Mengunjungi Shiraito no Taki dan Otodome no Taki

Petunjuk jalan ke arah Shiraito no Taki

Setelah gagal mendapatkan foto Fujisan yang bagus di Fumutoppara, dalam perjalanan Hiro menanyakan mau kemana, pilihannya mau melihat peternakan apa air terjun. Narp cerita ini air terjun paling bagus yang pernah dilihatnya di Jepang, dan lokasinya tak jauh dari jalan mobil sehingga ibu tidak akan capek.

Lanjutkan membaca “Mengunjungi Shiraito no Taki dan Otodome no Taki”

Mengunjungi Asakusa Temple

Di depan Asakusa Temple

Dari Cabin hotel kami berangkat sekitar jam 9.30 am. Hujan masih mengguyur daerah China town, jadi kami memakai payung menuju stasiun. Cuaca hari ini memang diramalkan mendung, namun cerah setelah tengah hari. Dari Ishikawacho Station, kami naik JR line menuju Tokyo station. Sampai Tokyo station kami mempelajari peta untuk mengetahui lokasi penitipan koper.

Lanjutkan membaca “Mengunjungi Asakusa Temple”

Menginap di Cabin Hotel, Yokohama

Memilih hotel yang tepat merupakan bahan diskusi antara anak, menantu dan saya. Karena kawatir kalau harus ngomong bahasa Jepang, saya meminta pada Hiro, bagaimana cari hotel yang cukup murah dan kami bertiga tidur sekamar. Setelah mencari dari internet, pilihan jatuh pada Cabin hotel di daerah China town, yang baru dibuka tiga bulan sebelumnya.  Hotel ini masih dekat dengan stasiun, dan cukup jalan kaki untuk mencapainya. Hotel ini dip[ilih karena sarapan paginya ada bubur ayam yang terlihat lezat difoto.

Lanjutkan membaca “Menginap di Cabin Hotel, Yokohama”

Melihat Fujisan dari dekat

Menunggu shinkansen Kodomo di Toyohashi station

Setelah badan agak enakan, dan dicoba pergi ke Nagoya perutku tak bermasalah, anak dan menantuku membuat rencana pergi ke gunung Fuji (Fujisan….San=gunung).

Memang melihat gunung Fuji dari dekat ini merupakan keinginanku sejak pertama kali ke Jepang, namun saat kunjungan sebelumnya si bungsu sedang sibuk-sibuknya kuliah serta cuaca saat itu kurang bersahabat (hujan terus).

Lanjutkan membaca “Melihat Fujisan dari dekat”

Mencari Bumbu Dapur di Osu

Lanjutkan membaca “Mencari Bumbu Dapur di Osu”

Mengunjungi Toyota Commemorative Museum Industry and Technology, Nagoya

Bersama si bungsu di depan museum

Setelah istirahat dan hanya jalan-jalan sekitar apato, dan badanku makin sehat, Hiro dan Narp mengajak mengunjungi museum Toyota di Nagoya, yang letaknya tak jauh dari Toyohashi. Dari apato kami berjalan kaki dengan jarak 140 meter sekitar 3 menit menuju Yagyubashi Station, dari sini naik Toyohashi Tetsudo Atsumi Line menuju Shin Toyohashi station. Dari Shin Toyohashi station pindah ke Toyohashi station yang berjarak 200 meter sekitar 4 menit. Dari Toyohashi station naik Meitetsu limited espress ke Kanayama station sekitar 48 menit dengan berhenti di 6 station.

Lanjutkan membaca “Mengunjungi Toyota Commemorative Museum Industry and Technology, Nagoya”

Jalan-jalan di tepi sungai Yagyugawa, Toyohashi

Sungai Yagyugawa dan anak naik sepeda pulang dari sekolah.

Apa yang saya mimpikan saat menengok si bungsu (Narp) dan suaminya di Toyohashi? Sejak menikah, si bungsu pindah ke apato di daerah Riverside. Jika kami mengobrol lewat whatsapp, si bungsu suka cerita keindahan dan keasrian tempat tinggalnya.

Menikmati kebersamaan dengan si bungsu

“Ibu pasti suka deh kalau ke sini,” kata Narp dengan menggebu-gebu. “Apatoku dekat sungai, kalau musim panas airnya jernih, suka ada burung bangau datang ke sungai tersebut. Juga ada ikan berenang-renang di sungai, sangat jelas terlihat karena air nya bening.

Dekat apato juga ada Mal, dan di situ ada gym, tempat aku dan Hiro suka nge gym bareng sepulang kerja. Kalau cuaca cerah, diakhir pekan, kami suka jalan-jalan sampai ke stasiun Toyohashi, dan jika capek, pulangnya naik kereta api ke arah Tahara dan turun di stasiun Yagyubashi.”

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan di tepi sungai Yagyugawa, Toyohashi”