Jalan-jalan di sekitar Riverside Maruhachien

10 September 2019

Apato, tampak depan

Setelah sehari istirahat dan cuma bantu beres-beres apato, bosen juga. Cuaca cerah, jadi saya berniat jalan kaki di seputar apato si bungsu, sambil menuju Valor  supermarket untuk berbelanja. Apalagi si bungsu  cerita, sungai di belakang apato airnya jernih, ikan berenang-renang di sungai, kadang ada burung bangau datang menunggu ikan yang muncul.

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan di sekitar Riverside Maruhachien”

Menjemput si bungsu dari RS Kota Toyohashi

Pemandangan matahari terbit dari jendela hotel.

Malam itu saya benar-benar bisa tidur nyenyak di Toyohashi Green Hotel. Terbangun saat waktu sholat malam, selanjutnya tak bisa tidur lagi. Saya mulai menulis cerita perjalanan di facebook dulu, sebelum nanti nya dipindah ke blog.

Sun rise

Jendela kamar tempat saya menginap menghadap ke timur, saat selesai sholat Subuh, pemandangan matahari mulai terbit sungguh indah. Tadinya saya menyesal nggak bisa melihat sunset, ternyata saya malah bisa melihat pemandangan matahari terbit dari jendela kamar di pagi hari.

Lanjutkan membaca “Menjemput si bungsu dari RS Kota Toyohashi”

Perjalanan Jakarta-Chubu Int’l Airport-Toyohashi

Suami, anak, dan cucu mengantar sampai pintu keberangkatan

Persiapan untuk ke Toyohashi rasanya sudah matang. Saya ke grapari Telkomsel di Pondok Indah 3 untuk menanyakan cara pesan paket combo roaming ke Luar Negeri, agar saya bisa tetap terhubung dengan teman-teman dan bisa diskusi jika ada kerjaan yang perlu didiskusikan. Pesawat Garuda berangkat jam 10 malam dari bandara Soekarno Hatta, namun karena kawatir jika ada kemacetan di jalan, saya diantar suami, cucu dan anak pertama berangkat menjelang Magrib, toh di bandara ada mushola sehingga saya tetap bisa menjalankan kewajiban sholat.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Jakarta-Chubu Int’l Airport-Toyohashi”

Dedek Bayi nggak sabar pengin lihat dunia

Dua minggu sebelum berangkat, saya mendapat email dari Garuda, bahwa penerbangan dari Jakarta ke Chubu Int’l Airport dialihkan ke Osaka karena masalah teknis. Panik dong, sudah mempersiapkan mempelajari peta serta kiriman email dari si bungsu, naik kereta apa saja, bagaimana caranya kok diubah. Bahkan Hiro sengaja mengambil foto-foto di stasiun Toyohashi, yang kemudian dikirim melalui email berserta penjelasannya,  untuk memandu saya agar tidak ke sasar.

Lanjutkan membaca “Dedek Bayi nggak sabar pengin lihat dunia”

Satu bulan di Toyohashi

Sejak mengetahui bahwa putri bungsuku hamil anak pertama tiga bulan, saya sudah bersiap-siap kalau akan mengunjungi Jepang, menemani si bungsu saat melahirkan dan merawat bayinya. Berhubung visa waiver yang saya peroleh hanya berlaku maksimum 15 hari selama kunjungan di Jepang, namun bebas bolak-balik sampai 3 (tiga) tahun, maka saya mulai berpikir untuk mengajukan visa selama satu bulan. Kenapa tidak tiga bulan? Maksud hati sih ingin menemani si bungsu sampai tiga bulan, namun saya sendiri juga punya tugas-tugas yang tak bisa ditinggal.  Saya berharap, dengan satu bulan, sudah cukup untuk membantu mempersiapkan Ani dan Hiro sebagai orangtua baru.

Lanjutkan membaca “Satu bulan di Toyohashi”