Survei Jalur Kereta Api Toyohashi-Centrair Int’l Airport

25 September 2019

Kereta dari Yagyubashi ke Shintoyohashi penuh dengan anak sekolah dan orang berangkat kerja.

Dua hari berturut-turut saya tidur dengan mimpi yang membikin lelah. Mimpinya seperti ketinggalan kereta, dan berkaitan dengan kereta api. Mungkin karena jauh di lubuk hati, saya agak kawatir tentang naik kereta api ini, takut kesasar dan lain sebagainya.

Stasiun Shintoyohashi

Maklum sendirian, tanpa memahami tulisan kanji, dan kalau bingung sulit bertanya karena perjalanan dari Toyohashi ke  Centrair Japan Airport yang terletak di Chubu, atau biasa juga di sebut Chubu Int’l airport.

Meitetsu Tourist Information di stasiun Toyohashi

Akhirnya, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Chubu int’l airport mumpung masih ada waktu, agar pada waktunya nanti sudah tidak kesasar.

Tiket kereta api dari Toyohashi ke Chubu Kuukou (chubu int’l airport)

Hiro mengingatkan, agar sekaligus pesan hotel untuk akhir pekan minggu depan, karena saya harus menginap di hotel dekat bandara, terlalu berisiko jika berangkatnya pagi-pagi sekali ke bandara langsung dari Toyohashi.

Saya membawa catatan dari Ani, juga telah ngeprint email yang telah dikirim sebelum saya berangkat ke Jepang. Ternyata bagi orang seusia saya, hanya sekedar membaca catatan tidak mudah, tetap harus dipraktekkan. Untuk anak usia milenial, catatan dari Ani, yang telah dilengkap dengan foto-foto yang dibuat Hiro, bagaimana cara naik kereta api dari Chubu int’l airport ke Toyohashi,  akan terlihat mudah.  Jalan keluar, ya harus dicoba, dengan risiko kesasar, mumpung masih ada waktu longgar.

Saya jalan kaki dari apato ke stasiun Yagyubasi sekitar 5 (lima) menit, Ani membekali saya dengan kartu untuk naik kereta api dari stasiun Yagyubasi ke Shintoyohashi, sehingga saya tinggal ngetap, dan nanti setelah tiba di stasiun Shintoyohashi di tap lagi, persis seperti naik MRT di Jakarta. Saat tiba di Toyohashi, saya segera ke tempat loket Meitetsu line untuk membeli karcis ke Chubu int’l airport, dengan transit di Jinggu Mae.

Ani sudah berpesan dan memberi catatan di kertas kecil, untuk diberikan kepada petugas yang melayani pembelian karcis. Saya menunjukkan catatan untuk beli karcis ke Chubu Kuukou (Chubu int’l airport), untuk yang jiyuu seki (non reserved). Kenapa non reserved? Agar saya tidak harus lari-lari di Jinggu Mae karena mengejar kereta ke arah Chubu int’l airport, karena waktu transit hanya sekitar 5-10 menit, mesti naik tangga dan kembali turun tangga. Ada lift nya, tapi untuk mempelajari di platform mana perlu waktu. Belakangan saya tahu, bahwa andaikata pesan reserved seat dan akhirnya tidak dipakai ya masih bisa naik kereta lain, cuma menjadi rugi 360 Yen.

Petugas karcis rupanya bisa berbahasa Ingris, dia memberi tahu agar saya ke platform tiga. Di platform ini telah siap kereta express Meitetsu line menuju Gifu, dan saya langsung naik ke gerbong 3 (gerbong 1 dan 2 untuk yang beli reserved seat). Kereta nya bagus dan bersih, saya mendapat tempat yang menghadap ke depan, sehingga bisa memperhatikan tanda keberangkatan kereta dan nanti mau stop di stasiun mana…serta ada pengumuman bahasa Inggris. Ternyata kereta yang saya naiki hanya berhenti di 2 (dua) stasiun sebelum saya turun di stasiun Jinggu Mae, yaitu: Higashi Okazaki dan Chiriyu. Saya dan Ani telah mempelajari hyperdya.com untuk melihat perjalanan kereta dari Toyohashi ke Jinggu Mae turun dimana saja, dan stasiun terdekat sebelum Jingu Mae adalah Chiriyu.

Stasiun Jingu Mae

Saya turun di Jingu Mae, kemudian melihat tanda arah ke platform kereta api yang menuju Chubu int’l airport. Ternyata harus melalui tangga menurun yang cukup curam, jadi saya mulai berpikir, saya nanti harus melalui lift jika pas membawa koper.

Seingat saya ada lift, karena pas baru datang dari Indonesia, saya diantar petugas kereta api sampai lift yang menuju platform kereta api ke Toyohashi.

Saya menunggu di platform 3, dan bertanya kepada pemuda di sebelahku, apakah benar ini ke arah Chubu int’l airport. Pas ada kereta datang, dia melarangku naik kereta tersebut, tapi karena saya dan dia berbahasa tarzan, saya juga nggak tahu maksudnya. Belakangan nanti, saya keliru naik kereta api, yang ternyata menuju Kowa….jadi rupanya di platform 3 (tiga) ini dilalui oleh dua kereta api yang arahnya berbeda.

Bandara Chubu

Kemudian ada kereta datang, dan pemuda tadi mengangguk kepadaku, sayapun ikut mengangguk dan naik kereta tersebut. Rupanya ini kereta lokal menuju airport, seperti KRL, dengan kursi memanjang menempel dindingnya. Saya merasa tenang karena banyak penumpang yang membawa koper besar-besar, jadi ini pasti ke airport. Kalaupun salah, waktu masih siang dan saya hanya membawa tas kecil. Kereta ini nyaris berhenti di tiap stasiun, saya hitung kereta ini berhenti  di 8 (delapan) stasiun, sebelum stasiun Tokoname, stasiun yang terdekat dari Chubu int’l airport.

Pemandangan dari jendela Kereta api

Letak Chubu int’l airport di pulau kecil, pemandangan dari jendela kereta sangat bagus, terutama saat melewati laut yang biru dan luas. Tak lama kereta api sampai di Chubu int’l airport.

Hallway yang menghubungkan hotel dengan bandara Chubu

Saya duduk-duduk dulu sambil melihat sekeliling, di papan atas terlihat berbagai iklan hotel: ada Toyoko Inn, Comfort Hotel, Four Season. Hotel yang langsung berhubungan dengan airport adalah Centrair hotel. Saya kemudian berjalan ke lobby hotel ini, namun tak jadi pesan karena ingat saran Ani, sebaiknya saya melihat Toyoko Inn, kemudian baru Comfort hotel karena pemandangan di belakang hotel sangat indah.

Setelah istirahat sebentar dengan duduk di depan lokasi meitetsu line, saya mulai menuju hallway ke arah hotel. Hotel Comfort punya lift sendiri yang langsung masuk ke lobby hotelnya. Hotel ini juga menjadi tempat menginap pilot dan pramugari pesawat.  Namun jika ingin ke arah Toyoko Inn, lift nya berada di seberang lift yang menuju Comfort hotel.

Laut di belakang hotel

Saat lift sampai lantai dasar, saya terpukau dengan pemandangan laut, dan langsung menuju pinggir laut untuk mengambil foto. Lautnya begitu bersih dan biru, juga langitnya biru  … terlihat bersih dari polusi. Dari hallway saya bisa melihat pemandangan jalan lebar di bawah yang sepi, karena orang bisa pergi ke airport dengan naik kereta api, sehingga tak perlu capek menyetir mobil.

Ada dermaga di pinggir laut, jika ingin naik kapal

Saya menuju Toyoko inn, ternyata kamarnya telah penuh. Saya lihat ada bis-bis di depan hotel, rupanya hotel ini memang tujuan grup turis, karena memang harganya paling murah dibanding ketiga hotel lainnya. Apa boleh buat, saya kembali menuju Comfot hotel.

Syukurlah saya bisa mendapat kamar di Comfort hotel dan segera reserved untuk chek in tanggal 4 Oktober dan check out tanggal 5 Oktober. Saat saya tanya apa perlu bayar dulu dan menyerahkan kartu kredit, petugas counter mengatakan tak perlu, dan saya diberi form bahwa saya telah reserved untuk tanggal 4 Oktober 2019. Woo… tanpa bayar uang muka. Kemudian petugas menjelaskan bahwa chek in jam 3 sore dan check out jam 10 pagi besoknya. Jika saya datang sebelum jam 3 (tiga) bisa menitip koper di counter tanpa dikenakan biaya. Namun jika saya mau early check in, bayarnya 1000 yen per jam. Biaya kamar semalam termasuk breakfast 12.800 yen atau Rp. 1.664.000,- (kurs saat itu 1 yen setara Rp.130,-)

Syukurlah diingatkan Hiro agar segera pesan hotel karena hotel di dekat bandara sedikit dan sering penuh. Benar juga, Toyoko Inn kamarnya telah penuh, saya bersyukur masih dapat kamar di Comfort Hotel. Semoga flight Garuda on schedule, sehingga pesanan hotel nggak rugi. Comfort Hotel, Toyoko Inn dan Four Season lokasinya berdekatan, di belakangnya langsung berbatasan dengan laut. Kalau tidak mendung, mudah-mudah an  pas menginap di hotel, saya bisa menikmati sunset.

Flight of dream

Saya kembali menuju hallway ke arah Chubu int’l airport, di ujung hallway saya tertarik dengan iklan meriah tentang “Flight of the dreams“. Jadi saya menuju ke sana, ternyata ini untuk tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat yang low cost carrier , seperti Air Asia, Jeju airlines dan lain-lain. Penumpang banyak sekali yang datang dan pergi berombongan, ya kalau kita pergi bersama teman-teman, naik penumpang murah asal aman sih tak masalah, karena di sepanjang perjalanan bisa bersenda gurau bersama teman-teman.

Capek muter-muter, saya menuju ke arah tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat Garuda nantinya. Menuju tangga di atas, merupakan hall tempat kita bisa berbelanja, membeli oleh-oleh dan makan minum dengan berbagai pilihan. Dan karena budaya orang Jepang adalah oleh-oleh berupa makanan, maka tempat oleh-oleh dipenuhi berbagai makanan khas Jepang…wahh berat nih bawanya, apalagi saya cuma bawa koper kecil.

Agar aman dalam memilih makanan, saya mampir ke Starbucks, pesan wafel dan hot chocolate, sambil melepaskan lelah. Saya kirim WA ke Ani, komentarnya…”Ibu pasti sedang ngafe ya, biar bisa internetan?” Anakku benar-benar tahu sifat ibunya. Saya bilang di depan lokasi Meitetsu Line juga ada free wifi, tapi tiap setengah jam harus diperbarui. Kemudian di bandara ada  free wifi  yang kenceng sehingga bisa mengabari melalui WA. Saya kemudian muter-muter di bandara,  agar tahu tempat-tempat dimana pesan tiket kereta api, cari makan, letak toilet (ini perlu banget). Bandara Chubu relatif kecil namun nyaman.

Petugas KA di Jingu Mae , bisa berbahasa Inggris, menyarankan agar saya menunggu kereta berikutnya yang lebih cepat.

Puas muter-muter, saya kembali  ke arah stasiun yang tersambung dengan bandara, beli tiket Meitetsu Line untuk kembali ke Toyohashi, dan ganti kereta di Jingu Mae. Sampai Toyohashi sudah jam 3 pm, mampir ke Cafe Danmark untuk beli kue.

Toyotesu dari Shintoyohashi menuju Tahara

Selanjutnya saya menuju stasiun Shintoyohasi, naik kereta lagi turun di stasiun Yagyubashi. Dari stasiun ini ke apato Ani cukup jalan kaki karena dekat sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s