Dengan Sosmed, kita bisa menemukan teman-teman lama

Saya mendapat tugas untuk menulis tentang Smasa 69 Madiun, tugas yang mudah tapi juga sulit. Setelah adanya WAG (WhatsApp Group), kami bisa berhubungan baik secara fisik maupun on line, yang akhirnya bisa melakukan berbagai kegiatan bersama. Kemudian muncul ide untuk membuat buku kenangan. Waduuh..lha saya sendiri belum pernah bikin buku, kok ini kejatuhan sampur untuk buat tulisan. Apa boleh buat, satu-satu nya media adalah melalui tulisan di blog, karena sekaligus cara yang saya kenal untuk bisa menampilkan tulisan beserta foto-foto. Jadi, saya akan memulai cerita bersambung tentang teman-teman di Smasa 69 (maksudnya alumni Smasa tahun 69….udah oma-oma ya).

Lanjutkan membaca “Dengan Sosmed, kita bisa menemukan teman-teman lama”

Iklan

Mengapa perlu menerapkan Manajemen Risiko dalam proses pemberian kredit?

Saya mendapat pertanyaan, bagaimana cara menerapkan pelaksanaan manajemen risiko dalam proses pemberian kredit yang efektif di Bank? Bagaimana, agar proses bisnis berjalan lancar, namun manajemen risiko bisa bekerja dengan efektif. Disadari, ada persepsi bahwa adanya manajemen risiko akan memperlambat proses bisnis. Sedangkan tanpa manajemen risiko, bank tidak dapat mengetahui seberapa risiko yang ada dan apakah telah diperhitungkan semuanya? Untuk memahami ini, maka kita perlu mengetahui hal-hal di bawah ini: Lanjutkan membaca “Mengapa perlu menerapkan Manajemen Risiko dalam proses pemberian kredit?”

Resensi Buku: Bude Ocie di Maroko

Buku Bude Ocie di Maroko, sudah di tangan.

Buku “Bude Ocie di Maroko” ini menceritakan perjalanan Ocie ke Maroko. Membaca buku Ocie, seperti kita ikut dalam perjalanan nya.

Ocie yang lulusan arsitektur ITB ini mengagumi bangunan-bangunan tua yang masih terawat di Maroko, umumnya berbentuk art deco, kulinernya yang khas, serta kerajinan tangannya yang menarik. Bangunan masjid, dengan ukiran kayunya yang khas,  merupakan salah satu budaya Moor di kawasan Maghreb. Kawasan Maghreb merujuk lima negara di Afrika Utara: Maroko, Mauritania, Algeria, Libya dan Tunisia.

Casablanca

Lanjutkan membaca “Resensi Buku: Bude Ocie di Maroko”

Ibu Guruku Cantik sekali

Tahun 1967…

Profil pict bu Endang di WA nya.

Hari masih pagi, lonceng tanda masuk sekolah masih 45 menit lagi. Namun di kelas 1E beberapa anak laki-laki telah ada di dalam kelas. Wah rajin sekali ya. Usut punya usut, mereka semangat datang pagi karena ingin segera menyapa ibu Endang yang akan mengajar pagi.

Ibu Endang saat itu masih lajang, cantik dan ramah, sehingga anak-anak SMA semangat mendengarkan pelajarannya. Dan apakah nilainya berbanding lurus dengan semangatnya? Ternyata tidak! Justru karena mengagumi bu Endang, mereka jadi kurang memperhatikan pelajarannya.

Lanjutkan membaca “Ibu Guruku Cantik sekali”

Jalan-jalan naik becak dan wisata kuliner di Solo

Soto Gading

Teman saya mengajak ke Solo, untuk menengok rumah orangtua nya. Kebetulan saya tidak ada acara, jadi bersedia ikut serta, apalagi Solo surganya wisata kuliner. Kami naik pesawat Sriwijaya pagi, begitu sampai Solo, setelah menaruh tas dan koper, segera menuju ke Soto Gading 1 dengan naik becak. Hujan yang turun lebat, membuat perut terasa hangat makan soto gading yang terkenal segarnya dan teh nasgitel (panas legi kentel)panas .

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan naik becak dan wisata kuliner di Solo”

Setelah Sepuluh Tahun

Tidak terasa saya dan keluarga telah sepuluh tahun tinggal di komplek perumahan ini. Suasana kompleks perumahan ini masih seperti di kampung …. walau sebetulnya dekat dengan jalan besar yang ramai 24 jam. Selama ini saya belum bisa aktif mengikuti kegiatan di kompleks ini, karena masih ada kesibukan lain nya. Awalnya saya ikut arisan, tapi nggak berjalan lama, karena arisan nya sudah bubar, saya masih di jalan. Yang masih bisa berlanjut adalah senam pagi yang diadakan dua kali seminggu, itupun hanya bisa aktif pada hari Sabtu, kalau tak ada acara lain.

Lanjutkan membaca “Setelah Sepuluh Tahun”