Oleh: edratna | Oktober 3, 2017

Empatpuluh delapan tahun kemudian

Rombongan Jakarta turun dari pesawat di bandara Adisucipto, Yogya.

Katanya reuni dan ketemu dengan teman-teman itu ngrabuk nyawa. Namun bagi saya, yang saat sekolah SMA nya nun jauh di Jawa Timur, urusan reuni bukan hal mudah. Dulu saja, saat masih muda,  saya kuliah di Bogor, maka saya pulang setahun sekali pas libur panjang. Liburan dua minggu saya manfaatkan jalan-jalan di Bandung atau Jakarta, maklum perjalanan pulang pergi perlu waktu 3 (tiga) hari, dan capek badan nya seminggu sendiri. Disamping itu, kegiatan perkuliahan yang padat dan sistem gugur, membuat saya selalu dihantui oleh kekawatiran tak bisa mengejar nilai bagus, maklum fisik saya tak termasuk kuat, dan setiap kali habis pulang bepergian memerlukan jeda cukup lama untuk kembali ke kehidupan normal.

Jadi, bisa dimaklumi, jika saya tak pernah hadir reuni SMA yang rata-rata diselenggarakan di kota asal saya. Kali ini reuni Smasa Madiun diselenggarakan di kota Yogya. Walau sudah pensiun, kesibukan saya masih lumayan padat, ditambah ada cucu yang membuat saya selalu kangen jika bepergian ke luar kota. Namun, dorongan teman-teman, terutama teman satu “geng” belajar di SMA dulu, serta teman-teman kelompok lainnya yang cukup dekat, membuat saya memikirkan ulang, untuk ikut pergi ke Yogya.

Seneng juga ketemu rame-rame di bandara Soekarno Hatta.

Waktu saya pamit pada suami untuk datang reuni Smasa 69 Madiun ke Yogya, dengan nada heran dia bertanya, “Reuni? Dengan teman SMA?” Mungkin karena saat ini jika saya pamit reuni, adalah dengan teman-teman IPB A678 plus yang sudah seperti saudara, maklum jarak kota Jakarta ke Bogor tidak jauh.

Setelah itu, saya mulai berpikir, apakah saya mampu mengikuti acara yang sampai tiga hari. Apalagi hari Senin saya masih bekerja, jadi akhirnya saya memutuskan untuk ikut grup yang naik pesawat hari Jumat pagi dan kembali hari Minggu siang. Teman-teman yang lain, hari Minggu masih menikmati wisata ke Gua Pindul dan Hutan Pinus Mangunan.

Depan pasar Beringharjo.

Tentu saja ke Yogya, tak dilupakan mesti mampir ke Pasar Beringharjo, minimal cari daster buat oleh-oleh cucu. Saat itu hari Jumat, sambil menunggu bapak-bapak sholat Jumat, saya dan teman keliling Pasar beringharjo.

Foto di depan Mirota-“Copet dilarang masuk”.

Rupanya semangat tak sepadan dengan kekuatan fisik, ditambah cuaca Yogya yang terasa lebih panas dibanding Jakarta. Jadilah, cuma sebentar di Beringharjo, kami menyeberang ke Mirota untuk ngadem. Lihat sana sini, akhirnya mata tertarik untuk beli baju untuk cucu….ya lagi-lagi untuk cucu.

Foto di halaman belakang Waroeng Raminten, Pakem.

Dari pasar Beringharjo, kami menuju ke Waroeng Raminten untuk makan siang. Suasana lapar, cuaca panas, membuat semua makanan habis dimakan. Dan memang makanan nya enak. Raminten di Pakem ini tak seramai di daerah Kotabaru, pas malam-malam mau diajak makan keponakan dan adik, di Waroeng Raminten Kotabaru, mobil ber deret-deret, membuat kami mengurungkan niat dan pilih resto lain yang sepi.

Depan rumah pak Eko di Pakem.

Apa yang menarik dari reuni, apalagi jika ketemu teman, yang terakhir kalinya  ketemu adalah 48 yang lalu? Wajah kita sudah berubah, demikian juga teman kita. Dan saya hanya ingat beberapa orang saja, itupun terheran-heran karena wajahnya berubah, juga kok kayaknya sekarang jadi cerewet dan pinter ngomong semua ya. Waktu sekian lama telah merubah karakter seseorang menjadi lebih berani mengemukakan pendapat, dan berani tampil. Yang dulu pemalu, sekarang ternyata pintar menyanyi dan suaranya enak, ditambah bisa berdansa dan memberi pidato yang lucu.

Foto lengkap reuni (diambil dari fb Anie Kusdiani).

Acara puncak adalah hari Sabtu siang, di rumah pak Eko, di daerah Harjobinangun, Pakem. Lumayan banyak yang hadir, lebih dari 65 orang, dan banyak wajah-wajah yang susah dikenal.

Saya cuma menjadi pengamat, senang ketemu teman lama dengan gerak ragamnya yang berbeda-beda. Ada pula yang masih sama seperti yang dulu, nyaris tak berubah, hanya wajahnya telah ada banyak kerutan.

Iklan

Responses

  1. Selalu senang ya Bu kalau reunian gini..Saya beberapa bulan lalu reuni 20 tahunan sama teman SMU dan senang banget 🙂

    Seneng dan bingung…karena baru ketemu setelah puluhan tahun. Wajah berubah dan ngobrolnya mesti yang normal-normal aja.

  2. Seru ya bu, masih bisa kumpul dengan teman-teman SMA.

    Iya…seruu dan bingung.

  3. Senang sekali reunian mengenang masa sekolah sekalian refreshing nggih Ibu Enny. Salam hangat

    Iya mbak….seruu dan banyak yang berubah, serasa kenalan baru lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: