Pengalaman mengikuti vaksinasi untuk lansia di PKM Cilandak

Awalnya saya masih tenang-tenang saja saat teman-teman mulai heboh soal vaksin untuk lansia. Namun sejak ada pemberitahuan vaksinasi melalui WAG dari RT tempat saya tinggal, saya minta tolong anak saya, untuk mendaftarkan saya secara on line, sebagai penerima vaksin. Suami masih ragu karena komorbid nya lumayan. Anak saya mendaftarkan secara on line siang hari, ternyata malamnya saya sudah dapat WA dari Puskesmas Cilandak, bahwa saya tercatat sebagai penerima vaksin covid-19 tahap 2. Saya diminta datang ke PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Cilandak, yang untuk pelaksanaan vaksin lansia dilakukan di SD 04 Cilandak (persis sebelah Puskesmas Cilandak), hari Rabu tgl.24 Februari 2021, antara jam 8.30 sd 11.30 wib.

Saya diminta membawa KTP serta telah sarapan lebih dulu.Jadi pagi jam 8.15 wib saya berangkat dari rumah…wahh antrian kok banyak ya. Ternyata banyak yang masih bingung, belum mendaftar on line (tentu saja tak bisa dilayani, karena untuk menjaga jarak), ada juga yang belum menerima panggilan lewat WA tapi pengin segera ikut divaksin. Kabar baiknya warga terlihat begitu antusias untuk ikut vaksinasi.

Periksa administratif sambil diwawancara apakah sesuai form yang ditulis

Ada beberapa tahapan proses yang saya lewati:

Tahap 1: Saya antri untuk ambil nomor, dicek apakah nama saya ada di daftar…saya dapat nomor 70, dan disarankan duduk menunggu di tempat yang disediakan dengan menjaga jarak.

Tahap 2: Setelah dipanggil, saya beralih ke tenda dua, menunggu kemudian dicatat, nama, NIK, alamat rumah, no handphone (ini penting karena informasi disampaikan melalui WA), diwawancara ada keluhan penyakit apa saja.Tahap 3:Saya pindah ke tenda berikut. Disini dicek tekanan darah, suhu tubuh, diambil darah untuk dicek gula darah dan kadar kolesterolnya. Ditanya tinggi badan dan berat badan nya. Dikonfirmasi lagi penyakit yang kita punya.

Dicek tekanan darahnya

Tahap 3: Saya pindah ke tenda berikut. Disini dicek tekanan darah, suhu tubuh, diambil darah untuk dicek gula darah dan kadar kolesterolnya. Ditanya tinggi badan dan berat badan nya. Dikonfirmasi lagi penyakit yang kita punya.

Tahap 4: Di sini ada empat dokter, wawancara lebih lengkap….apakah punya sakit jantung, apa mudah lelah, apa seminggu terakhir pernah ketemu orang yang terpapar covid-19, apa punya diabetes, apa punya tekanan darah tinggi, apa ada keluhan autoimun dll. Mengobrol kegiatan saya selama ini…ditanya lagi seperti awal, apa punya penyakit dll, obat dan vitamin apa saja yang saya minum tiap hari. Kemudian dilakukan konfirmasi terakhir, diulang lagi pertanyaan awal….wawancara nya santai, agar kita benar-benar terbuka menceritakan apa keluhan kita.

Karena suami punya komorbid lumayan, saya tanya, apa memungkinkan divaksin. Dokter menjawab, bila memang ada keluhan yg berat, misalkan sakit jantung, akan disarankan kontrol ke dokter jantung lebih dulu, apakah aman untuk divaksin. Jika menurut dokter spesialis jantung memang tak membahayakan, maka bisa langsung datang untuk menerima vaksin tanpa perlu ikut antrian sejak awal, karena sudah tercatat. Kemudian dokter menyatakan bahwa saya boleh ikut divaksin.

Wawancara oleh dokter, yang kemudian diulang untuk mendapatkan konfirmasi, sebelum diputuskan apakah boleh divaksin apa tidak

Tahap 5:Saya masuk ke ruangan tempat untuk di suntik vaksin. Deg-deg an juga…ehh ternyata kok sebentar ya dan tidak sakit. Beda dengan saat vaksin meningitis….tangan pegal.

Disuntik vaksin

Tahap 6: Saya kemudian masuk ke ruang tempat menunggu untuk dimonitor selama 30 menit, apakah ada keluhan dan efek samping. Saya lapor ke petugas, dicatat dan petugas mengisi form. Saya kemudian disarankan untuk antri wawancara dokter sambil menunggu waktu 30 menit telah dilewati.

Di catat lagi setelah disuntik vaksin, diisi form jam berapa disuntik, kemudian diminta menunggu 30 menit untuk memonitor apakah ada efek samping

Dokter kembali wawancara, kegiatan saya sehari-hari, obat yang saya minum setiap hari, keluhan penyakit apa saja yang saya rasakan. Dan yang bikin surprised… pertanyaan terakhir dari dokter…”apakah ibu sekarang bahagia dengan kehidupan ibu?”Kemudian saya menunggu lagi…saat sudah waktunya, saya dipanggil, untuk diberi form agar nanti kembali untuk divaksin tahap 2 tanggal 24 Maret 2021….. ditanya apa saya tidak merasa ada keluhan, karena aman-aman saja saya boleh pulang.

Semoga pengalaman saya bermanfaat bagi teman-teman yang akan mengikuti vaksinasi.

Setelah 30 menit tidak ada efek samping, saya mendapat kartu ini untuk dibawa kembali tanggal 24 Maret 2021 guna mendapat suntikan vaksin tahap kedua

Satu pemikiran pada “Pengalaman mengikuti vaksinasi untuk lansia di PKM Cilandak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s