Credit Risk Rating

Credit Risk Rating atau selanjutnya disebut CRR umum digunakan di perbankan, namun penilaian CRR ini menurut saya juga bermanfaat bagi perusahaan, yang mempunyai banyak klien. Karena dengan menggunakan CRR, kita bisa menilai rating dari klien kita, serta mengukur risiko kemungkinan terjadinya gagal bayar sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi.

Apa yang dimaksud dengan Credit Risk Rating?

CRR merupakan alat penilaian standar, untuk: 1) Penilaian risiko kredit secara individual, 2) Menetapkan langkah-langkah penanganan yang diperlukan sejak dini, 3) Menetapkan standar ukuran risiko yang dapat diterima, 4) Memperkirakan kemungkinan tingkat kegagalan pengembalian kredit.

Kegunaan CRR dapat dilihat dari aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Aspek kuantitatif, antara lain: a) Sebagai dasar analisis pencadangan PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif), b) Dasar analisis profitabilitas pinjaman, c) Dasar perhitungan Internal Model, 4) Alat manajemen portofolio. Sedangkan dari aspek kualitatif, antara lain: a) Penilaian terhadap tingkat daya tarik customer relationship, b) Monitoring portofolio dan kaji ulang pinjaman, c) Evaluasi efektivitas pejabat pemutus kredit, d) Mempengaruhi proses kredit yang akan lebih menghemat waktu dan biaya.

Bagaimana cara menentukan skala rating?

Skala rating kredit ditentukan atas dasar, antara lain sebagai berikut:

  1. Perencanaan, dengan : a) Menetapkan limit atau batasan, serta kebijakan, b) Perencanaan ekspansi, kearah mana sesuai strategi bisnis perusahaan.
  2. Putusan : a) Permohonan kredit diputus atau di tolak, b) Berapa tingkat suku bunga yang akan diberikan, c) Identitas risiko masing-masing bisnis secara lebih detail dan obyektif.
  3. Pelayanan; a) Persyaratan atau covenant (positif covenant dan negatif covenant), b) Kecepatan pelayanan.
  4. Tindak lanjut: a) Sistim Peringatan Dini, b) Frekuensi untuk melaksanakan review, c) Frekuensi penilaian rating.
  5. Manajemen portofolio: a) Komposisi portofolio, Berdasarkan grup, c) Berdasarkan industri, Berdasar perhitungan Car (Capital Adequacy Ratio) dan lain-lain.

Dengan penggunaan rating, maka Manajemen akan bisa melihat portofolio pinjaman secara komprehensip, serta dapat melakukan langkah antisipasi. Dari portofolio juga akan diketahui, ke arah mana ekspansi perusahaan sebaiknya akan dilakukan, karena tak semua bisnis layak untuk dimasuki. Manajemen juga bisa melakukan kreativitas, untuk melihat portofolio dari berbagai sudut pandang, dan mengetahui profil bisnis mana yang sebaiknya dihindari, dan mana yang lebih menguntungkan. Juga dapat digunakan sebagai peringatan dini atau early warning sign, dan dilakukan tindakan pencegahan apabila telah diketahui kemunduran usaha klien.

    Satu pemikiran pada “Credit Risk Rating

    1. salam,

      Makasih bu tulisannya, hehehe ira lagi berburu berita seputar microcredit/BPR/BMT, karena kemungkinan akan minta dimutasi kebagian ini.

      Bu, kalo CRR ini ada standarnya yg baku ga sih bu? atau customize sesuai kebutuhan perusahaan,

      Makasih ibu.

      Ira,
      Untuk membuat CRR harus disesuaikan dengan profil risiko usaha yang bersangkutan…dan berapa prosentase nya untuk risiko finansial dan berapa untuk risiko non finansial. Itupun harus diurai lagi, sehingga gambaran CRR adalah seperti pohon, yang bercabang, berdahan, beranting, berdaun. Sehingga cerita dari satu pohon bisa panjang dan detil sekali.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s