Oleh: edratna | Juni 30, 2014

Melihat Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Semboja, Balikpapan

Jalan masuk ke KWPLH

Jalan masuk ke KWPLH

Beberapa kali mendapat tugas ke Samarinda, kami selalu terburu-buru, sehingga tak sempat mampir ke KWPLH ini. Kali ini, saya dan teman memesan tiket pesawat yang cukup pagi, sehingga bisa mendarat di Bandara Sepinggan sekitar jam 12 siang. Sebelumnya, saya telah banyak diskusi dengan Ade Bayu Kristian, yang saat ini berdomisili di Balikpapan, dan mejeng foto-foto nya saat mengunjungi KWPLH di facebook. Dari hasil diskusi ini saya bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat bisa melihat beruang madu, yaitu saat-saat setelah beruang madu diberi makan berupa buah-buah an, yang diletakkan di dekat pagar tinggi kawat berduri yang mengelilingi lokasi hutan tempat beruang madu hidup. Beruang madu diberi makan sehari dua kali, jam 9 pagi dan jam 3 sore. Sedangkan KWPLH sendiri buka dari jam 8.00 sampai dengan 17.00 wita. KWPLH ini didirikan pada tahun 2005.

Tugu penunjuk jalan ke arah lokasi Beruang Madu

Tugu penunjuk jalan ke arah lokasi Beruang Madu

Lokasi KWPLH ini berada di km 23, dari arah Balikpapan ke Samarinda, di sebelah kanan jalan akan terlihat gapura dan tugu dengan gambar beruang madu. Dari jalan besar ini lokasinya hanya sekitar satu km, bisa menggunakan mobil pribadi atau naik ojek. Kata petugas yang menemani saya saat di KWPLH, pengunjung yang tidak membawa kendaraan, bisa minta tolong pertugas untuk dicarikan ojek dari KWPLH ke arah jalan besar (jalan Samarinda-Balikpapan), di jalan besar banyak bis lalu lalang arah Samarinda -Balikpapan.

Beruang Madu dibalik dedaunan

Beruang Madu dibalik dedaunan

Beruang madu (disebut beruang madu karena sangat suka akan madu), adalah jenis beruang terkecil dari beruang lainnya. Berat badannya berkisar  30-65 kg dengan panjang badan yang berkisar 110-120 cm. Walaupun yang terkecil, beruang madu memiliki lidah dan kuku depan yang terpanjang. Beruang madu tergolong dalam ordo carnivora, namun berperilaku seperti omnivora, seperti manusia. Beruang madu makan beragam makanan termasuk banyak jenis serangga dan buah-buah an. Kadang-kadang pula mereka suka makan bunga.

Makanan utama Beruang Madu

Makanan utama Beruang Madu

Thantks to pak Adian, staf KWPLH yang telah menjadi guide dan memberikan penjelasan saat kami keliling KWPLH.

Thanks to pak Adian, staf KWPLH yang telah bersedia menjadi guide dan memberikan penjelasan saat kami keliling KWPLH.

Beruang madu sangat suka makan buah durian, cempedak dan berbagai buah lain. Di Kalimantan banyak jenis pohon berbuah bersamaan waktu, yang disebut musim buah panen. Pada waktu itu, beruang makan buah-buah an sebanyak mungkin. Musim buah panen hanya terjadi sekali dalam 2-10 tahun dan waktunya singkat. Di antara musim buah, makanan pokok beruang madu adalah serangga, terutama berbagai jenis rayap dan laron nya, telur dan larva semut, anak kumbang dan kecoak hutan. Beruang madu sangat suka madu kelulut (Trigonidae), tetapi madu adalah “bonus”, karena cukup jarang didapatkannya di hutan.

Beruang madu termasuk satwa yang soliter, mereka tidak hidup dalam kelompok tetapi mencari makanan, berjalan dan bersantai sendirian. Menurut pak Adian, staf KWPLH yang menemani kami, beruang madu juga pemalu, jadi saat dia terlihat mau memanjat pohon, yang saya kira mau mencari perhatian, ternyata itu justru perilaku yang menunjukkan gejala stres, karena terlalu banyak orang.

Bersama staf KWPLH

Bersama staf KWPLH

Sebelum kami naik tangga untuk melihat beruang madu, diberi coaching dulu, agar tidak memberi makan pada beruang madu, tidak merokok,  tidak berisik dan harus tenang. Namun saat itu karena bersamaan dengan libur sekolah, banyak anak-anak kecil yang datang dengan segala tingkah polahnya.

Jembatan berpagar, tempat melihat Beruang Madu

Jembatan berpagar, tempat melihat Beruang Madu

Agar bisa melihat beruang madu, kami melihat dari jembatan, jarak antara jembatan dan lokasi hutan tempat beruang madu dikelilingi kawat berpagar tinggi dan diatasnya dialiri listrik arus rendah yang hanya mempunyai efek kejut. Hal ini disebabkan, beruang madu bisa memanjat sampai puluhan meter dan dikawatirkan bisa menyeberang jembatan ke arah pengunjung.

Pada ahun 1999, beruang madu yang sedang diteliti, bertemu dengan ular sawah (?) terjadi perkelahian, yang berakhir dengan kekalahan beruang madu. Beruang madu masuk dalam perut ular, dan karena beruang ini sedang diteliti, dan diberi sensor, maka proses perkelahian tersebut dapat direkam. KWPLH merupakan tempat yang bagus untuk anak cucu kita belajar tentang lingkungan hidup dan menyayangi binatang. Di kawasan ini juga ada rumah kucing, pengunjung yang akan mengadopsi kucing dapat mampir ke sini.

Tata tTertib di lingkungan KWPLH

Tata Tertib di lingkungan KWPLH

Kantor KWPLH  terpisah dari rumah Betang (Lamin),  lamin ini dapat disewakan untuk kegiatan dengan jumlah orang maksimal 250 orang, batasan ini diperlukan agar suasana tetap alami. Semua acara akan mendapatkan kegiatan pendidikan lingkungan hidup secara gratis. Saya mampir untuk membeli oleh-oleh kaos untuk si sulung dan untuk Ara. Juga membeli buku,yang saya gunakan untuk referensi tulisan ini, dan buku Kisah Penguni Rimba: Petualangan Elgi. Betapa senangnya saat Ara, yang baru berumur 3 tahun, antusias mendengarkan petualangan Elgi ini.

Sumber bacaan:

  • Beruang Madu (Sun Bears): Buku kecil mengenai beruang yang kecil, diperoleh dari KWPLH.
  • Kisah Penghuni Rimba: Petualangan Algi.

Responses

  1. kecil ya beruangnya bu, seukuran anak2 berarti ya…

    Beruang madu memang kecil….tapi serem juga lho.
    Makanya tetap dipagari tinggi karena beruang madu bisa memanjat dan melompat.

  2. Lusanya, saya ngajak ortu kesana juga Bu😀

    Siip…makasih ya De.
    Kalau Semboja Lestari jauh nggak? tempatnya orang hutan…

  3. Jembatan berpagarnya eksotik nih Ibu, masing-masing kita dan beruang madunya saling aman. Beruang madu salah satu kekayaan satwa Nusantara, bersyukur saya bisa menikmati postingan Ibu Enny. Salam

    Yang menarik, memang jembatan berpagar itu mbak.
    Saya sebetulnya pengin foto kayak temannya si bungsu, tapi saat itu pengunjungnya ramai karena liburan sekolah..dan beruang madunya jadi stres, karena anak-anak nggak bisa diam.
    Ternyata beruang madu kalau stres seperti orang yang cari perhatian…hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: