Blog Baru???

Sebetulnya sudah lama berpikir ingin membuat blog yang isinya lebih fokus, namun kekawatiran akan kurangnya waktu membuat setiap kali mesti berpikir ulang. Tawaran Nona Dita, membuatku berani untuk memulai membuat blog baru, yang nanti isinya lebih difokuskan sesuai bidang yang saya geluti selama ini. Mudah2an saya masih bisa mendisiplinkan diri sendiri untuk aktif mengisi blog tersebut, maupun blog yang telah menemaniku selama 28 bulan ini.

Mengapa saya memilih dagdigdug? Mungkin karena saya mengagumi teman-teman di dagdigdug, pernah menyambangi markasnya dan ketemu serta mengobrol dengan para pengelolanya (paman Tyo cs). Dan yang penting, Nona Dita mau setiap kali diganggu demi kelahiran blog baru ini. Yahh, perkenalan pertamaku dengan Nona Dita, adalah saat perpisahan dengan Fertob di Monas, saat itu Dita begitu asyiknya dengan Zam, sehingga nyaris orang lain tak mendapat perhatian. Kemudian beberapa kali ketemu, dan yang lebih sering adalah ketemunya di dunia maya. Keakraban ini mungkin juga karena Dita urang Bogor, dan kuliah di Bogor, yang juga merupakan tempat kuliahku dulu.

Jadi klop lah sudah, jika ada waktu, silahkan teman-teman berkunjung ke rumahku yang lain tersebut.

Iklan

Mengapa banyak Bank yang ingin beralih ke segmen Ritel?

Pada saat akhir 20 an, Retail Banking masih tidak dianggap sebagai Bank yang kinerjanya bintang, dan kalah pamor dengan Invesment Banking. Namun saat ini semua pandangan mulai beralih ke Retail Banking, terutama di Indonesia, setelah krisis pada tahun 97-98 an yang menunjukkan bahwa Retail Banking lebih mudah menyesuaikan diri dalam menghadapi krisis. Kondisi ini menyebabkan banyak Bank yang melirik segmen Ritel ini, karena dianggap risikonya lebih rendah, nasabahnya lebih menyebar, sehingga jika terjadi krisis tidak akan merugikan secara keseluruhan. Namun apakah perubahan dari Invesment Banking, maupun Corporate Banking menjadi Retail Banking dapat terjadi secara mudah? Dari pemaparan di bawah ini akan diketahui, bahwa setiap segmen Bisnis yang dikelola Bank memerlukan kualifikasi tertentu, dan tidak mudah untuk mengubah kondisi terutama budaya kerja yang telah dipertahankan selama ini. Dan bilamana ingin menjadi Bank Ritel, apa yang harus diperhatikan?

Lanjutkan membaca “Mengapa banyak Bank yang ingin beralih ke segmen Ritel?”

Mencoba makanan di “Omah Sendok”

Nama “Omah Sendok” ini sudah sering saya dengar, cuma belum pernah kesana. Undangan seorang blogger dari Tokyo, untuk mengadakan pertemuan di Omah Sendok, tentu saja saya terima dengan senang hati. Awalnya saya nyaris batal mengikuti acara ini, karena pada saat yang bersamaan ada rencana keluar kota. Dan betapa senangnya saat teman sms bahwa untuk ke luar kotanya diundur bulan Maret 2009, sehingga saya bisa ketemu teman-teman di “Omah Sendok”.

Lanjutkan membaca “Mencoba makanan di “Omah Sendok””

Secangkir cappuccino

Apa yang anda rasakan dengan secangkir cappuccino hangat?

Ada rasa hangat di lidah, rasa manis, dan membuat badan segar? Hari Minggu kemarin, selepas pertemuan dengan blogger dari Yogya dan Tokyo, mumpung sudah keluar dari rumah, saya ditemani Yoga meneruskan perjalanan ke Gramedia di Grand Indonesia yang jaraknya nggak sampai 5 (lima) menit dari lokasi acara pertemuan sebelumnya.

Lanjutkan membaca “Secangkir cappuccino”

Ngerumpi bareng di American Grill, Dukuh Atas

Apa yang diobrolkan jika para perempuan ketemu? Mengobrol tentang karir, tentang anak, atau tentang kondisi keperempuan pada umumnya? Sejak memulai menulis di blog akhir tahun 2006, tak terasa perkembangan blog di Indonesia sangat pesat. Melalui blog, saya mengenal pertemanan, dengan berbagai usia, latar belakang pendidikan, dan karir yang bermacam-macam. Ada yang berkarir di rumah, ada juga sebagai dosen, pengacara, konsultan, psikolog, dokter, bankir, dan lain-lain. Dari obrolan di dunia maya ini, akhirnya setiap kali ada teman blogger yang berkunjung ke kota lain, selalu berusaha mengadakan pertemuan diantara kepadatan acara.

Lanjutkan membaca “Ngerumpi bareng di American Grill, Dukuh Atas”

Sok Kenal Sok Dekat (SKSD)

Membaca tulisan pak Budi disini, jadi ingat berbagai pengalamanku yang memalukan atau mungkin orang lain menyangka sombong. Apalagi semakin lama usia saya makin bertambah, makin susah deh mengingat nama seseorang. Sebetulnya penyakit sulit mengingat nama orang lain ini sudah ada sejak zaman masih kuliah dulu. Malah saya terkenal diantara suami dan anak-anak, suka mengganti nama orang karena saking lupanya.

Lanjutkan membaca “Sok Kenal Sok Dekat (SKSD)”

Candra Wilwatikta, Wale Papetaupan, Candi Jawi dan masjid Cheng Ho

Daerah Sidoarjo, Prigen, Tretes adalah daerah yang mengingatkanku pada masa 30 an tahun lalu, saat saya masih pertama kali bekerja dan ditempatkan sebagai trainee di kantor cabang perusahaan di Sidoarjo. Sidoarjo dan lingkungan sekitarnya sangat akrab karena saya sering ikut berkeliling bersama mantri (sebutan AO) pada saat itu.

Lanjutkan membaca “Candra Wilwatikta, Wale Papetaupan, Candi Jawi dan masjid Cheng Ho”