Jalan-jalan di sekitar Riverside Maruhachien

10 September 2019

Apato, tampak depan

Setelah sehari istirahat dan cuma bantu beres-beres apato, bosen juga. Cuaca cerah, jadi saya berniat jalan kaki di seputar apato si bungsu, sambil menuju Valor  supermarket untuk berbelanja. Apalagi si bungsu  cerita, sungai di belakang apato airnya jernih, ikan berenang-renang di sungai, kadang ada burung bangau datang menunggu ikan yang muncul.

Bangau kecil di sungai

Ternyata hari ini saya menemukan burung bangau kecil berwarna hitam, di kejauhan ada bebek yang sedang berenang. Sayang karena sendirian, saya nggak berani turun ke sungai, selain takut burung bangaunya kabur, juga kawatir kalau sampai tergelincir di sungai nggak ada yang tahu.

Pohon sakura di tepi sungai Yagyu.

Bunga Sakura berjejeran sepanjang Yagyu River, sebagian daun-daun nya mulai kering dan rontok. Saya membayangkan betapa indahnya saat musim sakura berbunga. Nanti pas baby D usia 7 (tujuh) bulan sudah bisa diajak jalan-jalan di bawah pohon sakura yang sedang berbunga.

Saat saya berjalan di bawah pohon sakura, burung-burung yang sedang berteduh di cabang dan di bawah pepohonan beterbangan. Senang melihatnya, di antara bangunan perkantoran, gedung tinggi, lingkungan masih asri dan disenangi burung-burung untuk tinggal.

Apato (tampak belakang). Di seberang apato gedung bertingkat dan di sebelahnya tempat industri

Apato menantuku ini termasuk di kota,  dibelakangnya mengalir sungai Yagyu. Jika pagi dan senja hari, burung berkaok-kaok terbang dari pepohonan di pinggir sungai. Di seberang apato kelihatannya ada perkantoran atau mungkin industri, terdengar bel dan pemberitahuan pada saat mulai bekerja dan saat mau pulang.

Pagi hari sekitar jam 7.30 anak-anak sekolah berpakaian putih biru, berkumpul di belakang apato di dekat jalan di pinggir sungai, kemudian bersama-sama pergi ke sekolah. Jika sore atau malam hari, sering saya melihat orang pulang kerja dengan naik sepeda, bernyanyi dengan kencang, mungkin karena sendirian dan jalan sepi.

Rumah penduduk

Saya meneruskan perjalanan menuju Valor Supermarket. Di jalan menuju Valor melewati beberapa rumah penduduk yang terdiri dari satu lantai, ada juga yang dua lantai. Sayang tidak ketemu rumah tradisional Jepang.

Contoh rumah di dekat apato si bungsu

Rumah-rumah ini berpagar rendah, bahkan tanpa pagar atau berpagar rendah, menunjukkan keamanan di daerah sini masih bagus.

Saya hanya sekedar jalan-jalan di Valor, toko-toko yang tahun lalu masih ada, sudah banyak berganti. Ibu-ibu melihat pakaian yang diobral 50 persen menjelang pergantian musim, namun mereka sebagian besar hanya melihat-lihat saja tanpa membeli.

Kota Toyohashi kota yang kecil, bersih dan asri, serta bukan kota wisata sehingga barang-barang yang dijual di Mal merupakan kebutuhan sehari-hari, bukan untuk menarik minat turis atau untuk oleh-oleh. Namun kota ini menyenangkan, masih ada trem listrik, semoga saya masih punya kesempatan mencoba naik trem listrik lagi. Setelah belanja,  saya merasa lapar, jadi mampir ke SugaKiya Resto. Bingung juga mau pesan apa. Akhirnya pesan nasi kare, salad dan es cream. Ternyata rasanya kurang pas buat saya, masih jauh lebih enak kare buatan Hiro, mungkin karena Hiro sudah dipengaruhi selera Indonesia.

Perempatan jalan ke arah Valor Supermarket

Mungkin karena semua orang sedang di rumah, atau sedang bekerja di kantor, jalanan lengang, termasuk jalan di perempatan dekat Valor Supermarket dan jalan di depan apato si bungsu. Pada jam sibuk, pagi atau sore hari bertepatan dengan orang pulang kerja, atau sore hari menjelang hari libur, jalan-jalan menjadi ramai, dan kadang macet di perempatan lampu merah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s