Hotel untuk para “Backpacker” di Jakarta Selatan

Pagi itu cuaca cerah, saya memutuskan agar segera berangkat ke Bank pagi-pagi sekali, kawatir keburu malas. Saya mesti ke Bank untuk membayar tagihan, mengambil uang saku, karena minggu depan berangkat mengajar ke luar Jawa. Keluar dari kantor Bank, yang terletak di jalan Fatmawati masih pagi, jalanan masih lumayan lancar. Saya menunggu T11, maklum ke rumah saya sebetulnya hanya sekitar 1 km, tapi rasanya malas untuk jalan kaki. Walau sering sekali ke daerah sini, namun saya kurang memperhatikan bangunan di kiri kanan jalan, ternyata banyak sekali toko atau gedung baru. Di depan kantor, terdapat bangunan toko untuk foto digital, dan saat menengok ke arah kanan, saya melihat sebuah bangunan baru dengan cat orange,  tulisannya “KAMAR-KAMAR FOR BACKPACKERS“. Entah kenapa judulnya campuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, mungkin segmen pasarnya dimaksudkan untuk juga menyasar para wisatawan asing.

Lanjutkan membaca “Hotel untuk para “Backpacker” di Jakarta Selatan”

Iklan

Mengungsi

Mengungsi menurut KBBI adalah pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri ke tempat yang dirasa aman. Menurut contoh di KBBI, mengungsi dimaksudkan menghindari bahaya seperti banjir, kebakaran, perang dan lain-lain. Namun adakah mengungsi dalam arti lain? Seperti mengungsi untuk menghindarkan diri dari gangguan agar lebih konsentrasi menyelesaikan pekerjaan, atau mengungsi ke tempat yang lebih tenang agar bisa mengerjakan tulisan (novel, karya tulis, proposal) karena telah menandatangani kontrak agar bisa selesai sebelum deadline.

Lanjutkan membaca “Mengungsi”

Buntil dari sahabat

Minggu pagi saya belum mandi, hape saya berdering….”Bu, cara ke rumah ibu bagaimana? Saya mau kirim buntil…” terdengar suara teman dari ujung sana. Wahh saya benar-benar surprise, beberapa waktu yang lalu teman ini  menulis di facebook nya, menceritakan menemukan tempat beli buntil yang enak di pasar Blok M pagi hari. Saya langsung memberi komentar bahwa saya suka buntil, kapan-kapan mau diajak ke sana kalau kebetulan temanku mau ke blok M lagi. Temanku ini mantan tetanggaku di rumah dinas, kami biasa mempunyai kegiatan bersama, dari senam, belajar bersama, maklum kantor saya sering menyelenggarakan berbagai ujian, dari test TOEIC sampai ujian lainnya, dan biasanya kami gantian belajar di rumah teman agar tidak bosan. Paling sering belajar di rumah saya atau rumah teman ini, karena kebetulan kami punya ruang belajar di belakang rumah, sehingga tak terganggu jika ada tamu dan lain-lainnya.

Lanjutkan membaca “Buntil dari sahabat”

Berobat ke Puskesmas, kenapa tidak?

Pertemuan di RS Masdikun,  dua blogger diantaranya merupakan pekerja medis (perawat dan dokter gigi), keduanya bekerja di Puskesmas (mbak Monda di Puskesmas daerah Cideng Jakarta dan Akin di Puskesmas Samarinda), membuatku ingin menceritakan pengalaman selama berhubungan dengan Puskesmas. Saya termasuk orang yang tidak mudah untuk berganti dokter, jika seorang dokter terasa sudah cocok, saya selalu kembali ke dokter yang bersangkutan, walau tempat tinggal sudah pindah. Hal-hal ini yang suka diledek suami, apalagi saat itu alasan saya “agak konyol” soalnya jika saya ke dokter tersebut suka disuntik dan hal ini mempercepat kesembuhan. Entah sugesti atau benar, tapi itulah kenyataannya. Satu dua kali, suami masih mengantar dari Jakarta Timur (saat itu kami mengontrak di Jakarta Timur) ke daerah dekat Tanah Abang, tapi lama-lama saya berpikir ingin mencoba juga dokter yang ada di dekat rumah, kan repot sudah sakit masih harus cari dokter yang jauh.

Lanjutkan membaca “Berobat ke Puskesmas, kenapa tidak?”

Kesasar

Tahukan artinya kesasar? Menurut KBBI, nyasar atau ke sasar adalah salah jalan. Bagi saya, mengingat nama-nama dan arah jalan merupakan kesulitan tersendiri, terutama jika sudah lama tak lewat daerah yang dilalui tersebut. Di Jakarta, jika sebulan tak pernah lewat daerah tersebut, terkadang situasi sudah berubah terutama di daerah atau wilayah yang sedang berkembang. Beruntung Jakarta mempunyai peta yang sangat lengkap, bahkan perencanaan jalanpun sudah tercantum di peta…..walau dilapangan sering terjadi perubahan dengan yang tergambar di peta.

Lanjutkan membaca “Kesasar”

Jika para teman dunia maya ketemu

Apa tujuan anda ngeblog? Jawabannya pasti bermacam-macam, dari yang serius sampai yang sederhana, untuk latihan menulis. Tujuan saya ngeblog awalnya juga sederhana, latihan menulis, mencoba menuangkan apa yang ada dipikiran, siapa tahu bermanfaat bagi orang lain. Lho, memang selama ini tak pernah menulis? Jawabannya, tentu saja seringkali menulis, namun jenis tulisan yang berbeda, hanya dilingkungan instansi tempat bekerja, atau sesekali menulis surat. Dunia internet, membuka berbagai kesempatan, untuk menemukan teman dari dunia maya, yang tak terasa kita akhirnya bersahabat, walaupun tak pernah ketemu. Pesta blogger yang diadakan oleh para blogger, yang digelar setahun sekali, membuat kita bisa ketemu tatap muka dan menyapa orang-orang yang selama ini hanya kita kenal lewat tulisannya. Sesekali mengadakan kopdar, namun inipun sering sulit terlaksana karena kesibukan masing-masing.

Lanjutkan membaca “Jika para teman dunia maya ketemu”

MOS

Akhir-akhir ini saya banyak membaca wall maupun status teman-teman di Facebook, yang berkaitan dengan tiga huruf di atas. Maklum teman-temanku senewen dengan permintaan agar setiap kali anaknya harus membawa hal-hal yang aneh, dan siapa lagi yang menyiapkan kalau bukan orangtuanya? MOS atau singkatan dari Masa Orientasi Siswa ini maksudnya baik, agar siswa mengenal lingkungan dan kegiatan di sekolah barunya, namun tanpa pengawasan yang ketat,  ada risiko terjadi kecelakaan bahkan mengorbankan nyawa. Jika dulu Pekan Orientasi Studi, atau Ospek atau mapram, atau apalah namanya hanya untuk mahasiswa, maka sekarang hal-hal yang bernama orientasi studi ini merambah sampai ke SMP…….untungnya belum merambah ke SD. Tak terbayangkan jika anak-anak kecil ini harus ikutan MOS dan segalanya, yang kadang lebih banyak meresahkan orangtua dibanding manfaatnya.

Lanjutkan membaca “MOS”