Apita Mal

Pertama ke Apita Mal setahun yang lalu, saat itu waktu kunjungan saya ke Jepang hanya 9 (sembilan) hari, juga saat itu awal bulan September,  saat cuaca di Toyohashi masih panas. Saat itu di Mal Apita sedang  berlangsung diskon besar-besar an, karena akhir September sudah mulai musim gugur. Anakku bilang, “Ibu, daster di Apita bagus-bagus dan murah.” Jadi akhirnya ke Apita jalan-jalan dan ujungnya beli daster. Saat itu ke Apita bersama Ani naik mobil, namun kali ini saya harus berjalan kaki, karena tentu saja Ani sibuk dengan bayinya.

Peta lokasi Kota Toyohashi

Sebelumnya saya dan Ani mengukur jarak dari apato ke Apita Mal, melewati Mukaiyama Park. Kalau lewat jalan besar jaraknya terlalu jauh. Jadi, peta yang semua nya tulisan huruf kanji, di beberapa tempat diberi tanda dan dinamakan dalam bahasa Inggris untuk memudahkan saya membacanya. Dari apato melewati Valor supermarket, belok ke kiri, jalannya menanjak, melewati Mukaiyama Park belok kanan, setelah ada perempatan jalan belok kiri dan lurus terus, sampailah ke Apita Mal.

KFC di Apita Mal

Dari jauh Apita Mal mudah dilihat, dari catnya yang berwarna kuning dan oranye. Saya melihat jam, masih jam 9.30 am. Saya lihat parkir sudah setengah penuh dan ibu-ibu banyak berlalu lalang. Saya istirahat dulu di bangku kayu depan Apita, sambil menggoyangkan kaki biar rasa lelah berkurang setelah mengelilingi Mukaiyama Park.

Lotteria di Apita Mal

Setelah lelah berkurang,  saya kemudian ikut masuk Mal, yang buka baru bagian supermarket nya. Di bawah tangga, yang masih ditutup tali, banyak ibu-ibu yang sepertinya habis olahraga, sambil duduk-duduk di bangku kayu, menunggu jalan ke arah tangga dibuka. Saya melihat-lihat lorong demi lorong…di ujung terlihat jejeran restoran, antara lain: KFC, Lotteria, Spageti House dll yang sudah buka. Karena sudah sarapan, saya nggak berminat masuk resto.

Jejeran resto di Apita Mal

Akhirnya saya menunggu sambil duduk di bangku kayu. Tak lama jalan ke arah tangga dibuka, saya naik eskalator ke lantai 2 (dua). Di sini berjejer toko pakaian yang sedang obral. Kenapa kok saya kurang berminat ya? Ada blouse yg dijual seharga Y300, Y500 dan banyak dikerumuni ibu-ibu. Mungkin saya sudah lelah berjalan. Mau mampir untuk duduk di cafe sambil istirahat juga tak berminat. Jam menunjukkan 10.30 am …. saya akhirnya kembali berjalan untuk pulang. Saya melalui jalan di dalam Mukaiyama Park, yang lebih dekat.

Saya kembali melewati jalan yang tembus ke Mukaiyama Park, rasanya capek sekali.  Sambil jalan pelan-pelan, sesekali melemaskan kaki, papan petunjuk Valor sudah terlihat… betapa leganya. Begitu memasuki Valor, saya segera ke Fujiya untuk pesan teh dan kue….nikmatnya….. bisa duduk santai sambil melemaskan kaki, melihat ibu-ibu berbelanja.  Mungkin setelah mengantar anak ke sekolah, ibu belanja.

Tentu saja saya mencari roti lebih dulu, memilih shiopan (salt bun) untuk Ani dan kue donut untuk saya sendiri. Kemudian berlanjut ke tempat sayur. Melon sudah turun rating nya, maksimal 14 walau menurutku masih sangat manis. Buncis tidak ada…jadi saya cuma beli tauge, teri, wortel….daging tugasnya Hiro karena dia yang tahu lokasinya dimana bisa beli daging halal.

Sampai apato, Ani bertanya,” ibu nggak sekalian ke Ooike, itu taman yang ada danaunya, letaknya di seberangnya Mal Apita“. Saya menjawab…”Boro-boro nduk menyeberang ke taman Ooike, sampai Apita sudah lelah sekali, dan mesti mikir masih harus jalan kaki sekitar 1,6 km untuk pulangnya. Jadi ibu mampir dulu di Valor untuk istirahat sambil minum teh”. Ani bilang…”Itu yang kulakukan saat jalan-jalan pas hamil bu, mesti mikir pulangnya bagaimana, apa masih kuat“. Ya, terbayang di sini, tak semua jalur dilalui kendaraan umum, jika tak membawa mobil atau naik sepeda, ya terpaksa harus jalan kaki.

NV Cafe

Ke Apita kedua kalinya, saat saya mampir setelah mengunjungi Ooike (ike=danau), merupakan taman luas yang ditengahnya ada danaunya. Kali ini saya sudah banyak mengobrol dengan Ani, dia cerita kalau di Apita ada cafe kecil yang kelihatannya nyaman. “Coba ibu cari“, kata Ani. Saya mengelilingi lantai 2 (dua) dan akhirnya ketemu NV cafe. Syukurlah, yang menjaga sedikit bisa berbahasa Inggris, namun untuk memastikan dia mengajak salah satu pengunjung diskusi dengan saya untuk memilih pesanan.

Menu ” morning breakfast

Rupanya di Cafe ini ada menu morning set untuk breakfast,  yang isinya setangkup roti tawar dengan mentega dan selai strawberry, telur rebus, dan minuman, boleh memilih teh atau kopi. Saya memilih hot lemon tea, yang tehnya disajikan dalam teko, dan diberi pilihan lemon terpisah. Hmm…rasanya sedap, mungkin karena saya capek dan lapar sehabis mengelilingi danau di Ooike. Harganya murah, hanya Y 520, jauh lebih murah dibanding di Fujiya resto yang berlokasi di Valor Supermarket..

Mbak di NV Cafe yang ramah

Saya bilang sama si mbak, kalau makanannya enak, dan tanya apa saya boleh mengambil foto? Ternyata si mbak langsung beraksi di depan tanda NV Cafe.…dan langsung saya foto. Saya tunjukkan hasilnya, dia senang sekali.

Saya melanjutkan jalan-jalan, menemukan blouse bukaan depan untuk Ani, sayang saya tetap tak menemukan barang yang ingin saya beli. Saya hanya membeli kue, karena kata Ani, roti di Apita rasanya enak. Pulangnya saya kembali melewati Mukaiyama Park, karena memang jalan ini yang terdekat. Sampai apato rasanya legaaa…disambut tangisan baby D. Saya menyelonjorkan kaki sambil menikmati ” cocomax“… hmm segaaar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s