Kisah anak SMP

Terinspirasi tulisan mbak Monda, saya juga ingin menuliskan kisah saat  masih menjadi anak SMP. Mengapa? Mengagetkan juga, karena ternyata ada ajakan untuk membersihkan kata kunci di SEO. Jika mengetik kata kunci anak SMP ini akan muncul gambar-gambar yang tidak layak dan tidak ada hubungannya dengan anak SMP sama sekali. Waduhh kok ada ya orang yang tak punya tanggung jawab seperti ini.  Caranya bagaimana? Buat  artikel dengan memasukkan kata anak SMP. Saran ini diketahui pertama kali oleh mbak Monda, dari blog Keluarga yang mendapat info dari  attajaya. Di blog attayaya ini ada list narablog yang sudah buat posting anak SMP. Teman-teman mungkin bisa ikut membantu dengan menuliskan cerita tentang anak SMP, saya juga telah membaca dari blognya mas Totok disini.

Lanjutkan membaca “Kisah anak SMP”

Iklan

Serba serbi Puasa dan Buber

Dalam setiap bulan Ramadhan, selain kesibukan beribadah, kesibukan menyiapkan makanan berbuka dan sahur, mempersiapkan rencana mudik, yang juga banyak dilakukan adalah buka Puasa bersama. Jika buka puasa bersama dilakukan di kantor atau rumah, setelah berbuka, biasanya dilanjutkan dengan sholat Tarawih. Setelah sholat Tarawih, ada lagi makan-makan, agar perut  yang belum banyak diisi (atau sekedar makan untuk membatalkan puasa), bisa lebih kenyang dan acara ini biasanya baru selesai menjelang tengah malam. Pada saat anak-anak masih kecil, rasanya ingin sekali tak menghadiri acara buka bersama seperti ini, namun kewajiban atas sosialisasi dengan masyarakat, lingkungan kantor, pertemanan, membuat saya menghadiri acara buka puasa bersama ini, walau saya benar-benar memilih mana yang memang patut dihadiri. Bagaimanapun, buka bersama keluarga di rumah merupakan karunia yang patut kita syukuri, karena sekaligus kita bisa mendidik anak-anak untuk berpuasa secara benar, kemudian sholat Tarawih berjamaah.

Lanjutkan membaca “Serba serbi Puasa dan Buber”

Sepatu, makin lama makin nyaman dipakai

Sepatu seperti apakah yang kau senangi? Seperti cewek pada umumnya, apalagi jika telah dewasa, ada beberapa sepatu yang wajib dimiliki: sepatu untuk bekerja (tertutup, sopan, hak sedang), sepatu jalan-jalan, sepatu pesta (berhak tinggi dengan berbagai macam model), sepatu olahraga, sandal jalan-jalan, sandal (selop) untuk berpakaian nasional dsb nya…cukup banyak ya. Inipun minimal…paling tidak untuk setiap acara minimal punya satu. Jika mahasiswa paling tidak hanya perlu punya dua sepatu wajib, plus sandal jalan-jalan. Postingan ini diilhami oleh tulisannya Arman, tentang sepatu apakah yang kita senangi. Banyak sedikitnya sepatu yang dipunyai seseorang, menunjukkan bagaimana gaya hidup orang tersebut.

Lanjutkan membaca “Sepatu, makin lama makin nyaman dipakai”

Melintas batas propinsi: mudik, jalan-jalan, nyadran, menemani tugas suami

Sebagian besar dari kita pasti mengenal istilah nyadran. Nyadran adalah istilah yang digunakan jika kita mengunjungi dan membersihkan makam leluhur, berdoa untuk yang mendahului kita, sebelum memasuki bulan puasa. Anehnya saya mengenal istilah ini setelah tinggal di Jakarta, gara-gara banyak karyawan yang mengajukan cuti untuk nyadran. Saat masih tinggal di kota kecilku, keluarga saya tak mengharuskan acara nyadran ini, bahkan saat Lebaran saja, ayah ibu tak mengharapkan anak-anak datang untuk sungkem jika masih ada kesibukan yang padat. Tentu saja, kami tetap berusaha untuk pulang kampung, karena Lebaran bersama keluarga besar merupakan acara yang ditunggu.

Lanjutkan membaca “Melintas batas propinsi: mudik, jalan-jalan, nyadran, menemani tugas suami”

Mencoba wisata kuliner dan oleh-oleh di Samarinda-Balikpapan

Kunjungan saya ke Samarinda selama 4 (empat) hari 3 (tiga) malam, cukup lumayan sebetulnya, namun waktu itu sebagian besar diisi untuk melakukan pelatihan, sehingga melihat-lihat kota Samarinda hanya bisa dilakukan menjelang senja  sampai malam hari. Namun kesempatan yang terbatas ini kami lakukan untuk mengelilingi kota guna mencari makanan yang enak. Pada malam pertama kami mencoba makan di Rumah Makan Akmal yang terletak di jalan Awang Lor no.12 Samarinda. Disini menu khas nya adalah berbagai masakan dari ikan laut maupun ikan sungai. Dan karena usia makin merambat, malam itu kami memilih menu kakap bakar, yang rasanya sungguh menggoyang lidah dan makin enak jika ditambah sambal. Sayangnya buat saya rasa sambalnya terlalu pedas, baru mencolek sedikit saja sudah kepedasan, yang membuatku kekenyangan malam itu karena terpaksa rasa pedas tadi diobati dengan mengambil nasi banyak-banyak. Dan tahu-tahu makanan sudah habis…… lupa deh memfotonya….

Lanjutkan membaca “Mencoba wisata kuliner dan oleh-oleh di Samarinda-Balikpapan”

Melihat-lihat Islamic Center, dan gedung DPRD di Samarinda

Waktu  sempit selesai mengajar yang tak sampai satu jam sebelum malam menjelang, kami pergunakan untuk melihat-lihat bangunan yang menarik di Samarinda. Pak sopir merekomendasikan melihat gedung DPRD terlebih dahulu, yang sayangnya hanya sempat kami lihat dari balik pagar. Bangunannya sungguh unik, dan saya berjuang untuk mengabadikan melalui sela-sela pagar.

Arsitektur bangunan gedung DPRD yang unik (foto diambil dari FB ibu Gayatri)

Dari sini, kami melaju ke masjid Islamic Center yang sangat terkenal. Menurut Wikipedia, Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di Teluk Lerong Ulu,  Samarinda, merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar belakang sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak. Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Lanjutkan membaca “Melihat-lihat Islamic Center, dan gedung DPRD di Samarinda”

In house training di Samarinda

Tak terasa saat berkunjung ke Samarinda waktu berjalan dengan cepat. Turun dari pesawat Garuda di Balikpapan, yang mundur dari jadual (ternyata ada rombongan anggota yang terhormat), kami segera bergegas menuju lounge dan staf teman kami yang mengurus bagasi. Kami sempat minum teh, langsung meneruskan perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda, karena telah ada janji pertemuan dengan Universitas Mulawarman. Jalan antara Balikpapan-Samarinda relatif sepi, namun karena jalan berkelok-kelok sopir tak berani ngebut. Kami melalui hutan Bukit Suharto, yang terlihat mulai gundul di beberapa bagian, padahal saya membayangkan hutan di pulau ini masih lebat. Perjalanan mulai tersendat saat mulai mendekati kota Samarinda, bertepatan dengan waktu orang pulang kantor. Pihak universitas beberapa kali menelpon, apa boleh buat jalanan makin macet setelah melewati jembatan di atas sungai Mahakam yang menghubungkan dua bagian kota Samarinda.

Gedung Perpustakaan Univ. Mulawarman yang unik

Kami sampai di Universitas Mulawarman, namun masih perlu waktu lagi untuk mencari ruang pertemuan yang terletak di gedung Rektorat, karena kebetulan sopir yang mengantar dari Balikpapan. Syukurlah kami masih ditunggu, sehingga pertemuan berjalan lancar.

Lanjutkan membaca “In house training di Samarinda”