Perjalanan Jakarta-Chubu Int’l Airport-Toyohashi

Suami, anak, dan cucu mengantar sampai pintu keberangkatan

Persiapan untuk ke Toyohashi rasanya sudah matang. Saya ke grapari Telkomsel di Pondok Indah 3 untuk menanyakan cara pesan paket combo roaming ke Luar Negeri, agar saya bisa tetap terhubung dengan teman-teman dan bisa diskusi jika ada kerjaan yang perlu didiskusikan. Pesawat Garuda berangkat jam 10 malam dari bandara Soekarno Hatta, namun karena kawatir jika ada kemacetan di jalan, saya diantar suami, cucu dan anak pertama berangkat menjelang Magrib, toh di bandara ada mushola sehingga saya tetap bisa menjalankan kewajiban sholat.

Toyohashi Green Hotel

Sebelum check in saya mengirim ke My Telkomsel agar paket roaming diaktifkan. Saya menerima sms bahwa sudah roaming, jadi sudah tenang. Ini nanti menjadi bermasalah saat saya cek lagi dalam perjalanan naik kereta api dari Jinggu Mae ke Toyohashi, ternyata saya tidak memiliki paket roaming. Kemudian saya ulang lagi permintaan ke  MyTelkomsel….dan jawaban tidak jelas. Saya langsung off kan internet karena kawatir tagihan meledak. Padahal justru dalam perjalanan seperti ini internet dibutuhkan, apalagi saya sendirian, biasanya bisa nebeng wifi si bungsu.

Ini nanti pas kembali ke tanah air, tagihan ku membengkak dan pada tanggal 7 Oktober 2019 (saat sudah kembali ke Jakarta), ada sms dari TselRoaming….”Paket 3in1 PROMO Asia Australia 30 hari Anda telah berakhir. Beli paket roaming lainnya di My Telkomsel App atau *266#. Kesel banget rasanya, temanku tanya mau protes nggak ke Grapari. Saya jawab nggak perlu, bikin repot aja. Terus kata temanku…”Itu berarti kamu nggak sayang sama Telkomsel, karena kalau sayang justru kritik kamu itu mendorong mereka melakukan perbaikan.” Ya sudahlah….mungkin nanti kalau ke Jepang lagi, saya mau pakai cara lain yang lebih pasti, karena sebetulnya kita bisa pesan untuk pinjam wifi di bandara tujuan, bisa juga beli paket roaming di bandara tujuan di luar negeri.

Jam 20.00 wib saya mulai menuju gate keberangkatan, di imigrasi tidak lama dan saya langsung menuju gate penerbangan menuju Nagoya. Wahh ternyata jauh juga jalannya, untungnya saya cuma bawa ransel untuk diisi mukena dan power bank, serta tas kecil. Di ruang tunggu ternyata juga ada pesawat ANA yang menuju Nagoya, cuma saya nggak ngecek apakah ANA langsung dari Jakarta ke Nagoya, karena bisa jadi pilihan jika Garuda nggak melayani lagi penerbangan langsung Jakarta-Nagoya.

Penerbangan dari Jakarta menuju Nagoya lancar, syukurlah saya bawa jaket tebal karena di pesawat sangat dingin. Saya bisa tidur nyenyak, terbangun saat merasakan pesawat tergoncang di wilayah laut utara Filipina. Pesawat Garuda mendarat di bandara Chubu, Nagoya tepat waktu. Saat antri di imigrasi ada ibu-ibu di depanku yang agak  lama diwawancara petugas imigrasi,  mungkin kendala bahasa atau nggak bisa menjelaskan tujuan nya pergi ke Jepang. Saya diminta petugas imigrasi untuk pindah jalur. Syukurlah saat itu saya masih teliti, petugas membubuhkan visa kunjunganku 15 hari…saya protes dong, terjadi perdebatan yang lama, dan setelah saya tunjukkan dokumen visa untuk 30 hari, serta dokumen pendukung lain, petugas meminta maaf dan kembali mengecap paspor saya untuk visa kunjungan 30 hari persis di bawah visa 15 hari.

Keluar dari urusan imigrasi, saya mencari toilet dulu karena perjalanan masih jauh. Keluar dari toilet saya ke tempat pengambilan bagasi, koper dari para penumpang GA 884 sudah berjejer, saya langsung ambil koper, kemudian menuju stasiun Kereta Api.  Saat beli tiket masalah muncul lagi, karena petugas kurang menguasai bahasa Inggris dan saya tidak bisa berbahasa Jepang. Akhirnya terpaksa nelpon anak bungsu agar menjelaskan kepada si mbak penjual tiket.

Beres urusan tiket, saya menuju kereta Meitetsu Line Express, agak kawatir apakah ada tulisan atau pengumuman bahasa Inggris yang menjelaskan stasiun yang dilewati dan stasiun kereta api berikutnya. Syukurlah anak muda di sebelahku, dengan bahasa Inggris campur tarzan bisa membantuku …. dan ternyata ada pemberitahuan dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris tentang tujuan kereta dan setiap akan berhenti di stasiun. Dasar sudah senewen duluan

Saya turun di stasiun Jinggu Mae, petugas KA berbaik hati mengantar sampai lift, dan memberi tahu agar menuju platform 4 (empat). Saya berjalan cepat sambil menyeret koper….dan kok ya ada kereta menuju Toyohashi yang siap berangkat, petugasnya sudah mengibarkan bendera merah. Pas sudah masuk,  baru tahu kok keretanya beda? Hahaha….jadi saya keliru naik kereta yang lebih murah, seperti KRL…yang penting sudah betul menuju Toyohashi.

Sampai stasiun Toyohashi, tiketku tertelan dan pintunya nggak terbuka. Pas lapor, orangnya bingung dan sayapun bingung, petugas membuat solusi mudah, saya dipersilahkan exit lewat pintu…hehehe.

Toyohashi Green Hotel, tulisan kanji

Persoalannya sekarang cari hotel….terpaksa saya mesti angkat koper naik tangga, setiap satu tangga berhenti dulu, setelah melewati taman yang  di tengahnya ada bunga warna-warni,  saya ketemu lift.

Bunga-bunga di lorong stasiun Toyohashi

Keluar dari lift, saya berada di seberang stasiun Toyohashi, harusnya tinggal lurus saja dan nanti ketemu hotelnya. Saya menggeret koper, lha kok semua bahasa kanji. Saya colek pak polisi, dia menunjuk gedung yang persis di depan stasiun. Pas sampai di depannya, kok tulisannya kanji….dan ada tulisan ” Inggris Cafe n Pub“. Saya bertanya pada orang yang lewat, dia menunjuk jalan lurus …. aduhh sudah mulai keringatan, dan tangan  terasa pegal.

 

Nama Toyohashi Green Hotel di sebelah pintu masuk.

Ketemu bapak bersama anaknya,  dia menunjuk arah, dimana saya harus balik lagi …. dan akhirnya tulisan Toyohashi Green Hotel yang kecil terbaca persis di sebelah pintu. Karena lelah saya melewatkan tulisan kecil dekat pintu ini, karena fokus saya melihat tulisan dalam bahasa kanji yang besar di atas.

Saya masuk melalui pintu, lobby nya ada di lantai 4 (empat), jadi saya naik lift ke lantai empat. Saya masuk dan bertanya apa bisa early check in, badan sudah nggak kuat kalau nunggu 4  (empat) jam lagi. Bisa, katanya, asal saya menambah lagi biayanya…. total biaya menginap semalam sekitar 13.000 yen.

Lobby lantai 1

Begitu masuk kamar, langsung mandi, sholat dan istirahat.  Setelah istirahat, saya ke bawah menanyakan password wifi, biar sudah menjelaskan dengan gaya macam-macam, pake jurus tarzan, dua mbak yang bertugas di counter tetap nggak mudeng dan saya makin bingung.

TullY’s Coffee

Ya sudah, saya mulai lapar, jadi saya berjalan kaki  menuju stasiun, mampir ke TullY’s Coffee langganan si bungsu. Saya pesan pasta dan teh panas manis. Ada satu petugas yg berhasil mengajarkan saya untuk ngeset wifi. Betapa senangnya si mbak, sampai angkat 2 (dua) jempol dan tertawa-tawa. Saya langsung bisa wa an dengan anak dan menantu, janjian kapan bisa  dijemput. Sebetulnya pengin ketemu si bungsu langsung,  tapi Hiro menyarankan sebaiknya besok saja ke rumah sakit sekaligus menjemput si bungsu untuk pulang.

Sepeda pengunjung toko buku

Saya meneruskan jalan-jalan sekitar stasiun Toyohashi, banyak warga senior citizen duduk-duduk menikmati sore walau mulai gerimis. Saya membayangkan betapa nikmatnya jika ada teman. Saya menyusuri jalan di belakang hotel, banyak sepeda diparkir di depan toko buku, sayang semua buku bertuliskan huruf kanji, jadi saya melewatkannya. Setelah beli air mineral dan pancake di Seven Eleven untuk jaga-jaga kalau lapar di malam hari, saya kembali ke hotel.

Kali ini dengan bahasa tarzan, petugas pengganti (dua cowok) berhasil memahami bahwa saya butuh password. Dia ketawa-ketawa, saya nggak bisa bahasa Jepang dan petugas hotel nggak bisa bahasa Inggris. Tapi dengan segala upaya, berhasil juga menjalin percakapan dan saya bisa menggunakan wifi hotel. Petugas menanyakan apakah saya  besok pagi mau breakfast ala Jepang atau western breakfast. Saya menjawab western breakfast. Restoran dibuka jam 7 pagi sampai dengan jam 9 pagi.

 

2 pemikiran pada “Perjalanan Jakarta-Chubu Int’l Airport-Toyohashi

  1. Wieda

    Aku Klo sendirian suka nyasar2 juga, pernah jalan2 di Narita dan ke sasar2, trus liat ada taxi stand, langsung naik taksi dan ngasih liat nama hotelnya…..

    <strong>Berarti aku ada teman nya ya mbak Wied.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s