Oleh: edratna | April 27, 2009

Apa, bagaimana dan kapan akuntansi forensik digunakan?

Dalam postingan terdahulu, saya pernah membahas sekilas tentang forensic accounting ini. Pada saat jalan-jalan ke Gramedia minggu lalu, saya menemukan buku tentang “Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif” karangan Theodorus M. Tuanakotta, yang langsung menarik minat saya untuk dibeli. Ringkasan tulisan dari Theodorus M. Tuanakotta dapat dilihat di bawah ini.

Krisis keuangan Asia yang melanda Thailand dan Indonesia melahirkan kembali praktek-praktek dan profesi baru. Pada tanggal 18 September 2001, Unika Atmajaya menyelenggarakan seminar berjudul “ Forensic Accounting ditinjau dari sudut Audit dan Hukum”. Profesi yang lahir kembali dalam kancah krisis keuangan ini merupakan perpaduan antara bidang akuntansi dan hukum, terlihat dalam akuntansi dan praktek kepailitan, kedua disiplin ilmu saling isi mengisi. Pakar dari kedua bidang bekerjasama, secara formal maupun informal.

Akuntansi forensik dan Penerapan Hukum
Istilah akuntansi forensik merupakan terjemahan dari forensic accounting. Pengertian forensik, bermakna; (1) yang berkenaan dengan pengadilan, atau (2) berkenaan dengan penerapan pengetahuan ilmiah pada masalah hukum. Yang paling sering kita dengar adalah dokter forensik, yaitu dokter ahli patologi yang memeriksa jenazah untuk menentukan penyebab dan waktu kematian. Banyak dari kita, yang telah mengenal istilah laboratorium forensik (labfor) yang dimiliki oleh kepolisian.

Sebenarnya akuntan dan akuntansi forensik tidak sepenuhnya berkaitan dengan pengadilan saja. Istilah pengadilan memberikan kesan bahwa akuntansi forensik semata-mata berperkara di pengadilan, dan istilah lain ini disebut litigasi (litigation). Di samping proses litigasi ada proses penyelesaian sengketa dimana jasa akuntan forensik juga dapat dipakai. Kegiatan ini bersifat non litigasi. Misalnya penyelesaian sengketa lewat arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa atau alternative dispute resolution.

Sebagai contoh: Sengketa antara PT Telkom dan PT Aria West International (AWI) melalui proses yang berat dan memakan waktu hampir dua tahun, akhirnya diselesaikan melalui akuisisi AWI oleh PT Telkom dalam tahun 2003. Dalam sengketa ini, AWI menggunakan Pricewaterhouse Coopers (PwC) sebagai akuntan forensiknya, dan penyelesaian dilakukan di luar pengadilan.

D. Larry Crumbley, editor in chief dari Journal of Forensic Accounting menulis: (terjemahan)
Secara sederhana dapat dikatakan, akuntansi forensik adalah akuntansi yang akurat untuk tujuan hukum. Artinya akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judisial atau administratif.

Dalam definisi Crumbley itu, tak menggunakan istilah pengadilan, tapi suatu proses sengketa hukum, yang penyelesaian nya dapat dilakukan di luar pengadilan.

Bermacam-macam hal dapat memicu terjadinya sengketa. Sengketa antara dua pihak bisa diselesaikan dengan cara berbeda, apabila menyangkut dua pihak. Pihak yang bersengketa bisa menyelesaikan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa, sedang pihak lain melalui litigasi. Dalam hal ini, penyelesaian adalah dengan cara hukum, tetapi yang pertama diselesaikan di luar pengadilan, sedangkan yang satunya lagi melalui proses beracara di pengadilan.

Akuntansi atau audit forensik?
Pada mulanya, di Amerika Serikat, akuntansi forensik digunakan untuk menentukan pembagian warisan atau mengungkapkan motif pembunuhan. Misalnya pembunuhan isteri oleh suami untuk mendapatkan hak waris atau klaim asuransi, atau pembunuhan mitra dagang untuk menguasai perusahaan.

Bermula dari penerapan akuntansi untuk memecahkan hukum, maka istilah yang dipakai adalah akuntansi (dan bukan audit) forensik. Sekarangpun kadar akuntansinya masih terlihat, misalkan dalam perhitungan ganti rugi, baik dalam konteks keuangan Negara, maupun di antara pihak-pihak dalam sengketa perdata. Akuntansi forensik pada awalnya adalah perpaduan yang paling sederhana untuk akuntansi dan hukum. Contoh, penggunaan akuntan forensik dalam penggantian harta gono gini. Disini terlihat unsur akuntansinya, unsur menghitung besarnya harta yang akan diterima pihak (mantan) suami dan (mantan) isteri. Segi hukumnya dapat diselesaikan di dalam atau di luar pengadilan, secara litigasi atau non litigasi. Dalam kasus yang lebih pelik, ada satu bidang tambahan, yaitu bidang audit.

Akuntansi forensik sebenarnya telah dipraktekkan di Indonesia. Praktek ini tumbuh pesat, tak lama setelah terjadi krisis keuangan tahun 1977. Akuntansi forensik dilaksanakan oleh berbagai lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Bank Dunia (untuk proyek-proyek pinjamannya), dan kantor-kantor akuntan publik (KAP) di Indonesia.

Kualitas akuntan forensik
Robert J. Lindquist membagikan kuestioner kepada staf Peat Marwick Lindquist Holmes, tentang kualitas apa saja yang harus dimiliki seorang akuntan forensik?
Ternyata jawaban nya bervariasi, antara lain:
1.Kreatif. Kemampuan untuk melihat sesuatu yang orang lain menganggap situasi bisnis yang normal dan mempertimbangkan interpretasi lain, yakni bahwa itu bukan merupakan situasi bisnis yang normal
2.Rasa ingin tahu. Keinginan untuk menemukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam rangkaian peristiwa dan situasi
3.Tak menyerah. Kemampuan untuk maju terus pantang mundur walaupun fakta (seolah-olah) tidak mendukung, dan ketika dokumen atau informasi sulit diperoleh
4.Akal sehat. Kemampuan untuk mempertahankan perspektif dunia nyata. Ada yang menyebutnya, perspektif anak jalanan yang mengerti betul kerasnya kehidupan
5.Business sense. Kemampuan untuk memahami bagaimana bisnis sesungguhnya berjalan, dan bukan sekedar memahami bagaimana transaksi di catat.
6.Percaya diri. Kemampuan untuk mempercayai diri dan temuan, sehingga dapat bertahan di bawah cross examination (pertanyaan silang dari jaksa penuntut umum dan pembela)

Pada prakteknya, orang yang bekerja di lembaga keuangan, perlu memahami tentang akuntansi forensik ini, untuk memahami apa yang ada di balik laporan keuangan debitur, apa yang dibalik laporan hasil analisis yang disajikan. Hal ini tentu saja, dimaksudkan agar segala sesuatu dapat dilakukan pendeteksian sejak dini, agar masalah tidak terlanjur melebar dan sulit diatasi. Apabila anda sebagai pimpinan unit kerja, atau pimpinan perusahaan, yang mengelola risiko, yang dapat mengakibatkan risiko finansial, mau tak mau anda harus mengenal dan memahami akuntansi forensik ini, sehingga anda bisa segera mengetahui ada yang tidak beres dalam analisa atau data-data yang disajikan.

Tulisan terkait:

http://edratna.wordpress.com/2007/07/17/

mengapa-harus-bisa-membaca-apa-yang-ada-dibalik-laporan-keuangan

Sumber Pustaka:

Theodorus M. Tuanakotta. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Seri Departemen Akuntansi FEUI. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia, 2007.

About these ads

Responses

  1. Makasih sharingnya Bunda. Betul, ini sudah cukup lama digunakan di Indonesia. Karena kebetulan aku sempat kerjanya beres2in bank dan perusahaan, akutansi forensik amat sangat membantu.. :)

    Nug,
    Saya yakin mas Nug pun sekarang masih melakukan hal ini…. (ssst ngobrol tentang ini japri aja)
    Di kantor saya, untuk manajer yang mau naik ekselon 2, maka ada pembelajaran akuntansi forensik..yang punya keahlian mengajar adalah teman2 dari BPK. Saya suka nongkrong di bangku belakang, ikutan belajar.
    Jadi, kemarin begitu menemukan buku itu, langsung deh menggesek KK…hehehe. Prakteknya lebih rumit daripada yang diceritakan di atas….

  2. Siip … nambah pengetahuan terus kala berkunjung ke blog inspiratif ini … Tinggal, bagaimana bangsa ini praktik lebih baik.

    Ersis Warmansyah Abbas,
    Dalam pekerjaan sehari-hari, terutama orang yang bergerak di bidang keuangan, restrukturisasi, telah melakukan hal ini pak. Cuma saat saya menulis dulu, saya masih belum menemukan buku teks yang sesuai, padahal dalam sehari-hari telah melakukan ini. Ternyata tak mudah menceritakan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari untuk menjadi tulisan yang menarik. Jadi senang sekali saat ketemu buku ini, terus saya coba membuat ringkasannya, semoga berguna bagi teman-teman yang memerlukan. Jika ingin memperdalam, dapat beli di toko Gramedia.

  3. Para mahasiswa akuntansi bersyukur jika terdapar di blog ibu. Saya juga :)

    Achoey
    ,
    Ini memang untuk yang advance…jika pertama kali kerja di bidang keuangan, diajarkan masalah akuntansi dasar dll…namun pada tingkat tertentu harus bisa melakukan akuntansi forensik..

  4. ibu master akuntan neh sepertinya…hihii

    Okta Sihotang,
    Hahaha…tebakan yang sangat salah…..

  5. jadi inget filem CSI ngomongin forensik :)
    tapi buu… memang forensik akuntasi itu sangat membantu. Perusahaan tempat saya bekerja terselamtkan karena ini hehhehe

    Ekaria27,
    Kalau sebelumnya, orang selalu harus bisa merecast laporan keuangan, maka sekarang harus bisa melihat apa yang dibalik laporan keuangan tersebut.
    Dan ini harus bisa dilakukan oleh orang yang berkecimpung di bidang keuangan, karena sebagain dari early warning signal…

  6. saya malah baru tahu setelah baca posting ini
    makasih ilmunya

    Annosmile,
    Sama-sama

  7. idem dengan annosmile. jadi penyelidikan ekonomi kemasyarakatan yang suka memakai seperti analisa regresi juga bisa di kategorikan forensik acounting ya bu?

    Boyin,
    Saya kurang paham dengan pertanyaanmu.
    Jangan dikacaukan dengan regresi dsbnya…regresi ini kan untuk memperkirakan yang akan datang. Dan tak membahas tentang ekonomi kemasyarakatan (apa sih dimaksud dengan ini???).

    Harus dilihat dulu definisinya, apa yang dimaksud dengan laporan keuangan, adalah hal yang sudah pasti, didasarkan atas catatan transaksi, dan ada buktinya. Mungkin perlu baca dulu tulisan terkait sebelumnya

  8. saya kok gak terlalu tau akuntansi forensik.. baru tau.. ya.. setelah baca ini :)

    Ceznez,
    Di Indonesia telah dipraktekkan kok…dan terutama makin diminati setelah krisis keuangan tahun 1997.

  9. akuntasni forensik? hmmm … mohon maaf, bu, saya kok masih sangat asing dengan istilah ini. maklum, saya memang sangat awam dalam masalah akuntansi.

    Sawali Tuhusetya,
    Nggak apa-apa pak…..tapi kalau bapak mengikuti terus, lama-lama bisa tertarik….

  10. Beberapa waktu lalu, Joyce pernah ditugaskan di bidang ini di kantornya, Bu.
    Ia yang kebetulan bekerja di bank ditugaskan untuk menangani kasus-kasus fraud online baik itu pemalsuan creditcard, phising sampai penipuan via email.
    Tapi tak lama kemudian ia berhenti dan pindah tugas. Dan ia bersyukur karena ia bilang kerja di bidang itu resikonya lumayan besar.

    DV,
    Saya selama 7 (tujuh) tahun di tempatkan di bidang restrukturisasi…bisa bayangkan sendiri kesibukannya, apalagi saat krisis ekonomi kemarin. Yahh kalau pulang lembur udah biasa, bahkan tidur di kantor pun jadi biasa pula.

  11. Tidur bersama orang bunting
    Bu edrana memang orang accounting

    Ubadmarko
    ,
    S1 saya malah dari agronomi (Pertanian), baru setelah kerja di lembaga keuangan, tertarik pada bidang ekonomi…S2 nya ambil finance.
    Tapi akuntansi memang mau tak mau harus dipelajari, karena sehari-hari akan selalu ketemu angka-angka.

  12. wah saya selalu mendapat ilmu baru di blog bu Edratna makasih sekali Kuliah gratis nih hahaha

    Genthokelir,
    Ahh mas Totok selalu merendah…ini sekedar berbagi mas…udah lama pengin menulis hal tsb, tapi kan selama ini saya langsung prakteknya…dan minggu kemarin ketemu buku ini, apa salahnya di sharing pada yang lain.
    Semoga bermanfaat bagi teman2 yang memerlukan

  13. Menarik sekali yang ibu bicarakan. di bidang saya ada dental forensik, yaitu penginvestigasian jenazah melalui tanda2 di tulang dan gigi.

    Prameswari
    ,
    Maksudnya memang sama…ini untuk keuangan
    Jadi seperti mencari, larinya uang kemana saja (sekedar contoh)

  14. Ibu, komentar saya sepertinya tertelan akismet.
    Istilah yang saya kenal malah post mortem analysis. Saya tertarik dengan bahasan ini Bu, nanti kalau saya agak senggang, saya akan kembali untuk membaca. Oh ya, Pak yari pernah menulis bahasan yang sama tahun lalu di Spektrumku. Referensi yang digunakan berbeda, tapi pada intinya sama.

    Yoga,
    Nggak ada kok di spam (udah saya cek).
    Saya malah tak tahu istilahmu itu Yoga..karena istilah yang populer, untuk lembaga keuangan dan perbankan, adalah akuntansi forensik. Dan ini menjadi sangat populer sejak krisis tahun 97 (lihat komentarnya mas Nug, karena beliau dulu mungkin sering sliringan jalan di gedung yang ada dipojokan Sudirman dan Casablanca itu)
    DDT ini salah satu konsultan yang sering melakukan due dilligence

  15. nice post
    byme

  16. Meskipun pernah tahu sekilas tentang yang ibu terangkan diatas saya baru tahu kalo itu namanya akunting forensik… Selama inii yang saya kenal hanya Medical dan Dental Forensic..
    *manggut-manggut*

    Thanks for sharing Bu

    Tanti,
    Iya, di Indonesia sejak krisis tahun 97 sudah sering digunakan sampai sekarang, merupakan paduan antara hulum, akuntansi, dan terkadang audit.

  17. Wah tulisan menarik sebagai penambah keilmuan saya Bunda ..

    Salam hangat Bocahbancar….

    Bocah bancar,
    Syukurlah jika bermanfaat

  18. Meski jauh dari disiplin ilmu saya, tapi tampaknya akuntansi forensik perlu juga saya terapkan untuk meneliti laporan keuangan kantor yang sering tampak aneh dan mencurigakan.

    Racheedus,
    Akuntansi forensik ini memang diterapkan untuk menilai apakah laporan keuangan yang dibuat telah wajar…

  19. Ow akuntansi forensik itu semacam penyelidikan yah..
    Jujur aku ga baca semua nih artikel bunda Enny, tambah pusing dan ga ngerti hehe
    Maaf..

    Septarius,
    Tak selalu untuk penyelidikan, namun jika kita bertanggung jawab pada bidang keuangan, maka pemahaman terhadap akuntansi forensik sangat diperlukan, untuk menilai apa yang ada dibalik angka-angka tersebut…

  20. wah saya dapet ilmu lagi berkunjung ke blog ini makasih atas infonya mbak. kapan saya bisa menerapkan akuntan forensik ini ya?

    Masnoe,
    Penerapannya tergantung pada bidang pekerjaan kita….namun ini juga merupakan ilmu yang dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari

  21. Aku blom pernah ngelakuin dan belum pernah terlibat untuk akuntansi foresik ini…informatif sekali bunda…aku jadi tau sedikit tentang ini…

    Ria,
    Biasanya memang dilakukan pada bidang yang terkait dengan laporan keuangan

  22. ini untuk divisi inspkesi yah bu??
    oh yah bolehkah saya meminta email ibu, terima kasih.

    Anna Ratna,
    Tak hanya dilakukan pada bidang audit, namun juga oleh atasan yang mempunyai tanggung jawab mengelola keuangan.
    Tentang email, mohon maaf karena waktu saya penuh, sehingga tak memungkinkan diskusi secara pribadi.
    Bila ingin lebih memahami, ada buku tentang akuntansi forensik, juga pelatihanannya (a. l. di LMFEUI, dan di berbagai lembaga pendidikan keuangan dan perbankan)

  23. bu kalau saya boleh bertanya, apakah ada prosedur – prosedur standard dalam pelaksanaan akuntansi forensic dan apakah ada bentuk standard pelaporan hasil dari akuntansi forensik ini? terima kasih sebelumnya

  24. Bu, dulu di BPPN ada divisi FORSAT (Forensic Accounting and Asset Tracing)… apakah ibu pernah disana? dulu saya sempat disana sebelum dibubarin. Insya Allah saya mau ngambil S2 Fokus Akuntansi Forensik

    Istilah ini memang menjadi umum setelah ada krisis tahun 1998….dan banyak dimanfaatkan oleh BPPN dalam mentrasir masalah keuangan.
    Saya banyak berhubungan dengan BPPN, tapi tidak bekerja di BPPN

  25. Forensic Accounting sering digunakan dalam penyelesaian sengketa hukum, baik melalui litigasi maupun non litigasi. Praktek Forensic Accounting sebenarnya telah lama diterapkan oleh BPKP (yang saya tahu sejak 1998 s.d. sekarang), biasanya berbentuk Audit Investigasi, Forensic Audit, Perhitungan Kerugian Negara, maupun pemberian keterangan saksi ahli atas kasus korupsi di pengadilan. Tapi sepertinya banyak yang belum tahu akan hal itu….

  26. wah senng berkunjung diblogini. sgt beruntung krn sy bekerja di inspektorat kota. forensic accaountg ini merupkn hal baru bagi sya. bener2 manffaat terima kasih

  27. Bu , sy mau nanya..rencana S2 sy tertarik untuk ngambil master of forensic accounting..tp permasalahannya di Indonesia blm ada, bahkan di Oz setau sy cuma satu Universitas yg menyelenggarakan..
    Kenapa ya Bu masih jarang sekali terdengar tentang akuntansi forensik ini, apakah mungkin sekedar sertifikasi saja sudah mumpuni unutk berkecimpung dlm bidang ini? atau malah lewat PPAk saja sudah cukup? soalnya sy masih menimbang prospek karir ini, dan manfaatnya kalau sy ambil s2nya..
    Mphon sarannya ya Bu…

  28. saya pertama kali dengar istilah akuntansi forensik ketika saya ada diskusi soal korupsi krn di kampus saya gag pernah dapat mata kuliah itu,, padahal sangat menarik materinx. pertanyaan saya apa sih perbedaan mendasarx anatara akuntansi forensik dgn auditing..?

  29. Infonya cukup berguna. Soalnya aku berencana mengambil topik skripsi. Tapi masih bingung Akuntansi Forensik itu gimana…,, karena kayaknya masih jarang jurnal yang mengangkat tema ini….

  30. Halo bunda, kira-kira bunda tau gag alamat situs yang menyediakan jurnal yang mengangkat tema tentang Akuntansi Forensik??? Gamsahamnida 감사합니다…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 203 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: