Satu bulan di Toyohashi

Sejak mengetahui bahwa putri bungsuku hamil anak pertama tiga bulan, saya sudah bersiap-siap kalau akan mengunjungi Jepang, menemani si bungsu saat melahirkan dan merawat bayinya. Berhubung visa waiver yang saya peroleh hanya berlaku maksimum 15 hari selama kunjungan di Jepang, namun bebas bolak-balik sampai 3 (tiga) tahun, maka saya mulai berpikir untuk mengajukan visa selama satu bulan. Kenapa tidak tiga bulan? Maksud hati sih ingin menemani si bungsu sampai tiga bulan, namun saya sendiri juga punya tugas-tugas yang tak bisa ditinggal.  Saya berharap, dengan satu bulan, sudah cukup untuk membantu mempersiapkan Ani dan Hiro sebagai orangtua baru.

Lanjutkan membaca “Satu bulan di Toyohashi”