Uniqlo di Toyohashi

Rumah penduduk

Hari ini rencana mau ikut si bungsu kontrol ke RS Kota Toyohashi. Tapi semalam kaki kok pegal dan seperti mau kram, terpaksa blonyohan (hmm apa ya bahasa Indonesia yg tepat?) balsem tawon, yang saya peroleh dari mantunya Eisrin Risri Alda.

Senang melihat rumah ini, ada taman nya

Tujuan utama ke Uniqlo mau cari blouse bukaan depan untuk Ani.  Jarak Uniqlo dari apato Ani tidak jauh, sekitar 500 m, tapi saya tertarik menjelajahi jalan dan perumahan di sepanjang jalan ini. Apato Ani sebetulnya termasuk di tengah kota, tapi suasananya sepi, kendaraan hanya ramai di pagi hari dan sore hari.

Rumah penduduk

Bangunan rumah tinggal di daerah sini tidak terlalu banyak, lebih banyak berupa apato (apartemen), karena minat untuk menyewa apato cukup tinggi. Apato di sebelah kanan Ani dan Hiro banyak dihuni orang asing karena pemiliknya bisa berbahasa Inggris.

Mini stop

Lampu merah kedua belok kiri bu, jalan lurus saja, nanti ketemu Uniqlo“, kata Ani. Saya berjalan santai, di sini masih ada Seven Eleven, yang tidak kita temui lagi di Jakarta. Selain Seven Eleven, minimarket yang saya lewati adalah Mini Stop.

Uniqlo di Toyohashi
Edion

Lokasi Uniqlo berdampingan dengan EdiOn…sejenis Electronic Center, menjual berbagai peralatan elektronik.

Tempat parkir di Uniqlo penuh pengunjung, begitu masuk Uniqlo, saya berpapasan dengan pengunjung yang sebagian besar membeli baju untuk persiapan musim dingin. Saat ini mendekati akhir musim panas, cuaca tak sepanas seperti saat saya baru datang di Jepang.

Susah juga cari blouse bukaan depan, mungkin lagi tidak model, saya ulang lagi menyusuri lorong sambil melihat satu persatu. Yang banyak blouse bertema polkadot (Ani tidak suka polkadot), dan blouse kotak-kotak.

Saya ragu untuk beli … kembali lagi menyusuri lorong demi lorong, akhirnya ketemu blouse model sederhana dengan pilihan warna putih dan coklat. Saya naksir blouse hitam sederhana lengan tiga perempat, setelah mikir-mikir akhirnya saya ambil blouse hitam ukuran M dan blouse coklat ukuran S untuk Ani.

Tempat parkir sepeda di Uniqlo, Toyohashi

Saat mau mencoba baju, saya ditanya apa akan coba baju (kira-kira, karena saya nggak bisa bahasa Jepang). Saya diberi plastik yang modelnya aneh…sayang lupa memotret. Rupanya untuk penutup kepala agar baju yang dicoba tidak terkena bedak atau lipstik. Sepatu saya lepas dan ditinggal di luar sebelum masuk tempat untuk mencoba baju yang di bawahnya dikasih karpet… syukurlah saya sudah dikasih tahu Ani saat mencoba baju di Mal Apita tahun yang lalu.

Setelah saya coba pas….saya ke kasir, rupanya pembayaran sudah otomatis. Banyak juga yang masih bingung, terutama ibu-ibu sepuh, termasuk saya, ibu sepuh yang nggak bisa bahasa kanji. Syukurlah kasirnya bisa berbahasa Inggris, sepertinya dia bukan orang Jepang dari bentuk hidungnya yang tinggi. Saya dipandu untuk menjawab pertanyaan di mesin….dan semua tulisan berupa  huruf kanji. Dia tanya, saya mau bayar kas atau pakai credit card. Saya jawab kas….saya disuruh memasukkan uang…dan keluar uang kembalian beserta struk bukti bayar, lengkap dengan harga masing-masing barang yang dibeli. Benar-benar efisien dan cukup satu kasir untuk melayani Uniqlo yang besar.

Jalan ke arah Uniqlo, sepi di siang hari

Keluar dari Uniqlo, saya tergoda ambil jalan lain. Tapi ingat pesan Ani, jalan di Toyohashi bukan berupa kotak tapi melingkar, nanti bisa surprised dengan ekspektasi kita. Akhirnya saya kembali menyusuri jalan seperti pergi nya…kok kaki terasa pegal ya.

Valor supermarket sudah kelihatan, jadi saya mampir dulu ke Valor dan langsung menuju Fujiya untuk pesan  jus, saya minum sambil beristirahat, dan melihat orang lalu lalang di supermarket ini. Di depan saya kelihatannya anak SMA sedang belajar bersama teman-teman nya.

Jus mangga, yang asam…tak seenak mangga Indonesia.

Saya masuk supermarket, betapa senangnya ketemu buncis, hanya tinggal 2 (dua) pak, langsung saya beli semua. Saya mulai menyusuri lorong, mencari ikan teri yang kecil-kecil yang bisa dimasak dan dimakan, seperti yang ditunjukkan Hiro. Pas ketemu petugas, saya tanya apa ada ikan jambal, sambil menunjukkan hasil google translate. Ehh dia ganti tanya petugas lain, dan petugas kedua tanya petugas ketiga. Dan heboh diskusi….saya melongo karena nggak ngerti diskusinya. Akhirnya salah satu menghadap saya sambil ngomong dan membungkukkan badan 2x (dua kali). Saya menafsirkan barangnya tidak ada….jadi saya ikut membungkuk sambil bilang “hai”….dijawab oleh mereka “arigato gozaimaze“.

Saya melanjutkan cari tamago (telur ayam)…ehh ketemu ikan yang seperti ikan jambal. Saya foto untuk ditunjukkan pada Hiro….dan Hiro cuma bilang…iya itu ikan asin….mungkin di Jepang tak mengenal ikan jambal, tapi ikan yang diasinkan. Sepanjang saya berada di Jepang, cerita ikan jambal ini jadi gurauan kami sehari-hari.

Oseng-oseng toge teri dan oseng2 buncis wortel

Dan pagi nya, saya jadi masak oseng-oseng tauge ikan teri, dan oseng-oseng buncis dan wortel. Hiro ikut mencoba tapi nggak komentar…. tapi yang penting, Ani makan dengan lahap.

2 pemikiran pada “Uniqlo di Toyohashi

  1. Asyiik mengikuti cerita Ibu Enny di blog. Keuntungan posting di FB cukup lengkap sehingga tinggal besut di blog ya Ibu. Ooh balada jambal yang unik. Salam

    <strong>Balada jambal ini jadi bahan guyonan kami selama saya di Toyohashi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s