Beda “Dongeng” dan “Berita” di Mata si Kecil

Benar yang dikatakan orang bahwa punya cucu sungguh menyenangkan, apalagi jika cucu sudah bisa diajak mengobrol. Namun sebagai eyang juga harus berhati-hati, tetap harus mengikuti aturan main yang telah disepakati oleh kedua orang tua cucu, agar eyang tidak terlalu memanjakan sehingga nantinya berakibat kurang baik bagi perkembangan cucu.

Cucu saya berada pada usia yang menyenangkan, karena sudah bisa diajak mengobrol, dan sungguh membahagiakan melihat perkembangan sehari-harinya. Hari-hari saya berlalu demikian saja, karena setelah lelah dari bepergian saya akan mendengarkan celotehan cucu yang menceritakan pengalaman nya di sekolah (TK kecil). Lanjutkan membaca “Beda “Dongeng” dan “Berita” di Mata si Kecil”

Iklan

Pertemuan tahunan di Food Court Pasar Raya

Sejak tiga tahun lalu, EM (panggilan akrab kami) memilih Food Court Pasar Raya  untuk mengadakan pertemuan dengan teman-teman  blogger jika mudik ke Jakarta. Sebelumnya tempat pertemuan bervariasi, namun memang lokasi Pasar Raya yang paling menguntungkan, mudah dicapai melalui kendaraan umum, dan jika membawa kendaraan sendiri tempat parkir cukup luas. Ada yang menyenangkan melihat perkembangan Food Court Pasar Raya ini, jika tiga tahun lalu terasa sepi sekali, kemarin  lebih rame, juga variasi makanan nya lumayan banyak. Saya melihat banyak kelompok pertemanan, keluarga yang asyik mengobrol di beberapa tempat. Pasar Raya ini dulunya Mal yang sangat populer, jika ada teman dari luar negeri yang ingin belanja khas barang produksi Indonesia, saya selalu membawa nya ke Pasar Raya. Sayang, dengan kemunculan berbagai Mal lain, kelihatannya Pasar Raya, serta lingkungan blok M menjadi menurun daya tariknya karena pengunjung punya banyak pilihan lain. Adanya Mal “Blok M Square” diharapkan dapat meningkatkan kondisi lingkungan blok M seperti masa jayanya.

Lanjutkan membaca “Pertemuan tahunan di Food Court Pasar Raya”

Solitaire dan sendiri

Membaca blognya teman disini dan disini, yang mengajak untuk berbagi cerita bagaimana kita menghabiskan waktu sendirian, saya mencoba untuk ikut meramaikan. Saya tak pernah ikutan berbagai kontes yang diadakan oleh teman-teman blogger, maklum masih merasa, menulis di blog sendiripun susah sekali untuk disiplin, walau target saya tak tinggi-tinggi, minimal satu kali dalam satu minggu. Memang kadang jika lagi jenuh (aneh ya, jenuh jadi rajin menulis?), malahan “agak aktif”, bisa seminggu dua kali menulis di blog. Saya tak pernah bermain kartu atau game. Mengapa? Saya sendiri tak tahu, hanya dulunya ayah saya kawatir, karena bermain kartu saat itu konotasi nya bisa digunakan sebagai judi. Pendapat yang aneh, dan hal ini sempat membuatku kesulitan saat saya belajar Statistik, karena contoh yang diberikan oleh dosen, yang berasal dari Sumatra Utara, selalu mengambil contoh kartu remi. Lha saya sendiri tak pernah bermain remi, pengalaman ini membuatku tak membuat banyak batasan pada anak-anak, yang penting adalah memahami risiko nya, dan menjaga agar anak-anak tak berjalan di luar jalur.

Lanjutkan membaca “Solitaire dan sendiri”

Mencoba “Bagel” di Angel-in-us Coffee

Saya beberapa kali melewati cafe ini, sejak dibuka pertama kali bersamaan dengan pembukaan Lotte Mart di jalan Fatmawati. Karena ada tulisan Coffee, dan saya sudah menghindari kopi sejak bertahun lalu, maka saya mengabaikan cafe ini. Sampai suatu hari, setelah membayar tagihan kartu kredit melalui Bank, saya bersama menantu dan cucu pergi ke Lotte Mart, yang dituju bukan Lotte Mart nya karena saya malas antri panjang saat membayar apalagi membawa bayi, tapi mau lihat-lihat vest untuk si sulung di Calisto.

Lanjutkan membaca “Mencoba “Bagel” di Angel-in-us Coffee”

Yang lucu-lucu dari sebuah perjalanan

Pada setiap perjalanan, kita sering menemukan hal aneh maupun lucu. Kadang menggelikan kalau kita tak terlalu lelah, namun juga menyebalkan, terutama kalau kondisi kita lelah, stres, sehingga mudah menjadi tersinggung. Namun karena perjalanan kali ini beserta teman, apalagi didampingi putrinya, yang kebetulan berlibur, maka perjalanan menjadi lebih menyenangkan, banyak sendau gurau, bahkan hal kecilpun sering menjadi bahan tertawaan.

Lanjutkan membaca “Yang lucu-lucu dari sebuah perjalanan”

Mencoba makanan Korea di “Chaesundang”

Hujan yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat badan menjadi kurang sehat, terutama bagi orang seusia saya. Walau sudah pakai baju rangkap, tebal, namun tetesan air hujan sering membuat pusing kepala. Jadi, saat ke kantor dan waktunya makan siang, penginnya makan yang segar dan hangat. Tentang urusan makan sebetulnya tak ada masalah karena kantor saya menjadi satu dengan Mal, yang menyediakan berbagai jenis makanan, tinggal memilih sesuai selera dan uang  yang ada di kantong. Makan di Eat & Eat sudah bosen, karena nyaris dua kali seminggu makan di situ,  rasanya semua jenis makanan di Eat & Eat telah dijelajahi. Kemana ya? Kami bertiga menyelusuri Mal GC, dan mata ini langsung terarah pada makanan Korea. Saya bertanya pada teman, pernah coba makanan Korea? Dan yang jelas ada nasinya…jadi perut pasti kenyang deh.

Lanjutkan membaca “Mencoba makanan Korea di “Chaesundang””

HBH AE678, dan Lingkungan yang Makin Berubah

Setelah Lebaran, undangan mulai bertubi-tubi datang, dari undangan Halal Bil Halal (HBH), reuni sambil silaturahim, kondangan hajatan, maklum bulan Syawal dipercaya bulan yang penuh berkah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan. Dan teman-teman dari A678, kali ini teman E678 ingin gabung, jadi disepakati kami akan mengadakan HBH sekaligus reuni di Bogor, maklum sebagian dari alumni AE678 bekerja di Bogor dan sekitarnya, sekaligus nostalgia. Alternatif nya, acara diadakan di Cafe Mahatani, yang merupakan kampus kenangan di Baranangsiang, atau di Cafe Gumati. Kalau boleh memilih sih, inginnya di Cafe Mahatani, tempat kami biasa duduk-duduk sambil menunggu kuliah selanjutnya, tempat awal kencan diam-diam dan kegiatan lainnya. Masalahnya, jika di Cafe Mahatani, harus ada tenda tambahan serta katering, dan mengingat kami semua makin bertambah usia, rasanya kok repot kalau masih harus capek mikirin tenda dan lainnya, akhirnya berdasar pemungutan suara on line (lewat milis, maksudnya), disepakati acara diadakan di Cafe Gumati pada tanggal 11 September 2011. Mengapa tanggal 11 September? Bukan apa-apa, awalnya acara HBH ini akan digelar di kebun durian milik Hoky, namun saat bulan Ramadhan Hoky kena serangan jantung dan harus dioperasi, sehingga acara reunian sambil makan durian batal (walau umur kami seharusnya tak boleh lagi makan durian lebih dari 2 pongge).

Lanjutkan membaca “HBH AE678, dan Lingkungan yang Makin Berubah”