Setelah Sepuluh Tahun

Tidak terasa saya dan keluarga telah sepuluh tahun tinggal di komplek perumahan ini. Suasana kompleks perumahan ini masih seperti di kampung …. walau sebetulnya dekat dengan jalan besar yang ramai 24 jam. Selama ini saya belum bisa aktif mengikuti kegiatan di kompleks ini, karena masih ada kesibukan lain nya. Awalnya saya ikut arisan, tapi nggak berjalan lama, karena arisan nya sudah bubar, saya masih di jalan. Yang masih bisa berlanjut adalah senam pagi yang diadakan dua kali seminggu, itupun hanya bisa aktif pada hari Sabtu, kalau tak ada acara lain.

Bersama ibu-ibu RW 03 Cilandak

Kali ini PKK di kampoeng Cilandak akan mengadakan piknik bersama ke Lembang, walau bukan anggota PKK, boleh ikut. Saya langsung mendaftar, paling tidak saya bisa lebih mengenal bapak ibu tetangga saya. Kami janji berkumpul di depan Dunkit Donut Fatmawati jam 5.30 wib dan jam 6.00 wib tepat berangkat menuju Bandung.

 

Taman Begonia, Lembang.

Perjalanan cukup lancar, memasuki Lembang jam 9.30 wib. Rombongan langsung ke Taman Bogenia. Ibu-ibu langsung asyik berfoto di taman bunga yang warna warna ini. Kami hanya satu jam di sini, kemudian dilanjutkan ke Farm House.

Gembok cinta di Farm House, Lembang.
Rumah ala Eropa di Farm House, Lembang.

Rombongan dikasih voucher untuk memilih susu yang akan diminum, pilihannya susu coklat, vanila atau original.

Setelah minum susu, kami memasuki area Farm House….rupanya kami keliru memilih jalan, dan memasuki daerah gembok cinta.

Berpose depan gembok cinta

Waduhh…anak muda yang sedang berasyik masyuk jadi  kagok karena di serbu ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah  ber usia lanjut.

Dari daerah gembok cinta kami menelusuri Farm House yang rumahnya ditata seperti di Eropa, saya jadi ingat “Petite France” di Seoul karena sangat mirip.

Bisa berpakaian ala noni Belanda jalan-jalan di Farm House.

Disini ada kesempatan berpakaian tradisional Belanda…jadi nggak usah jauh-jauh ke Volendam jika ingin berpakaian tradisional Belanda. Karena rombongan yang cukup besar dan antrian panjang, tak ada yang ingin berfoto dengan pakaian Belanda.

 

 

 

 

 

 

 

Pemandangan indah dari Farm House.

Kami menyusuri jalan dan sampai ketempat yang paling atas….ahh indahnya kota Bandung dilihat dari sini. Kami tak ketinggalan berfoto di sini.

Dari Farm House rombongan makan siang sekaligus memberi kesempatan untuk sholat bagi yang muslim. Selesai sholat dan makan siang, rencana semula mau ke Dago Dream Park. Hujan mulai turun, dan setelah sampai ke jalan Dago yang lurus ke arah Taman Hutan Raya, saat mau belok ke kiri, ternyata bis tidak boleh masuk. Bis harus berhenti di terminal, kemudian harus naik angkot.

Membayangkan cuaca dingin, hujan pula, akhirnya sesuai kesepakatan, rombongan langsung berputar arah menuju “Gani Factory Outlet”. Hujan semakin deras, dan kota Bandung macet parah. Kami baru sampai ke Gani Factory Outlet dua jam kemudian. Capek dan lelah mulai terasa. Syukurlah di Gani outlet banyak barang kebutuhan rumah tangga yang terbuat dari renda, dan harganya murah-murah … langsung deh ibu-ibu mulai memborong.

Sepulang dari Gani Factory Outlet, rombongan langsung menuju Jakarta, mampir di km 97 untuk makan malam dan sholat. Rombongan sampai Jakarta jam 21.30 wib.

Apa kesimpulan saya setelah jalan-jalan dengan rombongan bapak ibu PKK Kampoeng Cilandak ini?

  1. Selain mengenal tetangga lebih dekat, saya jadi mengerti kegiatan apa saja yang selama ini dilakukan di kampoeng Cilandak.
  2. Selain ada arisan PKK, arisan RT/RW, ada kegiatan PKK yang antara lain melingkupi: Posyandu, pembersihan/pemeriksaan jentik nyamuk, kerja bakti rutin, pengajian setiap hari Selasa, kuliah Subuh setiap akhir pekan, senam pagi (yang ini saya ikut).
  3. Ada kelompok KWT (Kelompok Wanita Tani) yang dipimpin oleh lulusan Pertanian IPB. Awalnya kompleks kami ingin membuat tanaman buah naga, agar ada tambahan sumber penghasilan untuk kas, selain untuk kesibukan.

    Bunga buah naga, mekar di malam hari.
  4. Ternyata hal ini tidak berhasil, karena putik ada di atas benang sari, dan agar terjadi penyerbukan, diperlukan bantuan pihak ketiga. Jika ditanam di area yang luas, maka penyerbukan bisa dibantu angin dan serangga. Karena kampoeng Cilandak yang dikelilingi gedung tinggi, hal ini agak susah dilakukan. Di sisi lain, bunga buah naga hanya mekar di malam hari, jadi jika ingin membantu penyerbukan harus keliling di malam hari, hal ini agak merepotkan.
  5. Pimpinan KWT menawarkan untuk mengajarkan membuat pupuk sendiri dari kompos, dan mulai menanam cabe dan tomat.
  6. Dari berbagai cerita dan diskusi selama peralanan naik bis Jakarta-Bandung-Lembang pulang pergi, saya berfikir bahwa jika saya benar-benar telah pensiun tanpa ada kesibukan di luar rumah, kesibukan saya di lingkungan Kampoeng Cilandak sudah cukup menyita waktu.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Setelah Sepuluh Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s