Kegiatan akhir bulan September-Oktober 2018:Tulisan yang tertunda terus

Semakin ke sini kok rasanya makin sulit punya waktu untuk nulis di blog. Entah karena kesibukan di dunia nyata, atau karena kalah pamor dengan facebook, yang bisa mudah meng up load foto-foto dari smartphone. Rasanya dulu sering menggebu-gebu ingin segera pulang ke rumah untuk bisa nulis di blog.

Patung dr Tjipto Mangunkusumo di depan gedung RSCM

Setelah saya merenung, memang setelah menengok si bungsu di Toyohashi, saya sibuk banget. Rencana untuk pergi ke Toyohashi bersama suami juga gagal, dan terpaksa pergi sendirian karena suami sakit hernia. Jadi begitu pulang dari Toyohashi, seminggu kemudian suami dapat telepon dari RSCMkalau operasi hernia bisa dilakukan pada tanggal 27 September 2018.

 

 

 

Makanan di ruang rawat kelas 1 pasien BPJS, enak dan lengkap.

Syukurlah operasi berjalan lancar dan setelah lima hari rawat inap, suami diperbolehkan pulang. Dan senangnya semuanya gratis karena suami menggunakan BPJS. Asal kita sabar dan tidak mudah mengeluh, pelayanan pasien BPJS bagus, makanan nya juga bagus.

Pada awal Oktober 2018, tepatnya tanggal 7 Oktober 2018, saya, anak dan cucu melihat Asian Para Games di Senayan. Belajar dari saat menonton Asian Games bulan Agustus 2018, untuk Asian Para Games bulan Oktober 2018 ini, anak saya jauh-jauh hari berencana mengajak putrinya yg berumur 7 tahun untuk menonton wheelchair basketball.

Menonton bersama Babe

Rencana berangkat pagi gagal karena ada tetangga yang meninggal, saya sendiri masih menemani suami yang sedang proses pemulihan. Jadi siang hari, setelah makan siang dan memastikan si mbak udah dalam perjalanan menuju Jakarta, kami menuju Senayan.

Wheechair Basketball antara pemain putri Iran Vs Kambodja.

Syukurlah si kecil senang sekali, saya juga pertama kali menonton pertandingan wheelchair basketball, yang saat itu sedang bertanding antara regu putri Iran vs Kamboja. Saya surprised melihat kecepatan pemain putri Iran, mengendalikan kursi roda sekaligus menyarangkan bola basket, kemudian berputar dengan cepat untuk mengejar kembali bola basket.

Sungguh pengalaman yg mengesankan bagi si kecil, dan rupanya ini sangat masuk di hatinya, sampai rumah si kecil bercerita pada Yangkung pengalaman nonton pertandingan basket di atas kursi roda.

Bersama mbak Loesin dan Dara APIPB (Asarama Putri IPB)

Mengakhiri bulan Oktober, seperti biasa, kami mengadakan pengajian bulanan, yang anggotanya sebagian besar dari mantan karyawati BRI yang dulunya tinggal di Kompleks BRI Cipete Selatan. Kali ini pengajian diadakan pada tanggal 20 Oktober 2018, bertempat di rumah ibu Gayatri. Selain mendapat tambahan ilmu, juga silaturahim dengan teman-teman yang setelah pensiun, rumahnya terpencar di seputar Jakarta. Saat-saat seperti ini rasanya masih seperti dulu, mengobrol dan tertawa-tawa, seperti zaman masih pergi pulang ke kantor naik jemputan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s