Obrolan Buku 15 Desember 2021: “Seni Berkompromi dengan Keterbatasan”

Mas Ngadiyo, sebagai moderator, mengawali menjelaskan siapa Era Chori Christina. Era menulis sejak kecil, awalnya menulis di diary. Kemudian mulai menekuni menulis dengan serius saat mulai ikut berkompetisi menulis di platform menulis online di Hipwee. Ada beberapa artikel Era Chori yang terbit di platform Hipwee. Di platform ini juga ada kelas menulis tentang buku inspiratif.

Era Chori Christina, dengan bukunya “Seni berkompromi dalam Keterbatasan”.

Era Chori tetap menulis walau peralatannya sangat tidak memadai. Era menulis di sela-sela pekerjaannya sebagai penjaga toko. Oleh atasannya, Era diperbolehkan meminjam komputer jika telah selesai jam kerjanya, untuk menulis. Naskah pertama dan telah diterbitkan oleh Diomedia adalah buku tunggal dengan judul ” Seni Berkompromi dengan Keterbatasan”

Lanjutkan membaca “Obrolan Buku 15 Desember 2021: “Seni Berkompromi dengan Keterbatasan””
Iklan

Obrolan Buku 15 Desember 2021: Titik Terendah dalam Hidupku

Pembahasan buku tentang “Titik Terendah dalam Hidupku” ini dipandu oleh mas Agus Yulian. Setelah memperkenalkan diri, mas Agus menceritakan kisahnya sendiri, bagaimana saat benar-benar berada di titik terendah dalam kehidupannya. Mas Agus saat itu bersama teman-temannya naik kendaraan menuju Pacitan. Acara selama di Pacitan berlangsung lancar, namun dalam perjalanan pulang mendapat kecelakaan, mobil yang ditumpangi 8 (delapan) orang terguling, beberapa kali berputar dan berhenti dengan kondisi terbalik. Saat itu sopir mencoba menghindari masuk jurang dengan membanting setir.

Mas Agus yang masih sadar, entah kenapa bisa membuka pintu mobil yang terbalik itu dan membangunkan teman-temannya agar segera keluar, khawatir mobil akan meledak. Saat itu, kepala mas Agus dalam kondisi berlumuran darah, sedang teman-teman lainnya tidak mendapatkan luka yang berarti, hanya sopir yang kakinya keseleo. Melihat luka yang parah tersebut, mas Agus segera dibawa ke rumah sakit, namun sayang rumah sakit terdekat tidak bisa menanggulangi luka yang berat tersebut, sehingga mas Agus kemudian dibawa dengan ambulance ke RS di Wonogori. Perjalanan yang sangat berat, mas Agus terus berzikir dan tidak berani memejamkan mata, berusaha untuk tetap sadar. Dokter yang menemani di ambulance, berkata…
“Sudah pak, tolong dihemat tenaganya agar tetap sadar saat sampai di RS Wonogiri.”

Susunan acara Festival Memoar dari Diomedia
Lanjutkan membaca “Obrolan Buku 15 Desember 2021: Titik Terendah dalam Hidupku”