuara di Korea Utara. Jembatan yang melewati sungai Han ini nomor 3 (tiga) terpanjang di dunia.

Makan shabu-shabu di Chaesundang.

Kami langsung menuju restoran Chaesundang untuk makan siang Shabu-shabu, ini merupakan makanan yang paling cocok buat seleraku. Segar, panas dan membuat perut menjadi hangat. Dan tetap disediakan kimchi.

Berpose depan bis Jin Sung Tou

Kami sempat berfoto di depan bis yang selama ini menemani kami ke mana-mana.

Selanjutnya kami menuju Red Pine, untuk mendengarkan penjelasan tentang kapsul yang dibuat dari buah pinus yang berwarna merah, khasiatnya adalah bisa memperlancar peredaran darah serta menghilangkan plak di pembuluh darah. Teman-teman banyak yang beli, namun saya absen, karena pengalamanku, nantinya saya belum tentu disiplin untuk minum kapsul tersebut setiap hari.

Foto dulu di depan gedung pertunjukan Nanta Show

Selanjutnya kami menuju ” N Seoul Tower” untuk menonton “Nanta Show” yang merupakan pertunjukan para koki dengan menggunakan alat-alat masak, selama 90 menit tanpa jeda.

Panggung, sebelum pertunjukan.

Foto dengan penjaga pintu Nanta Show yang keren.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sayang tidak bisa difoto saat pertunjukan sudah dimulai. Benar-benar pertunjukan yang menarik, ada unsur memasaknya, bercampur dengan kungfu, tarian, yang semua dipadukan dengan berbagai unsur musik dari alat-alat musik seperti panci, alat untuk menggoreng dan sebagainya.

Selesai menonton Nanta Show kami menuju restoran untuk makan malam, kali ini makan nya “Korean Chicken Ginseng Soup” yaitu ayam yang didalamnya ada nasi serta dimasak dengan ginseng. Rasanya hangat dan segar, tapi porsinya terlalu banyak buat saya, sehingga saya hanya mampu menghabiskan kuahnya.

Selanjutnya acara terakhir adalah belanja di Dongdaemun Market yang buka 24 jam. Sunny langsung menggiring kami menuju lantai yang ada toko souvenir (Toko Arirang),  pemilik dan pegawainya bisa berbahasa Indonesia, serta kami bisa membayar pakai uang rupiah maupun won. Selesai belanja kami menuju “Urban Place” , tempat kami menginap malam itu. Rasanya lega karena kami tak perlu pindah lagi karena akan menginap selama 2 (dua) malam di hotel ini. Setelah beres-beres koper,  mandi, saya dan Ati segera tidur karena acara besok akan dimulai jam 8.00 pagi waktu Seoul.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: