Grup pertemanan yang berbeda namun tetap sehati

Apa grup pertemanan anda? Grup manakah yang paling kompak dan paling seru?

Saya mulai bergabung di grup teman-teman Smasa (singkatan dari SMA satu) Madiun ini baru setahun yang lalu. Awalnya ragu-ragu dan sempat keluar dari WA grup, mungkin karena lama tak ketemu (sekitar 48 tahun sejak lulus SMA…ooo udah tua ya), jadi obrolan tak nyambung. Syukurlah ada beberapa teman yang selalu menyemangati, jadi saya mulai datang ke acara kumpul-kumpul di Citos triwulan 2 tahun 2017. Banyak wajah-wajah yang pasti saya nggak kenal jika ketemu di jalan.

Lanjutkan membaca “Grup pertemanan yang berbeda namun tetap sehati”

Iklan

Ketemuan di Pondok Serrata, Semarang

Saya lupa sejak kapan mulai heboh acara reuni an, mungkin diawali sejak  adanya sosmed ikut membuat saya terhubung dengan teman lama yang selama ini lama tak berjumpa. Akibatnya, jika memungkinkan,  diadakan reuni kecil-kecilan, berupa kopdar, ketemuan sambil makan-makan mengenang masa lalu. Bahkan ada beberapa kelompok teman yang membuat grup, yang tidak saja sekedar kumpul-kumpul namun juga melakukan hal-hal yang positif.

Lanjutkan membaca “Ketemuan di Pondok Serrata, Semarang”

Ibu Guruku Cantik sekali

Tahun 1967…

Profil pict bu Endang di WA nya.

Hari masih pagi, lonceng tanda masuk sekolah masih 45 menit lagi. Namun di kelas 1E beberapa anak laki-laki telah ada di dalam kelas. Wah rajin sekali ya. Usut punya usut, mereka semangat datang pagi karena ingin segera menyapa ibu Endang yang akan mengajar pagi.

Ibu Endang saat itu masih lajang, cantik dan ramah, sehingga anak-anak SMA semangat mendengarkan pelajarannya. Dan apakah nilainya berbanding lurus dengan semangatnya? Ternyata tidak! Justru karena mengagumi bu Endang, mereka jadi kurang memperhatikan pelajarannya.

Lanjutkan membaca “Ibu Guruku Cantik sekali”

Jalan-jalan naik becak dan wisata kuliner di Solo

Soto Gading

Teman saya mengajak ke Solo, untuk menengok rumah orangtua nya. Kebetulan saya tidak ada acara, jadi bersedia ikut serta, apalagi Solo surganya wisata kuliner. Kami naik pesawat Sriwijaya pagi, begitu sampai Solo, setelah menaruh tas dan koper, segera menuju ke Soto Gading 1 dengan naik becak. Hujan yang turun lebat, membuat perut terasa hangat makan soto gading yang terkenal segarnya dan teh nasgitel (panas legi kentel)panas .

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan naik becak dan wisata kuliner di Solo”

Setelah Sepuluh Tahun

Tidak terasa saya dan keluarga telah sepuluh tahun tinggal di komplek perumahan ini. Suasana kompleks perumahan ini masih seperti di kampung …. walau sebetulnya dekat dengan jalan besar yang ramai 24 jam. Selama ini saya belum bisa aktif mengikuti kegiatan di kompleks ini, karena masih ada kesibukan lain nya. Awalnya saya ikut arisan, tapi nggak berjalan lama, karena arisan nya sudah bubar, saya masih di jalan. Yang masih bisa berlanjut adalah senam pagi yang diadakan dua kali seminggu, itupun hanya bisa aktif pada hari Sabtu, kalau tak ada acara lain.

Lanjutkan membaca “Setelah Sepuluh Tahun”

Empatpuluh delapan tahun kemudian

Rombongan Jakarta turun dari pesawat di bandara Adisucipto, Yogya.

Katanya reuni dan ketemu dengan teman-teman itu ngrabuk nyawa. Namun bagi saya, yang saat sekolah SMA nya nun jauh di Jawa Timur, urusan reuni bukan hal mudah. Dulu saja, saat masih muda,  saya kuliah di Bogor, maka saya pulang setahun sekali pas libur panjang. Liburan dua minggu saya manfaatkan jalan-jalan di Bandung atau Jakarta, maklum perjalanan pulang pergi perlu waktu 3 (tiga) hari, dan capek badan nya seminggu sendiri. Disamping itu, kegiatan perkuliahan yang padat dan sistem gugur, membuat saya selalu dihantui oleh kekawatiran tak bisa mengejar nilai bagus, maklum fisik saya tak termasuk kuat, dan setiap kali habis pulang bepergian memerlukan jeda cukup lama untuk kembali ke kehidupan normal.

Lanjutkan membaca “Empatpuluh delapan tahun kemudian”