Kala itu, kita merajut kata untuk masa depan. Apa yang kau inginkan? Apa tujuan hidupmu? Bagaimana cara membesarkan anak-anak? Semua terasa indah, dan ingin segera mencapai semua rencana itu.
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, hambatan dan kendala, harapan dan kepasrahan silih berganti. Akankah tercapai cita-cita kita berdua? Disela kesibukan, dan kerja keras, saya bersimpuh dihadapan Mu, ditengah malam yang sepi….”Ya, Allah kabulkanlah harapanku..”
Dua puluh enam tahun berlalu, pelan-pelan Engkau mengabulkan permohonan kami satu persatu. Tapi belum semuanya, masih ada satu yang sangat kami harapkan. Akankah kami memperolehnya di awal tahun ini?
Terimakasih ya Allah, Engkau telah mengabulkan doa dan harapanku. Betapa Engkau mencintai kami sekeluarga. Kami telah mendapatkan anugerahmu yang telah kami nanti-nantikan sejak lama. Terimakasih ya Allah….
(Renungan…awal tahun 2008)

saya tidak tau itu apa, tapi…
Amiinn, semoga terkabul
Oleh: nurussadad on Januari 11, 2008
at 4:01 pm
Mudah2an permohonan Bu Enny yang satu itu benar-benar dapat dikabulkan oleh-Nya.
*Berlalu sambil tak henti2nya menyatakan rasa kagum*
Oleh: Sawali Tuhusetya on Januari 11, 2008
at 5:19 pm
mendapat anugrah momongan ya bu’?
cucu yang imut…
maaf kalo keliru,
(^_^)
Oleh: adi.nugroho on Januari 11, 2008
at 5:23 pm
*bantu doa*
amin…
Oleh: Moerz on Januari 11, 2008
at 5:36 pm
Semoga permohonan Bu Ratna diijabahi Gusti Allah. Amin.
Oleh: kombor on Januari 11, 2008
at 6:01 pm
Allah kang ngijabani, Allah kang kinabulaken…
Oleh: sitijenang on Januari 11, 2008
at 7:20 pm
Nurussadad,
Makasih doanya.
Pak Sawali,
Alhamdulillah, akhirnya Allah swt memperkenankan permohonan kami berdua.
Adi Nugroho,
Bukan cucu, karena keduanya belum menikah, tapi alhamdulillah udah lulus kuliah semua.
Moerz,
Makasih……Amien
Kang Kombor,
Makasih doanya…akhirnya keduanya udah selesai semua.
Sitijenang,
Makasih doanya….
Oleh: edratna on Januari 11, 2008
at 7:31 pm
Akhirnya doa itu benar-benar terkabul ya, bu..
Doa seorang ibu memang mustajab..
Oleh: qzink666 on Januari 11, 2008
at 8:27 pm
saya ikut berdo’a
rasa syukur yang tulus dari seorang Ibu
Oleh: hadi arr on Januari 11, 2008
at 9:53 pm
semoga Tuhan mengabulkan keinginanku duluan
… bu Enny kan dah banyak terkabul nya .. gantian anak2nya dong .. hehe ..
Oleh: sandy eggi on Januari 11, 2008
at 10:15 pm
Qzink666,
Alhamdulillan…..makasih…
Hadi arr,
makasih…
Sandy Eggie,
Harapan dan doanya untuk anak-anak kok Sand…syukurlah akhirnya terkabul, dan tugas saya sebagai ibu menjadi lebih ringan….
Oleh: edratna on Januari 11, 2008
at 10:18 pm
Bu enny ga balas sms saya ya. padahal jawaban komen diatas lebih dari jam 10 malam, artinya masih melek hehe.
kirim emailnya ke mail yang ini aja bu, gmail diblok sama jaringan kantor (all google accounts, blogger, etc!!). accidentally, di field cuma ada jaringan kantor
.
sukses ya bu!
Oleh: trian on Januari 11, 2008
at 11:41 pm
Saya jadi bisa ngerasain kebahagian ibu saya lewat ibu. Pastinya perasaan ibu saya ketika berharap dan akhirnya harapan itu terkabul seperti perasaan ibu saat ini.
Oleh: undercover on Januari 11, 2008
at 11:50 pm
amin, semoga sukses selalu bu…
Oleh: aRuL on Januari 11, 2008
at 11:51 pm
Trian,
Sorry…..saya pikir nanti aja di sms lagi…jika waktunya udah dekat….hmm kalau begitu Ikram dan Anjar saya kasih nomor hp mu ya biar bisa kontak.
Bisa makin hitam tuh di field terus….gpp ya Trian, biar hitam manis …hehehe
Undercover,
Betul, hadiah benar-benar membuat saya yakin bahwa Allah swt masih menyayangi kami sekeluarga. Betapa seringnya saya hampir patah semangat, tapi saya yakin kekuatan doa seorang ibu bisa membantu anak-anaknya untuk menggapai tujuan. Ini juga baru langkah awal, semoga seterusnya makin lancar.
Arul,
Makasih…semoga Arul juga sukses, dan segera selesai ya. Salam.
Oleh: edratna on Januari 12, 2008
at 6:21 am
habis gini cari mantu dong…
Oleh: alief on Januari 12, 2008
at 7:21 am
Pak Alief,
Biarlah mereka yang memutuskan… yang satu kepengin S2 dulu….
Mudah2an jalannya lancar, doa ibu tak pernah berhenti…..
Oleh: edratna on Januari 12, 2008
at 9:56 am
Aminnn… God Bless The
InternetFamily…Baidewei, saya ga tau apa renungan saya…
Oleh: rozenesia on Januari 12, 2008
at 1:21 pm
yang terpenting terus berusaha dan berdoa. Semoga memperoleh anugrah yang diharap-harapkan. AMIN
Oleh: la mendol on Januari 12, 2008
at 3:22 pm
Semoga renungan dan harapan ibu tercapai di tahun 2008. Wish you the best..
Good man, good deed will deserve the best thing happen to them.
Oleh: sakuralady on Januari 12, 2008
at 3:47 pm
dan anugerah apakah gerangan di awal tahun baru ini, Bu?
apakah riak dan lautan gelombang yang menerpa bahtera sudah bosan karena cemburu melihat penghuninya begitu mesra? :p..hehe
Oleh: dika on Januari 12, 2008
at 4:59 pm
Rozenesia,
Amien…pasti ada dong harapannya….
Ia mendol,
Walaupun harapan udah tercapai, bersyukur, berdoa tetap harus dilakukan, agar kita mensyukuri apa yang kita peroleh, dan serta mohon dilipatgandakan pahalanya.
Sakuralady,
Makasih…udah balik ke Jepang?
Dika,
Makasih…ntar Trian biar cerita….
Oleh: edratna on Januari 12, 2008
at 6:03 pm
alfatihah..alfatihah..alfatihah..
berdoa untuk kesuksesan ibu enny selalu.
amien..
Oleh: evan on Januari 12, 2008
at 11:47 pm
Evan,
Terimakasih…..
Oleh: edratna on Januari 13, 2008
at 6:01 am
Alhamdulillah, ikut senang membaca terkabulkannya doa dan harapan ibu.
Dua puluh enam tahun bukanlah waktu yang sebentar… dan saya seperti disadarkan bahwa kita harus terus berharap. Terima kasih ya bu, juga untuk comment n sharingnya di blog saya
Oleh: pratanti on Januari 13, 2008
at 10:07 am
Pratanti,
Terimakasih. Saya senang membaca blogmu, sejak anak sulung kelas 4 SD, hubungan saya dengan psikolog menjadi dekat, agar bisa mendidik anak dengan kesalahan yang minimal.
Meski demikian, tetap aja ortu sulit memahami dunia anak-anak yang cepat berubah, yang berbeda dengan zamannya ortu, sehingga ada kemungkinan ortu juga berbuat salah…untuk itu harus berani minta maaf….Tanpa para psikolog, mungkin saya stres dalam menghadapi bagaimana menjadi ortu yang membuat anak merasa nyaman.
Oleh: edratna on Januari 13, 2008
at 10:21 am
walaupun saya ga tahu apa keinginan Ibu, tapi Alhamdulillah telah terkabul
Oleh: utaminingtyazzzz on Januari 13, 2008
at 2:59 pm
Utaminingtyazzzz,
Keinginan seorang ibu selalu berkaitan dengan kebahagiaan anak-anaknya.
Terimakasih.
Oleh: edratna on Januari 13, 2008
at 3:22 pm
Udah kembali ke Jepang bu.
Semoga bisa bertemu di masa yang akan datang ya bu. Sukses selalu!
Oleh: sakuralady on Januari 13, 2008
at 7:17 pm
Semoga terkabul ya bu
Doa seorang ibu memang the best de
Oleh: Riadi on Januari 13, 2008
at 8:19 pm
Riadi,
Makasih
Oleh: edratna on Januari 14, 2008
at 7:38 pm
amin, amin bu
aduh nih blog lama-lama jadi keluarga besar gini
Oleh: iway on Januari 15, 2008
at 8:26 am
Riadi,
Makasih ya….
(Baca postingan tentang “Jangan abaikan jika anda mengantuk berlebihan”…. itulah anugerah yang saya maksudkan)
Oleh: edratna on Januari 15, 2008
at 9:02 am
wah akhirnya terkabul juga ya. menunggu 26 tahun bukan waktu yg pendek.. padahal kata orang menunggu itu adalah pekerjaan paling membosankan.. tapi kalau dijalani dengan kesabaran yg ‘benar-benar sabar’ dan tekun pasti tercapai juga.. dan bu enny dah membuktikannya..selamat ya bu enny.
Oleh: osinaga on Januari 16, 2008
at 10:21 am
Salam kenal dan semoga tahun baru menjadi awal yang indah
Oleh: FraterTelo on Januari 16, 2008
at 2:55 pm
Syukur yang sangat saya ikutsertakan atas keterkabulaan satu persatu harapan mbak Ratna….
Semoga saja ya mbak doa-doa lain dan harapan-harapan lain bisa terkabul, apalagi jika dilakukan pada dua per tiga malam. Dia kan sudah berjanji pada waktu itu, sekali lagi amin.,…..
Oleh: perempuan on Januari 17, 2008
at 8:29 am
Osinaga,
Iya, saya bersyukur sekali Tuhan masih mencintai saya dan keluarga. Perjuangan yang penuh liku, airmata dan tawa bergantian….namun masih ada tahap lanjutannya. Bukankah kita harus terus berjuang, dan bahkan baru berhenti setelah mati?
Frater Telo,
Terimakasih, mudah2an kami semakin kuat….dan semoga tahun 2008 semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Perempuan,
Iya, justru setiap kali saya menghadapi masalah, pelariannya hanya lewat doa, jika tanpa itu mungkin saya sudah tak kuat lagi. Dan ternyata “Dia” memang menjawab doa kita, walau jawaban Nya belum tentu sesuai keinginan kita, karena Dia Maha Tahu dan melihat apa yang ada di depan.
Oleh: edratna on Januari 17, 2008
at 10:08 am
ikut mendoakan bunda, semoga sukses selalu. tapi, tugas ibu belon selesai tuh. kata bapak, usai wisuda anak, beban pikiran orangtua tambah berat loh.. nyari kerjaan lah, mikir nganggur lah, mikir ngawinin lah, fyuhhh… semoga bunda tabah yahhhhhh….
Sandemoning,
Tugas orangtua dikatakan selesai setelah anak lulus kuliah, selanjutnya mendoakan agar si anak mendapatkan pekerjaan yang pantas, dan sesuai minat serta kompetensinya. Tugas mencari pekerjaan, untuk mencari biaya menikah adalah tugas anak…dia lah yang harus menabung mengumpulkan uang dari hasil kerjanya …baru menikah. Tugas ortu hanya melamar (jika anaknya cowok)…selanjutnya mendoakan.
Saya tak pernah membebani ortu setelah lulus S1, demikian pula seharusnya anak-anakku. Dan menikah, yang penting adalah syarat sah nya, bukan pesta yang glamor…karena menikah merupakan awal dari tugas yang lebih berat….Dan kedua anakku sudah mengetahui prinsip orang tuanya ini, mereka sangat setuju, karena mereka ingin menikah secara sederhana, hanya dihadiri kerabat dekat dan teman-teman dekatnya.
Oleh: sandemoning on Januari 21, 2008
at 9:54 pm