Oleh: edratna | Juni 1, 2017

Menyusuri Jakarta dengan busway

Tingkat kemacetan Jakarta yang makin menjadi-jadi membuatku memikirkan alternatif lain. Apalagi melalui jalan Fatmawati betul-betul menguras emosi saat ini, karena selalu macet, baik pagi, siang maupun petang. Awalnya masih bisa jalan kaki dari rumah  ke arah jalan Fatmawati untuk mencegat taksi, namun sudah beberapa minggu ini susah cari taksi kosong. Apaboleh buat, pilihan nya adalah naik KWK 11 ke arah stasiun Pasar Minggu untuk naik Commuter Lines atau naik Metro Mini ke Blok M, kemudian naik busway.

Halte terminal Blok M

Naik KWK 11 ke arah stasiun Pasar Minggu perlu waktu satu jam, selain memang rutenya panjang juga jalanan padat. Sedangkan ke arah Blok M lebih dekat, namun nama nya naik Metro Mini, nggak ada cerita kalau nggak pakai ngetem. Jadi tergantung tujuannya, jika memang tujuan ke daerah Jakarta Pusat yang dilalui busway, saya naik Metro Mini menuju blok M baru ganti busway. Itupun sering ganti Metro Mini gara-gara ngetem, atau sopirnya ugal-ugalan, atau memasukkan pengamen…..udah ngetem, ada pengamen naik. Wahh betul-betul deh.

Kalau menuju ke arah lain, misalnya ke daerah Mayestik, saya naik Metro Mini, turun di depan Lotte Mart, di situ sering ada taksi Express mangkal, jadi naik Metro Mini diteruskan naik taksi. Lama-kelamaan saya bisa menikmati naik busway, asal waktunya bukan pas jam sibuk.

Pengumuman di halte Juanda

Dari kantor Yayasan, halte busway tinggal menyeberang jalan. Saya naik busway dari halte Juanda menuju halte Harmoni, kemudian ganti ke arah blok M, turun di halte Al Ashar, disambung dengan taksi. Ternyata jurusan busway dari Harmoni, lumayan banyak. Teman saya bilang, kenapa nggak naik busway yang jurusan Lebak Bulus? Nanti turun di halte Pondok Indah Mal, baru disambung taksi. Memang busway yang ke arah Lebak Bulus ini tak sebanyak yang ke arah Blok M sehingga selalu padat karena menunggunya cukup lama.

Kemarin pas sedang di halte Harmoni ada busway yang ke arah Lebak Bulus….saya naik, dan ternyata rute nya melewati ITC Roxy Mas, RS Sumber Waras (baru tahu di sini lokasinya), Grogol, Kebayoran Lama, jalan Panjang dan sampai ke Halte Pondok Indah Mal. Dari Harmoni sampai halte Pondok Indah Mal (PIM) perlu waktu 45 menit .. . turun di halte Pondok Indah,  keluar halte langsung di Street Galerie yang menghubungkan PIM 1 dan PIM 2 ….  Dari PIM ke rumah, argo taksi lebih murah, tapi godaan untuk mampir belanja besar. Kemana lagi kalau nggak mampir Gramedia …. lirik sana sini, akhirnya beli buku juga.

Tangga menuju halte busway S.Parman Podomoro City.

Saat saya ada urusan ke Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jaya yang terletak di jl. S Parman 7, berangkatnya naik taksi karena belum tahu persis lokasinya. Selesai urusan nya, jalan padat sekali, taksi tak kelihatan, saya tanya sama petugas, apakah halte busway masih jauh. Petugas menunjukkan letak halte busway kira-kira 100 meter dari depan kantor Dukcapil.

Trotoar yang bersih dan rindang di jl. S Parman.

Pelan-pelan saya berjalan menyusuri trotoar, melewati gedung PPEI, terus berjalan menyusuri trotoar yang bersih dan rindang. Setelah lama berlalu, saya baru kepikiran kok bisa ya trotoarnya aman dari sepeda motor? Rupanya di tiap ujung trotoar dipasang hambatan yang membuat sepeda motor tak bisa lewat. Saya benar-benar menikmati jalan kaki melewati trotoar yang sejuk ini, tak terasa mencapai jembatan untuk masuk ke halte busway yang terletak di seberang Mal Anggrek.

Saya menaiki jembatan, kemudian masuk ke halte, jalanan benar-benar macet. Sayangnya jalan untuk lajur busway diokupasi oleh kendaraan lain, dan konyolnya setiap ada kendaraan  yang lewat di depan pintu halte, pintunya terbuka sehingga asap mobil tercium. Ternyata ada busway tujuan Serpong, tujuan Bekasi Timur, Rawamangun, Tugas (letaknya dimana ya?), Pinang ranti dll.

Saya lama sekali menunggu busway yang ke arah blok M, akhirnya saya naik busway yang menuju Dukuh Atas, turun di halte Karet, kemudian berganti menuju blok M. Si bungsu wanti-wanti agar ibu tak terlalu memaksa naik busway karena kegiatan saya cukup banyak serta dia tak berada dekat ibu, namun saya katakan jika bukan jam sibuk, naik busway nyaman, dingin karena AC, bisa duduk manis sambil ber WA ria. Yang jelas, jika lagi hujan saya juga mesti berhati-hati karena licin.

Dan sejak pengalaman naik busway yang menyenangkan ini, sekarang saya jadi pelanggan busway yang setia. Baru untuk rute yang tak ada jalur busway, bisa disambung kendaraan umum lain, bisa taksi, bajaj, angkot maupun metro mini. Asal harus diingat, jangan naik busway saat jam padat, karena usia saya sudah tak mungkin untuk lari-lari mengejar bis. Sayang jalur kereta api jauh dari rumah saya, kecuali untuk MRT jika sudah jadi nanti. Semoga masih ada usia untuk bisa mencoba naik MRT.

Iklan

Responses

  1. ibu, prima sekali naik turun tangga ke halte busway .. tinggikan

  2. Semoga Medan bs nyusul ya punya busway


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: