A678-Keindahan Batuan Purba di Curug Cimarinjung dan Sunset di Puncak Darma

Curug Cimarinjung

Setelah makan siang dan sholat Duhur, rombongan kami menuju curug Cimarinjung, yang letaknya tidak jauh dari penginapan Bukit SOCA. Lokasi curug Cimarinjung dekat dengan jalan raya, sehingga bagi kami yang udah berusia ini tidak terasa berat.

Mobil bisa parkir di dekat pintu masuk curug Cimarinjung. Dan sebelum memasuki Kawasan curug Cimarinjung, kami berfoto bersama dulu memakai kain nusantara.

Jalan menuju curug Cimarinjung

Jalan memasuki curug Cimarinjung telah di beton sehingga memudahkan pengunjung. Di pinggir kanan jalan terdapat selokan yang airnya sangat jernih. Di kiri jalan banyak penjual makanan, ada penjual  pisang goreng, serta penjual air kelapa.

 

 

 

Saya langsung terpesona melihat curug Cimarinjung, yang dari jauh sudah terlihat, dikelilingi batuan purba yang saat terkena sinar matahari berwarna kemerahan.

A 678 di depan curug CimarinjungMas Andri menyarankan agar kami melanjutkan perjalanan, menunduk dibawah batuan, kemudian ada jalan setapak ke arah air terjun. Batu-batuan besar terasa licin jika kami tidak hati-hati dalam melangkah.

 

Walau musim kemarau, air curug cukup besar,  air ini digunakan untuk mengairi sawah di sekitarnya. Kami diperkenalkan dengan wak Dadih yang bertugas memastikan sawah diairi, dan tugas ini dilakukan sejak tahun 1970 an. Senang mendengarkan cerita wak Dadih, orang yang sangat menyenangi bidangnya, melakukan tugasnya dengan senang hati.

Curug Cimarinjung, yang terletak di Ciletuh, kabupaten Sukabumi Selatan, adalah fenomena alam dari sebuah proses yang memakan waktu puluhan juta tahun. Karya alam yg sangat indah tersebut menyimpan cerita tentang bumi yg belum seluruhnya terungkap. Itulah salah satu alasan melestarikan dan merawat curug Cimarinjung, yang merupakan salah satu geosite di wilayah Geopark Ciletuh yg telah diresmikan menjadi UNESCO Global Geopark tahun 2018 lalu. Geopark mengangkat konsep manajemen pengelolaan kawasan yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, dan budaya, melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan yang berkelanjutan” (diambil dari tulisan Tinoek, yang berprofesi sebagai ecotourisme planner, yang doyan ngajak teman-teman A678 jalan-jalan melihat keindahan alam di Indonesia).

Bersama Ati n Martha

Tak terasa kami lama bermain-main dan menikmati keindahan alam di curug Cimarinjung ini, waktu beranjak sore, kami masih punya satu acara lagi, yaitu menuju Puncak Darma untuk menikmati sunset. Di perjalanan, Ati membeli pisang goreng yang dibagikan kepada teman-teman satu rombongan. Di daerah Ciletuh ini pisang nya sungguh legit.

 

 

Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Darma, merupakan bukit tempat menikmati sunset. Sayang sekali, matahari tertutup awan, disamping itu pengunjung juga makin banyak, sehingga mesti antri jika ingin memotret tempat tertentu. Setelah mendapatkan foto sebagai kenangan, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan Bukit Soca.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s