Ibu Guruku Cantik sekali

Tahun 1967…

Profil pict bu Endang di WA nya.

Hari masih pagi, lonceng tanda masuk sekolah masih 45 menit lagi. Namun di kelas 1E beberapa anak laki-laki telah ada di dalam kelas. Wah rajin sekali ya. Usut punya usut, mereka semangat datang pagi karena ingin segera menyapa ibu Endang yang akan mengajar pagi.

Ibu Endang saat itu masih lajang, cantik dan ramah, sehingga anak-anak SMA semangat mendengarkan pelajarannya. Dan apakah nilainya berbanding lurus dengan semangatnya? Ternyata tidak! Justru karena mengagumi bu Endang, mereka jadi kurang memperhatikan pelajarannya.

Bu Endang sekarang (kerudung abu-abu) yang tetap cantik, dikelilingi cewek Smasa 69.

Jika ada acara malam di SMA 1(selanjutnya disebut Smasa), teman-teman berebut menjemput dan mengantar beliau ke rumahnya. Kebetulan bu Endang ini masih tetanggaan dengan rumah orangtuaku, jadi saya pernah kebagian mengantar beliau ke rumahnya di jl. Upaya Bhakti. Cuma saat itu saya nggak tahu, bahwa seniorku di Smasa, yang mengantar bu Endang, termasuk pengagum beliau.

Tahun 2018…

Alumni Smasa 69 dan para nyonya pendamping suami yang setia mengantar suami reuni ke sana kemari.

Sejak tahun 2017, beberapa teman alumni Smasa 69 Madiun, rajin mengumpulkan alamat teman dan alamat para bapak ibu Guru. Sebagian dari kami mewakili untuk sowan ke bapak ibu Guru yang masih tinggal di Madiun, menengok ibu Dien yang sedang di rawat di rumah Sakit di Surabaya.

 

Tiga dara Smasa (Herwati, Enny D. dan Enny T), bersama Susilo.

Kami semua sibuk mengumpulkan info …. dan ternyata ibu guru cantik kesayangan kami tinggal di Cinere Gandul.

Murid dan Bu Guru, sudah sama-sama sepuh.

Akhirnya salah satu teman menghubungi beliau, apakah beliau bersedia bertemu dengan para mantan muridnya, yang sudah berusia senja. Rata-rata kami hanya selisih usia 7 (tujuh) tahun dengan bu Endang.

Setelah bu Endang setuju, disepakati ketemuan nya di Warung Bu Aminah (WBA), yang terletak di jalan Nusantara Raya 165 Depok. Kebetulan warung ini dimiliki salah satu alumni Smasa 69 Madiun.

Para bapak dan Tyastuti.

Gayung bersambut, kami bisa berkumpul 30 orang, termasuk para pengantar dan pendamping alumni Smasa 69 Madiun. Umi, yang rumahnya relatif dekat, diminta tolong untuk menjemput bu Endang. Di WAG (Whatsapp Group), kami heboh membahas seperti apa wajah bu Endang sekarang, maklum kami semua usia nya sudah di atas 60 tahun. Dari foto di WA nya bu Endang terlihat masih cantik.

Senangnya ketemu teman lama (Herwati, Lestari, Tyas, dan Wati).

Kebetulan suami mau menemani pergi ke Depok, sekalian ingin kenal dengan teman-teman isterinya. Pertama kali suami saya ajak ikut reuni Smasa Madiun tahun 1991, setelah itu saya sendiri tak pernah bisa kumpul-kumpul dengan teman lama, maklum selama masih kerja waktu tersita dari pagi sampai malam, bahkan harus jungkir balik hanya untuk menyisihkan waktu ketemu suami dan anak.

Asyik mengobrol dengan bu Endang (Umi, Ipuk dan bu Endang).

Sampai di WBA, beberapa teman sudah datang di sana, bahkan teman yang sebetulnya tinggal di Surabaya, Semarang dan Yogya. Magnit bu Endang sungguh luar biasa, teman dari Surabaya, Semarang, Yogya dan Jakarta berkumpul hanya karena ingin bertemu bu Endang. Kami, diwakili Ketua Smasa 69 Madiun, memberikan tali asih pada beliau.

Monggo bu, dipilih makanannya, kata Tyas. Umi dan Wati sibuk mengobrol sebelum menentukan pilihan mau makan apa.

WBA menyediakan makanan khas Mediunan: Lontong kikil, rujak cingur, botok daun pepaya, botok kemlandingan, botok sembukan, bacem tempe tahu, pecel, oseng daun pepaya, juga lempeng khas Madiun (sejenis krupuk dari nasi), rempeyek dan krupuk udang. Minuman nya jahe dan secang .. .segaar setelah heboh dan kena macet di Margonda, untuk menuju Warung Bu Aminah.

Tentu saja kami terus menerus berfoto, apalagi saya yang tak setiap kali pertemuan bisa hadir. Selain masih bekerja empat kali seminggu di usia pensiun, fisik saya juga tak memadai untuk bepergian dan beraktivitas dari pagi sampai malam. Apalagi ada cucu, yang membuat selalu ingin ketemu cucu, jika bepergian ke luar rumah.

Foto rame-rame…sayang kabur.

Acara cukup seru, apalagi saat sambutan, bu Endang agak kagok menyebut kami semua. Untuk menyambut dan menyapa dengan kata anak-anak … seperti saat di SMA, kami semua sudah beruban dan punya cucu. Namun semua tak berarti karena kami saling memahami, dan senda gurau pun tak ada habisnya.

Selesai mengantar bu Endang ke rumah beliau, foto dulu… saya dan suami beserta bu Endang.

Waktu juga yang membatasi kami untuk bertemu, saya dan suami kebagian tugas mengantar bu Endang pulang, kemudian lanjut dengan melayat teman suami yang meninggal di daerah Kampung Utan, Ciputat.

Semoga bu Endang di usia nya 74 tahun selalu sehat, dan semoga bisa ketemu lagi di acara reuni Smasa 69 di Madiun pada tahun 2019, yang merupakan reuni akbar, 50 tahun sejak lulus SMA.

Iklan

Satu pemikiran pada “Ibu Guruku Cantik sekali

  1. maryanto

    Dear Ibu Enny,

    Ibu salam kenal.
    Ibu mohon bantuan mengajar, terkait Analisa laporan keuangan dan kredit.

    Semisal berkenan mohon dapat contack kami di 082110990591, anlegsc@yahoo.co.id

    Terimakasih & salam
    Maryanto

    Pak Maryanto, terimakasih tawarannya. Mohon bapak mengirim email pada saya ke edratna@gmail.com (tindasan angger_dewina@ymail.com)tentang penawaran tersebut. Tentunya saya ingin tahu, siapa pesertanya, kemudian apa lembaga yang mengundang dan lain-lain. Karena materi yang diberikan disesuaikan dengan para pesertanya, juga contoh studi kasusnya. Nanti Staf saya, Angger, akan menghubungi bapak. Salam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s