Oleh: edratna | September 24, 2017

Mari melestarikan pakaian nusantara

Bermain kapas di halaman Kampus IPB (foto by Rara).

Melihat kondisi saat ini, beberapa teman mengungkapkan keprihatinan nya akan keberadaan pakaian nusantara, karena dikawatirkan pakaian nasional Indonesia yang menggambarkan berbagai suku bisa hilang karena jarang digunakan. Saya juga merasa demikian, rasanya lebih nyaman pakai celana panjang atau rok dengan blouse, daripada ribet menggunakan pakaian nasional. Tapi sebetulnya sekarang memakai pakaian nusantara lebih dipermudah, karena kainnya bisa dijahit, sehingga memakainya seperti memakai rok….cuma sayang kalau kain batik sutera atau kain tenun yang bikinnya berbulan-bulan mesti dipotong dan dijahit.

Depan Kampus IPB Baranangsiang.

Ide untuk berfoto sambil mengenang masa kuliah di Bogor dengan berpakaian nasional bergulir di grup WA, apalagi waktunya saat itu tepat, berkenaan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia ke-72. Kami akhirnya memastikan untuk ketemu dan berfoto di depan gedung Kampus IPB Baranangsiang. Awalnya tak banyak yang ikut, mungkin karena berpikir ribet amat sih mesti pakai pakaian nusantara hanya untuk berfoto.

Kampus Baranangsiang.

Kebetulan menantunya Tinoek sedang libur di Indonesia, jadilah Rara yang diminta untuk memotret kami. Pertama kali kami berfoto di depan gedung IPB yang banyak meninggalkan kenangan bagi kami.

Senangnya duduk di rerumputan, eperti masa lalu saat masih kuliah.

Setelah dari sini, kami berfoto di halaman rumput di depan kampus, yang sedang penuh dengan taburan buah kapas yang beterbangan seolah salju yang melayang-layang. Kami bergembira ria, bersenda gurau sambil mengenang masa lalu, sedang Rara sibuk dengan kameranya.

Di ruang Botani.

Panas makin menyengat, kami berhenti dulu dan istirahat sambil makan ketan hitam dan getuk hasil masakan Alda. Kami duduk-duduk di Cafe Mahatani, yang kebetulan tutup. Saat mahasiswa, untuk jajan di Cafe Mahatani, hanya mahasiswa yang mampu, kadang-kadang kami bisa mampir ke Cafe Mahatani, beli seporsi dimakan bertiga. Situasi saat itu, menjadi mahasiswa membutuhkan pengorbanan dari seluruh keluarga dan kami harus rajin belajar karena dihantui DO (drop out).

Setelah perut tenang dan tidak haus, kami bergegas menuju ruang Botani, salah satu ruang kuliah yang penuh kenangan. Disini kami belajar, ikut responsi, belajar bersama demi mengejar nilai yang cukup bagus agar bisa segera lulus kuliah. Ruang kuliahnya masih sama, dengan bangku setengah lingkaran dan berundak-undak, sehingga mahasiswa yang duduk dibelakang masih bisa melihat jika dosen menulis di papan tulis.

Di tangga menuju lantai dua Kampus IPB Baranangsiang.

O, iya zaman itu dosen masih menulis dengan kapur, karena belum ada spidol. Bahkan fotokopi baru ada saat kami tingkat Sarjana Muda 2 (dulu sistem kuliah 5 tahun, sebelum melakukan penelitian, jadi praktis rata-rata lulus antara 6-9 tahun, karena penelitian kadang harus diulang jika tak sesuai hipotesa yang dibuat saat penelitin pendahuluan).

Depan pintu keluar.

Setelah berfoto dengan ganti kebaya dan sarung warna-warni, kami menuju jalan Prof Dr Andi Hakim Nasoetion, yang dulunya bernama jalan Rumah Sakit II.

Jl. Prof Dr H. Andi Hakim Nasoetion.

Kami berfoto di ujung jalan, tepat di belakang papan namanya. Satu persatu kami berfoto, sambil mengenang pak Andi yang kami hormati dan sayangi, ada yang tak tahan, saat difoto bercucuran air mata, karena kebetulan teman ini ambil jurusan Statistika dan dibimbing oleh alm pak Andi.

Di depan rumah Wati.

Selanjutnya kami menengok rumah Wati yang baru, yang sebelumnya menempati rumah dinas di Kebon Raya Bogor. Sesuai kompetensinya, rumah Wati terlihat indah karena desainnya oleh adik Wati yang lulusan Arsitek, dan banyak tanaman anggreknya. Kami mencoba jus kacang ijo made in Iyem yang sedap sekali, ditambah makan rujak….sungguh terasa masih seperti saat kuliah dulu.

 

Iklan

Responses

  1. Seruuu bgt apalagi pake foto2

    Iyaa…..bagus kan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: