Definisi kampung dimata anak kecil

Suatu ketika, kami baru saja pulang mudik dari Jawa Timur. Kakak, anak laki-laki berumur 8 (delapan) tahun dan adik perempuan berumur 5 (lima) tahun asyik bercakap-cakap.

Adik: ” Mas, apa kita punya kampung ya?”

Mas : ” Kampung kita kan di Jakarta.”

Adik: ” Bukan, kampung yang kita bisa pulang kampung tiap Lebaran itu lho!”

Mas : ” Ooo, kalau yang itu, harus kawin dulu baru punya kampung.”

Adik: ” Jadi harus kawin dulu ya?” sambil menganguk-angguk

(Ayah dan ibu yang mendengar percakapan tadi hanya tersenyum simpul)

Iklan

Ayah dan putra putrinya

Bungsu, cewek berumur 3 (tiga) tahun

” Bapak, aku tahu..bulan ada dua…” kata anak perempuan

” O, iya nak, dimana saja?” tanya bapak, sambil bingung kenapa bulan ada dua.

” Iya, di Jakarta satu, dan di Bandung satu,” jawab anak perempuan dengan kalemnya.

” Oh, begitu ya,” jawab bapak.

Kesimpulan: Karena bapak bekerja di Bandung dan ibu di Jakarta, si bungsu melihat bulan saat dia ke Bandung, tapi juga ada di jakarta, jadi menyimpulkan bahwa bulan ada dua.

Sulung, laki-laki, umur 7 (tujuh) tahun

” Bapak, jadi setiap rumah itu ada bapak, ibu dan anak-anaknya ya, ” kata si sulung

” Iya, betul nak”, jawab bapak

” Kalau begitu, sebaiknya bapak punya isteri lagi, agar di Bandung juga ada ibu, dan di Jakarta ada ibu, ” kata si sulung.

” Hmmm…bagus nak, tapi bilang ibu dulu ya, ” jawab bapak.

Catatan : Si sulung suka menganalisis sejak kecil, dan membuat kesimpulan. Jika disetiap rumah ada sepasang bapak ibu dan anak, maka di rumah Bandung juga harus ada bapak dan ibu.

Daerah wisata yang layak dikunjungi di pulau Lombok

Kemanakah tujuan Anda, jika mempunyai kesempatan berkunjung ke pulau Lombok? Bila Anda belum mempunyai tujuan yang pasti, menurut teman yang tinggal di kota Mataram, dengan punya waktu 2 (dua) hari bisa mengunjungi seluruh daerah pariwisata di Lombok, tentunya minus mendaki gunung Rinjani atau menginap di pulau Gili Trawangan.

Peta pulau Lombok peta-lombok.jpg

Di bawah ini akan saya sampaikan beberapa daerah yang layak dikunjungi (walaupun saya juga belum sempat mengunjungi semuanya), sesuai brosur pariwisata yang saya peroleh dari hotel tempat saya menginap:

Lanjutkan membaca “Daerah wisata yang layak dikunjungi di pulau Lombok”

Pariwisata dan keamanan, berbanding lurus?

Saat mendapat kesempatan mengajar di Nusa Tenggara Barat (Pulau Lombok) tanggal 25 April 2007, saya bersama teman-teman berkeliling dan mengamati kondisi kota Mataram. Kodya Mataram terdiri dari: kota Ampenan (merupakan kota pelabuhan lama), kota Mataram yang merupakan ibu kota propinsi dan Cakranegara (yang dulunya merupakan kerajaan). Kodya Mataram lumayan ramai, banyak pepohonan dikiri kanan jalan, serta telah ada Mall di tengah kota.

Ini kedua kalinya saya mengunjungi Mataram, yang pertama tahun 2003. Saat itu saya tidur disebuah hotel di pantai Senggigi, dari kapasitas 500 kamar hanya ada 10 orang tamu….benar-benar sepi sekali. Kali ini saya dan teman-teman satu tim lainnya tidur di hotel yang lokasinya tepat dibelakang Mall, ditengah kota. Occupancy rate diperkirakan mencapai di atas 80%. Ruang meeting penuh digunakan untuk training, seminar, baik dari lembaga pemerintah maupun lembaga pendidikan lainnya. Selain itu ada beberapa grup rombongan wisata, sehingga saya perkirakan pariwisata di Lombok telah pulih kembali.

Lanjutkan membaca “Pariwisata dan keamanan, berbanding lurus?”

Ternyata bekerja di rumah menyenangkan

Saat masih kuliah

Waktu tersita untuk kuliah, membuat tugas-tugas, waktu sosialisasi terbatas. Saat itu berangan-angan…hmm…bagaimana ya rasanya kalau sudah bekerja dan punya uang sendiri.

Setelah bekerja

Setelah lulus, kesulitan utama adalah mencari pekerjaan yang cocok dan sesuai minat serta bakat kita. Inginnya sih, bekerja tak perlu ngoyo, dan masih punya waktu untuk meningkatkan kemampuan kita. Kenyataannya, sejalan dengan karir yang meningkat, waktu makin terbatas, kita harus pandai membagi waktu antara bekerja dan waktu untuk berkeluarga.

Lanjutkan membaca “Ternyata bekerja di rumah menyenangkan”

Bagaimana microfinance dapat menggerakkan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah?

I. Pengertian

1. Pengertian microfinance. Mikro dalam istilah microfinance lebih menjelaskan mengenai ‘inferiority’ atau keterbatasan, yaitu inferioritas dari masyarakat miskin (the poors) yang sulit atau terbatas aksesnya kepada pelayanan jasa keuangan/perbankan. Beberapa definisi mengenai microfinance antara lain sebagai berikut:

International Management Communications Corporation (IMCC): microfinance sebagai seperangkat teknik dan metode perbankan non-tradisional untuk membuka akses seluas-luasnya kepada sektor yang tidak tersentuh jasa keuangan formal.

The Foundation for Development Cooperation: microfinance sebagai penyediaan jasa keuangan khususnya simpanan dan pinjaman bagi rumah tangga miskin yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal.

Asian Development Bank: microfinance sebagai penyediaan layanan keuangan yang seluas-luasnya, seperti deposito, pinjaman, jasa pembayaran, transfer uang dan asuransi kepada orang miskin dan rumah tangga berpenghasilan rendah dan kepada usaha-usaha kecil/mikro.

Marguerite S. Robinson : microfinance sebagai layanan keuangan skala kecil khususnya kredit dan simpanan yg disediakan bagi mereka yang bergerak di sektor pertanian, perikanan atau peternakan; yang mengelola usaha kecil atau mikro yg meliputi kegiatan produksi, daur ulang, reparasi atau perdagangan; yang menyediakan layanan jasa; yang bekerja untuk memperoleh upah atau komisi; yg memperoleh penghasilan dari/dengan cara menyewakan tanah, kendaraan, tenaga hewan ternak, atau peralatan dan mesin-mesin; dan kepada perseorangan atau kelompok baik di pedesaan maupun di perkotaan di negara-negara berkembang.

Lanjutkan membaca “Bagaimana microfinance dapat menggerakkan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah?”

Risiko yang dihadapi berbagai jenis usaha

Dari pengalaman, saya akan mencoba menuliskan beberapa risiko yang dihadapi oleh berbagai jenis usaha

I. Usaha Jasa

1. Jasa konstruksi

Yang harus mendapat perhatian: a) Sponsor (owner) proyek dan sumber dana. b) Perjanjian/kontrak tertulis (SPP/SPK).c) Pengalaman dalam menyelesaikan pekerjaan, apa yang pernah, sedang dan akan dikerjakan. Pengalaman dalam menyelesaikan proyek, sangat menentukan kemampuan pelaksana proyek dan akan mendapatkan kepercayaan dari si pemberi proyek. d)Tenaga ahli. Artinya jangan melaksanakan proyek jika tak mempunyai tenaga ahli dibidang proyek yang akan dikerjakan.e) Sertifikat kualifikasi yang dimiliki.f) Schedule penyelesaian proyek. Jika proyek terlambat akan menyebabkan biaya yang meningkat diluar yang direncanakan. g) Asuransi proyek (contractor all risk) .h) Kedudukan pelaksana proyek sebagai main atau sub kontraktor

2. Jasa Perhotelan

Lanjutkan membaca “Risiko yang dihadapi berbagai jenis usaha”