Oleh: edratna | Mei 3, 2017

Ziarah ke Raudah

Halaman Masjid Nabawi

Banyak tempat yang digunakan untuk berdoa oleh jemaah umroh dan haji, antara lain Raudah. Dari masjid Nabawi,  bagi para perempuan, masuknya adalah dari pintu 25. Letak Raudah ini di antara makam Rasulullah saw dan mimbar. Panjang Raudah dari barat ke timur adalah 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter. Raudah ini dibagi dua, untuk kaum laki-laki bisa langsung sholat di sebelah makam Rasulullah saw, namun untuk perempuan Raudah ini hanya dibatasi empat tiang,  karpetnya berwarna hijau (karpet lainnya berwarna merah). Raudah adalah tempat yang makbul untuk berdoa. Baca Lanjutannya…

Dini hari jam 3.30 waktu Madinah kami sudah berkumpul, kemudian bersama-sama menuju masjid Nabawi. Ustadz menjelaskan dimana letak pintu masuk untuk perempuan, karena di masjid Nabawi, perempuan dan laki-laki tempat sholat nya terpisah. Cuaca masih “agak dingin” bagi ukuran saya, sehingga saya pakai syal untuk menahan dingin. Memasuki halaman masjid Nabawi, mata terpaku melihat payung-payung yang tertata rapi di halaman nya, saat itu payung masih menutup.

Payung di Masjid Nabawi

Payung ini akan terbuka pada siang hari dan pada tiang-tiangnya akan memancarkan air untuk mendinginkan cuaca. Saya dan Minah segera memasuki Masjid Nabawi, sandal dilepas, tas diperiksa oleh Askar. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | April 30, 2017

Day 4- Menuju Madinah

 

Selesai Thawaf Wada, berfoto dulu                       (foto by Ustadz Dedi Hariadi).

Seperti biasa, rombongan yang mau Thawaf sunnah dilanjutkan sholat Tahajud berkumpul di lobby hotel jam 2.30 waktu Mekah. Ini hari terakhir kami sholat Tahajud di Masjidil Haram, tempat dimana doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah swt. Setelah berkumpul, kembali kami dibagi menjadi 3 (tiga) rombongan, yang masing-masing rombongan dipimpin oleh seorang Ustadz. Rombongan saya berhenti dulu sebelum masuk masjid untuk berdoa, kemudian mulai melangkah ke dalam masjid dengan kaki kanan terlebih dahulu. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | April 29, 2017

Day 3-Badal Umroh

Sejak awal, keinginan saya pergi umroh adalah mengumrohkan ayahanda almarhum (populer di sebut Badal Umroh). Saya diskusi dengan pak RS, CEO Khalifah Tour, apakah memungkinkan apabila saya akan mengumrohkan ayahanda almarhum? Jawaban pak RS, ” Mengenai mengumrohkan bisa saja bu, walau sebagian ulama menganggap tidak ada dasar hukumnya.” Hari ketiga merupakan saat yang tepat untuk melakukan badal umroh, karena hari keempat sudah berangkat ke Madinah. Ternyata yang  ingin melakukan badal umroh banyak, 49 orang, jadi panitia menyewa satu bis besar. Rombongan umroh dari KT ini semuanya berjumlah 188 orang dari bayi 2 (dua) tahun sampai yang berumur 81 tahun. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | April 28, 2017

Day 2- Ziarah di Mekah

Hari Senin, 17 April 2017.

Lobby Swisotel Hotel

Jam 02.30 waktu Mekah, kami berkumpul di lobby hotel untuk bersama-sama menuju Masjidil Haram, untuk melaksanakan thawaf sunnah dan sholat Tahajud. Ustadz  DH yang memimpin rombongan kali ini, benar-benar membuat saya bisa menangis bercucuran sambil mengelilingi Kabah.

Selesai Thawaf Sunnah berfoto dulu

Setiap putaran beliau mengingatkan..”Bapak ibu, pada putaran pertama ini, marilah kita bertobat, mohon ampun atas dosa kita. Curhat kepada Allah, agar memberikan kesehatan dan keselamatan bagi kita, serta memberikan kebaikan di dunia dan di akhirat, dan menjauhkan kita dari pintu neraka.”

Pada putaran kedua, beliau mengatakan: ” Marilah kita mendoakan orangtua kita kita, baik yang masih hidup atau sudah almarhum, mari bayangkan wajah beliau, mohon Allah mengampuni dosa orangtua kita, mertua kita, doakan agar nanti kita bisa berkumpul dengan beliau di sorga.” Begitu terus, Ustads DH ini setiap putaran thawaf akan mengingatkan kita untuk berdoa, untuk suami, anak-anak, saudara, sahabat dan teman baik. Hal ini membuat saya menjadi lebih fokus dalam berdoa…..sambil bercucuran air mata. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | April 27, 2017

Perjalanan Umroh bersama si Mbak

Day 1

Saya dan Minah

Bertemu mas Pinky bersama ibu, yang merupakan dosen, senior dan mentor suami saat kuliah di Teknik Mesin ITB. Sedangkan ibu Ilse dari Elektro ITB.

Kali ini saya umroh bersama si mbak yang telah tinggal bersama keluarga saya sejak tahun 1992, berarti telah 25 tahun. Jangan salah, dia membiayai sendiri perjalanan nya, bahkan telah siap untuk pergi umroh bertahun-tahun lalu. Hanya saja saya yang masih belum sempat, baik dari sisi biaya maupun waktu.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengumpulkan uang, kebetulan travel yang pernah saya gunakan saat naik Haji sedang promo dalam rangka ulang tahun, sehingga harganya “agak miring.” Umroh kali ini, saya niatkan untuk sekaligus “Badal Umroh” (meng umroh kan almarhum ayah, yang belum sempat melaksanakan umroh). Baca Lanjutannya…

Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, tentang suka dukanya mengurus persyaratan menikah dengan warga negara Jepang, setelah pernikahan telah berjalan lancar, maka ribet lagi mengurus pencatatan nya. Sebetulnya sih hebohnya karena kurang informasi dan tak tahu kemana mesti bertanya.

Akhirnya, karena sesuatu dan lain hal, si bungsu menikah di KBRI Jepang, tepatnya di mushola Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Disini, anak saya dan suaminya mendapat buku nikah yang berwarna hijau dan merah, dengan pesan agar nanti jika pulang ke Indonesia supaya dilaporkan. Nahh di sini mulai kacau informasinya, pemahaman saya dan suami adalah dilaporkan ke KUA di Jakarta. Jadi saat sebelum diadakan acara syukuran di Jakarta, si bungsu menelepon Kepala KUA apakah bisa datang hari Senin, kepala KUA menjawab ada di tempat.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Maret 2, 2017

Si Kecil dan Dokter Gigi

Zaman anak-anak saya, mengajak ke dokter gigi adalah hal yang paling sulit. Mereka sudah takut duluan dengan peralatan dokter gigi. Sampai akhirnya ketemu dengan dokter gigi perempuan, yang pinter menarik hati anak-anak. Sebelum anak saya duduk di kursi untuk diperiksa, diajak latihan menggosok gigi boneka. Kemudian baru anak saya beneran duduk di kursi untuk periksa gigi, dan bu dokter gigi bilang…..” Buka mulut ya, nggak lama kok…..nggak sampai 10 hitungan.” Bagaimana caranya? Rupanya bu dokter menghitungnya pelan-pelan sehingga sampai selesai nggak menyentuh angka 10.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Februari 26, 2017

Vaksin meningitis dan vaksin flu

Sebagai salah satu syarat mengurus visa untuk umroh adalah harus vaksin meningitis, sedang vaksin flu optional. Saya berangkat dari Jakarta pagi-pagi, naik Cititrans jam 5.15 wib. Jalanan lancar, namun mulai belok ke Cipularang, mulai tersendat dan lama-lama berhenti. Aduhh kenapa ya…apa ada yang longsor lagi atau kecelakaan? Setelah menunggu lama, kendaraan mulai bergerak lagi, rupanya di kiri jalan banyak truk yang antri untuk keluar tol Purwakarta. Selanjutnya jalan Tol Cipularang dari Purwakarta ke Bandung relatif lancar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Februari 11, 2017

TenRen’s Tea

TenRen's Tea

TenRen’s Tea

Setiap kali melewati bangunan dengan dekorasi warna hijau ini, saya selalu menengok, gara-gara si sulung sudah lama ingin mentraktir saya untuk mencoba berbagai jenis teh, karena tahu ibunya suka menikmati teh.

Si sulung depan pintu masuk TenRen's Tea.

Si sulung depan pintu masuk TenRen’s Tea.

Kebetulan saat ini dia sedang ada proyek di daerah Pecenongan, yang berdekatan dengan tempat kerja saya di jalan Veteran II. Tapi kapan ya…. rasanya waktu kok nggak pernah cukup. Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori