Mari melestarikan pakaian nusantara

Bermain kapas di halaman Kampus IPB (foto by Rara).

Melihat kondisi saat ini, beberapa teman mengungkapkan keprihatinan nya akan keberadaan pakaian nusantara, karena dikawatirkan pakaian nasional Indonesia yang menggambarkan berbagai suku bisa hilang karena jarang digunakan. Saya juga merasa demikian, rasanya lebih nyaman pakai celana panjang atau rok dengan blouse, daripada ribet menggunakan pakaian nasional. Tapi sebetulnya sekarang memakai pakaian nusantara lebih dipermudah, karena kainnya bisa dijahit, sehingga memakainya seperti memakai rok….cuma sayang kalau kain batik sutera atau kain tenun yang bikinnya berbulan-bulan mesti dipotong dan dijahit.

Lanjutkan membaca “Mari melestarikan pakaian nusantara”

Ke Kuntum Farmfield yuuk

Saya mendengar nama Kuntum ini sudah lama, namun tak pernah punya kesempatan untuk pergi ke sana. Kebetulan saat pada acara Tour A678 plus ke Korea Selatan, di bis saya duduk bersebelahan dengan mbak Ken, yang rupanya manager di Kuntum. Mbak Ken ini seniorku di IPB, beliau banyak cerita tentang Kuntum dan perkembangannya.

Mbak Ken yang menawarkan agar A678 plus mengadakan acara di Kuntum. Saya mau ngajak cucu agak ragu, karena ikut jadi seksi sibuk, di samping berangkat dari Jakarta harus pagi-pagi agar tak kena macet. Kami berjanji ketemu di lobi Citos, Ati yang membawa kendaraan rumahnya di Ciputat, saya di Cilandak dan Martha di Jakarta Timur. Jadilah Citos menjadi meeting point yang memudahkan untuk bersama-sama pergi ke Bogor.

Lanjutkan membaca “Ke Kuntum Farmfield yuuk”