A678- Rujakan dan Minum Air Kelapa Muda di Curug Sodong

Curug Sodong

Bukan A678 namanya kalau acaranya nggak seru. Ini hari terakhir kami kumpul-kumpul sebelum siang nanti kembali ke Jakarta. Hari ini acaranya melihat curug Sodong, yang juga sering disebut curug Kembar karena ada dua air terjun  yang berdekatan.

 

Merah putih di curug Sodong

Curug Sodong dan curug Cimarinjung lokasinya dekat dengan penginapan Bukit SOCA. Hari ini mas Andri masih bersedia mengantar kami, dan mengabadikan melalui foto-foto tentang kegiatan A678.

Memborong mangga untuk rujak

Cuaca sungguh menyengat, walau curug Sodong dekat sekali dengan parkiran, badan juga mulai terasa lelah. Keluar dari tempat parkir terlihat ada penjual buah mangga, langsung Martha memborong buah mangga untuk dimakan di bawah curug Sodong, asal penjualnya berjanji akan membuang sampah pada tempatnya.

 

Tangga ke arah curug Sodong

Sehari sebelumnya A678 sudah puas dengan makan rujak yang sambalnya khusus dibawa oleh Uni Anas dari Jakarta. Sebenarnya sambal rujak tersebut untuk menemani jambu air Jamaica yang pohonnya di rumah Anas sedang berbuah. Namun karena buah jambunya sudah manis, jambu sudah ludes dimakan di perjalanan dari Jakarta ke Ciletuh.

Jadi Meity beli bengkoang, mangga dan kedondong untuk dibuat rujak, itupun sudah ludes pula dimakan di penginapan Bukit SOCA, sepulang  kunjungan ke pulau Kunti.

Makan rujak dan minum air kelapa muda

Makan rujak tanpa minum, bagaimana kalau kepedesan? Akhirnya ada yang beli kelapa muda untuk di bawa ke bawah, untuk dimakan sambil duduk di bebatuan di curug Sodong.

Kebetulan karena musim kemarau, air curugnya tidak terlalu besar, sehingga kami bisa menikmati sambil bersantai di bawah curug Sodong, di atas batuan yang besar-besar.

Curug Sodong, air terjun nya kembar

Rasanya nikmat sekali, apalagi diiringi semilir angin. Kalau tidak ingat akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta, ingin sekali makan rujak banyak-banyak, namun kawatir sakit perut, bisa repot di perjalanan.

Perjalanan 3 (tiga) hari ke Ciletuh ber sama-sama sahabat yang punya minat sama, sungguh menyenangkan, kami puas tertawa, menyanyi, menari bersama-sama. Bahkan mas Pong yang sebelumnya pendiam, dan sempat bilang…”Waduhh ngapain pakai kain, kok kayak orang gila ya.” Pas di akhir acara, bahkan mas Pong foto dengan berbagai gaya, bersama kain sarungnya. Kata mas Pong, “Ternyata saya ikut gila ya”. Suasana pulang ke Jakarta sungguh cair, di perjalanan, kami menyanyi dan main tebak-tebakan dengan hadiah coklat beng-beng, tak terasa akhirnya mobil Elf yang dikendarai mas Ical memasuki pelataran terminal Damri sebelah Botani Square Bogor. Kami berpisah sambil berpelukan, rasanya berat sekali, namun keluarga masing-masing telah menunggu di rumah.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s