Mukaiyama Park

Hari ini saya berniat mengunjungi Mukaiyama Park, taman yang luas  ke arah jalan menuju Apita Mal. Taman ini sering disebut juga Taman Sakura (eeh atau istilah anakku ya?), karena didominasi oleh pohon sakura. Pada saat sakura berbunga, taman ini sangat ramai, karena banyak keluarga atau rombongan orang yang menikmati bunga sakura bermekaran.

Taman Sakura

Sayang saya datang pada saat menjelang musim gugur, cuaca tidak panas menyengat seperti sebelumnya, namun juga belum terasa dingin. Ini memang waktu yang enak untuk berjalan-jalan menikmati udara segar. Jalan terlihat padat kendaraan karena waktunya orang berangkat kerja.

Dari apato Ani, saya berjalan kaki, melewati Valor Supermarket, kemudian belok ke kiri.  Jalan mulai menanjak…hosh…hosh. Jalan sepi sekali, terdengar suara anak-anak  kecil sedang bernyanyi,  di bangunan sebelah kiri yang saya lewati kemungkinan sekolah TK atau day care…. karena saya berpapasan dengan seorang ibu yang menggandeng putri kecilnya, berbelok ke tempat tersebut. Di depannya ada bangunan tingkat dua, di depannya ada ambulance, belakangan saya tahu dari Ani, ternyata ini bangunan untuk Panti Lansia.

Bangunan rumah

Saya agak ragu saat melihat pepohonan rimbun di belakang jejeran rumah, apakah saya salah jalan? Saya lihat peta lagi, dari peta taman ini terlihat luas, ada beberapa pintu untuk masuk ke taman ini, salah satunya melalui jalan yang saya lalui ini. Tak lama terlihat pintu Mukaiyama Park yang terbuka lebar. Taman ini benar-benar sepi … saya tidak kawatir sama sekali. Ya memang total penduduk Toyohashi tidak sampai 400.000 orang, dengan luas 261, 86 km2. Hanya satu dua orang yang lewat di taman ini.

Daun pohon sakura mulai rontok

Taman ini penuh dengan pohon sakura yang daun-daun nya sedang rontok, terbayang indahnya saat nanti hamparan sakura berbunga di awal musim semi. “Bagusan bunga sakura di belakang apato bu“, kata si bungsu.” Kenapa?”, tanyaku. ” Ya, karena sepi sehingga bisa dinikmati. Kecuali kita sedang Hanami, menggelar tikar untuk menikmati bunga sakura, baru Mukaiyama Park sesuai,” jawab si bungsu.

Monumen di dalam Mukaiyama Park

Saya memasuki taman ini, suasana yang sepi  membuat suara burung bersahut-sahutan terdengar jelas. Agak seram juga karena terlalu sepi. Dari jauh saya hanya melihat dua orang melewati pinggir jalan ini, apakah jalan itu yang menuju Apita Mal?

Di sebelah kanan terlihat ada tugu/ monumen  dengan tulisan kanji, kemudian ada tempat minum terbuka. Di sini air kran bisa diminum, ini nantinya saya lihat selalu ada di taman-taman umum.

Air minum di Mukaiyama Park

Ada bapak- usia 40 tahun an  sedang berjalan kaki sambil sibuk melihat hape nya, saya mengikutinya dari jauh karena ingin tahu taman ini isinya apa saja. Makin lama bapak ini makin masuk ke dalam taman, melalui pohon yang besar-besar…belakangan saya tahu, bahwa Mukaiyama Park ini terbagi dua bagian, bagian yang dekat Valor Supermarket dipenuhi tanaman Sakura, sedang di sisi yang lain penuh dengan tanaman bertajuk rimbun dan tinggi…ini yang terlihat di belakang perumahan tadi.

Membuntuti bapak yang sibuk main hape..kok masuk ke kuburan?

Saya terus mengikuti bapak yang sibuk melihat hapenya tadi…dia belok kanan…lho..lho…kok masuk ke dalam kompleks kuburan. Jangan…jangan….wahh…saya langsung balik badan dan cepat-cepat mencoba mencari jalan keluar dari Mukaiyama Park ini.

Power plant

Saya menuju jalan keluar, lebih aman melalui jalan umum, rasanya agak kawatir juga jalan-jalan sendirian di taman luas yang sepi sekali, karena hari ini merupakan hari kerja, jadi salah deh saya jalan-jalan ke taman pas hari kerja. Setelah di jalan raya, saya menuju ke arah kanan, kemudian belok kanan lagi, melalui bangunan  “power plant“.

 

Mukaiyama Foresta

Saya melanjutkan perjalanan melewati bangunan power plant, tak lama kemudian sampai di “Mukaiyama Foresta“. Ternyata di depan Mukaiyama Foresta ada pintu masuk ke Mukaiyama Park yang lebih luas dan terang.

Di sebelah kiri ada bangunan tempat main anak-anak, ada beberapa ibu muda mengajak anaknya  bermain di perosotan, di ayunan, juga ada  yang sedang menyuapi anaknya.  Rupanya dari pintu ini, melalui jalan di dalam Mukaiyama Park, bisa sampai di pintu jalan lainnya. Saya berpikir, pas pulangnya saya akan mencoba melalui jalan di dalam Mukaiyama Park ini, yang terlihat lebih dekat dibanding memutari jalan raya.

Rumah dekat Mukaiyama Park

Saya melanjutkan perjalanan melalui perumahan di pinggir Mukaiyama Park ini. Saya terus berjalan sambil memotret rumah penduduk. Saya ingat kata-kata Hiro .. “Rumah-rumah di sini bisa dibangun secara knock down…ada ukurannya“. Saya memperhatikan dengan teliti. Walau berbeda, tapi ukuran jendela, pintu, memang terlihat ada ukurannya. Kalau kita ke toko, kita bisa beli korden yang sudah jadi, sesuai ukuran jendela kita.

Tak lama sudah terlihat bangunan warna kuning orange, berarti Mal Apita sudah dekat.  Saya melanjutkan jalan kaki … kakiku mulai pegal, maklum beberapa hari ini jalan terus,  ke  Chubu Int’l Airport, ke Uniqlo dan jalan-jalan di sekitarnya. Besok harus istirahat dulu, biar ada jeda…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s