Mengunjungi Toyota Commemorative Museum Industry and Technology, Nagoya

Bersama si bungsu di depan museum

Setelah istirahat dan hanya jalan-jalan sekitar apato, dan badanku makin sehat, Hiro dan Narp mengajak mengunjungi museum Toyota di Nagoya, yang letaknya tak jauh dari Toyohashi. Dari apato kami berjalan kaki dengan jarak 140 meter sekitar 3 menit menuju Yagyubashi Station, dari sini naik Toyohashi Tetsudo Atsumi Line menuju Shin Toyohashi station. Dari Shin Toyohashi station pindah ke Toyohashi station yang berjarak 200 meter sekitar 4 menit. Dari Toyohashi station naik Meitetsu limited espress ke Kanayama station sekitar 48 menit dengan berhenti di 6 station.

Di Kanayama station kami makan siang dulu di Aloha Table, agar perut tidak ngadat, saya hanya berani pesan pancake dengan nama keren nya  Caramel and Roasted Nut, sedang Narp pesan Tuna Avocado Poke Rice Bowl dan Hiro pesan Crispy Fish Potato, dan seperti biasa kami saling mencoba.

Setelah makan siang, kami naik Meitetsu Line menuju stasiun Sako. Dari stasiun Sako berjalan kaki kira-kira 650 meter selama 10 menit.

Mesin tenun yang mengawali perusahaan otomotif Toyota

Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology didirikan pada bekas pabrik Toyoda Spinning and Weaving Co., Ltd., dimana Sakichi Toyoda memulai mendirikan pabrik tenun.

Anak sulungnya (Kiichiro Toyoda), lulusan Fakulty of Engineering of Tokyo Imperial University bekerja di perusahaan. Pada th.1921, Kiichiro traveling ke US dan Eropa untuk observasi perusahaan spinning and weaving.

Deretan mesin tenun

Di US Kiichiro melihat banyak mobil sehingga Kiichiro mempunyai mimpi untuk membuat mobil sendiri di Jepang. Pada tahun 1926, Kiichiro ditunjuk sebagai Managing Director of Toyoda Automatic Loom Works, Ltd.

Mobil pertama dibuat secara manual

Awalnya sulit meyakinkan BoD untuk memulai perusahaan otomotif, namun akhirnya Kiichiro diberi kesempatan untuk memimpin Divisi automotive pada tahun 1933.

 

 

Deretan mobil yang pernah dibuat oleh Toyota

Cerita jatuh bangunnya Toyoda, terjadi setelah Perang Dunia kedua. Kiichiro mulai membuat compact car.  Akhirnya Kiichiro mundur dari Presdir disebabkan krisis manajemen. Setelah krisis dapat diatasi, Kiichiro akan kembali sebagai Presdir, namun keburu meninggal pada tahun 1952. Mimpinya terus hidup, dan Toyopet

Pembuatan mobil dibantu robot

Crown, mobil penumpang dapat diproduksi di Jepang.

Nantinya nama Toyoda berganti dengan Toyota, dengan simbol yang menunjukkan angka 8, yang artinya bagus terhadap keberlangsungan usaha. Cerita tentang Kiichiro Toyoda secara detail dapat dibaca di

Musical robot

https://successstory.com/companies/toyota-motor-corporation.

Rasanya ingin berada di museum ini lebih lama lagi, namun kami harus segera kembali ke Toyohashi. Saya kagum atas kelangsungan perusahaan Toyota ini, yang sampai sekarang masih terus melakukan inovasi-inovasi… bagaimana Toyota 100 tahun lagi. Pembelajaran yang menarik adalah bagaimana Kiichiro bisa mengubah dari industri tenun ke industri otomotif melalui perjuangan yang tidak mudah.

Tempat sholat di Museum Toyota

Kami sholat dulu di prayer room yang disediakan di dekat lobby, tempatnya bersih dan bisa berwudhu di dekat situ. Keluar dari museum hujan masih deras, namun seperti orang Jepang lain, kami menembus hujan menggunakan payung dan meninggikan kerah jaket, berharap tidak masuk angin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s