Si jangkung misterius

Siang itu saya pulang kuliah naik sepeda, panas nya menyengat sampai ke ubun-ubun. Ya,  setelah menunggu panggilan dari PTN belum ada juga, akhirnya ayah setuju saya kuliah di PTS ambil Teknik Kimia di kota buaya. Ini kuliah hari kelima, tapi dosen nya ajrut2an, sering kosong. Konon katanya, beliau ngajar dulu di PTN baru ke swasta. Jam kuliah juga ada yang malam…duhh nasib kuliah di PTS.

Saat sampai di tempat kost, saya kaget melihat ayah, apa sebegitu kangen nya kok sudah ditengok padahal baru ditinggal seminggu. Ternyata ayah membawa berita…”Nduk, kamu diterima di IPB. Segera bereskan kopermu, kita pulang ke rumah. Besok siang kita berangkat ke  Bogor.” Segera kami mengejar kereta api yang menuju ke kota kelahiranku.

Lanjutkan membaca “Si jangkung misterius”

Jika isteri-isteri beranjangsana

Kali ini isteri pak Bambang agak stres dan uring-uringan. Rasanya sebal sekali, dia barusan membuka lemari baju, betapa menyedihkannya. Dia mencoba menelusuri baju-baju yang tertata rapi di almari, siapapun akan mengatakan bahwa bu Bambang patut berbangga, mempunyai koleksi baju yang bagus. Memang bu Bambang tak bisa dibandingkan dengan ibu lain, yang koleksi bajunya lebih luar biasa, tapi selera bu Bambang terkenal anggun, bahkan baju yang biasa-biasa saja terkenal manis dan serasi jika dipakainya.

Lanjutkan membaca “Jika isteri-isteri beranjangsana”

Uh…uh …tenyata harus belajar ilmu Hukum juga

Saat ini putaran job training Rita sampai pada bagian administrasi perkreditan. Untuk lebih memahami, Rita juga berkunjung ke notaris rekanan Kantor Cabang tersebut. Pada umumnya untuk kredit yang masih kecil, bentuk perikatannya masih sederhana, dan hal ini berbeda jika kredit telah besar, dan usaha juga makin kompleks. Bila usaha makin kompleks, maka perjanjian kredit dipersyaratkan untuk dibuat secara akte notariil.

Lanjutkan membaca “Uh…uh …tenyata harus belajar ilmu Hukum juga”