Obrolan Buku 14 Desember 2021: Menjadi Pribadi Transformatif dan Inspiratif

Kali ini, diskusi yang diadakan pada hari Selasa malam, dengan moderator mbak Rias Nurdiana, yang telah menulis beberapa buku antologi. Menulis memoar merupakan “self healing“. Saya ikut bergabung agak terlambat, jadi akan saya tulis apa yang saya ikuti sejak bergabung.

Menjadi Pribadi Transformatif dan Inspiratif

Pada obrolan malam ini, mbak Rias Nurdiana memberikan kesempatan pada penulis untuk menceritakan proses menulisnya, bagaimana perasaannya setelah tulisan tersebut selesai, apakah ada rasa lega, rasa nyaman seperti telah mengeluarkan uneg-uneg. Tulisan tentu saja tidak semata-mata mengeluarkan uneg-uneg, namun dipilih bagian-bagian yang bisa memberikan inspirasi pada para pembaca, serta melonggarkan perasaan. Istilah anak bungsu saya, agar kepala kita tidak berat dan menjadi lebih enteng.

Lanjutkan membaca “Obrolan Buku 14 Desember 2021: Menjadi Pribadi Transformatif dan Inspiratif”

A678+++: Reuni Ostilus 50 tahun

Sebetulnya rencana reuni yang ke 50 tahun Ostilus sudah digadang-gadang sejak lama. Apa boleh buat covid-19 nya nggak pergi-pergi. Akibatnya teman-teman panitia mengagendakan reuni dilaksanakan melalui zoom. Mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa sih ada angka A678 ditambah +++ dan apa siapa Ostilus itu?

Lanjutkan membaca “A678+++: Reuni Ostilus 50 tahun”

Obrolan Buku 13 Desember 2021- “Kyaiku dan Hidupku: Memoar Keteladanan Berakhlak dan Berilmu”

Buku ini berisi tulisan 19 memoaris. Sebagai moderator kali ini adalah gus M. Badruz Zaman, yang telah menerbitkan buku “Potret Moderasi Pesantren”. Gus Badruz mengemukakan, dalam perkembangan ilmu pendidikan dan pengajaran, saat ini telah banyak beredar buku-buku tentang cara belajar, buku psikologi belajar, sehingga sosok guru agak berkurang peranannya. Sistim pendidikan berkembang makin besar dan kompleks. Namun hal ini, berbeda antara cara santri dalam menghadapi gurunya, dengan mahasiswa menghadapi pembimbingnya. Cara penghormatan santri, dikenal dengan istilah taqdim, yang berarti mendahulukan kepentingan guru masih lekat di pesantren. Kemungkinan, karena hal ini disebabkan di universitas umum lebih banyak diajarkan tentang ilmu, sedang di pesantren lebih banyak diajarkan tentang taqdim.

Selanjutnya ustadz Ali Azhar, founder @catatan_azhar, penulis yang telah menerbitkan buku motivasi tentang Islam,  memberikan tausiah sekitar 10 menit, singkat tetapi padat dan sangat bermakna. Tausiah ustadz Ali Azhar sebagai berikut:

Cover Buku “Kyaiku & Hidupku”
Lanjutkan membaca “Obrolan Buku 13 Desember 2021- “Kyaiku dan Hidupku: Memoar Keteladanan Berakhlak dan Berilmu””