Perubahan tema dan penambahan kategori

Tak terasa telah 18 bulan menulis blog, dan ternyata kekawatiran saya tak terbukti. Awalnya saya tak yakin bisa menulis terus, karena pekerjaan yang saya lakukan selama ini jarang berurusan secara langsung dengan tulis menulis. Lebih banyak ke lapangan, menganalisis serta melaporkan dalam bentuk proposal untuk dilakukan putusan. Selain itu kegiatan yang saya senangi adalah mengajar, yang dulu saya hindari….karena ingin mencari hal yang lain (ayah ibu keduanya guru). Namun rupanya, walau bekerja di BUMN, tapi atas dorongan bos (yang mendadak mengatakan berhalangan saat hendak mengajar), saya dipaksa mengajar pada para yunior, ini terjadi pada tahun 80 an. Dan ternyata berkelanjutan, sampai sekarang.

Menulis di blog tentu berbeda dengan menulis proposal, atau bahkan menulis untuk bahan presentasi. Tujuannya hampir sama, bagaimana tulisan tadi hendaknya seperti magnet, yang membuat orang ingin membaca dan bertanya. Bedanya menulis di blog, ada kesempatan untuk berpikir dulu, bahkan mencari referensi dulu saat mau memberikan tanggapan atas komentar. Terimakasih pada teman-teman, yang membuat saya terpaksa membolak-balik buku untuk menjawab pertanyaannya, salah satunya adalah ihedge, yang sering pertanyaannya membuat saya harus kembali pada teori dan referensi buku yang ada.

Itulah sebabnya awal menulis di blog, sebagian besar tulisan saya masukkan dalam kategori my life, karena saya belum tahu mau menulis tentang apa. Ternyata banyak teman yang suka, walau cuma mengirim sms, maklum beliau-beliau itu belum sempat menulis blog karena masih aktif bekerja dan memenuhi target bisnis. Kritikan demi kritikan saya terima, kritikan yang “agak pedas” justru saya terima dari suami, yang menginginkan agar saya menulis yang lebih berkualitas, yang mencerminkan pengalaman saya selama ini. Tapi seperti hasil diskusiku dengan si sulung, menulis serius perlu waktu lama, kadang perlu membaca dulu buku referensi yang mendukung, berbeda jika menulis hal-hal yang umum ditemui sehari-hari.

Kali ini, saya merasa waktunya tepat untuk mulai menuliskan tentang pengalaman dan memberikan tip tentang keluarga muda, tip pernikahan, tip kapan sebaiknya memutuskan punya anak dsb nya, karena saya telah menjadi ibu mertua. Saya tak tahu, apalah Allah swt memanjangkan umurku, minimal saya telah memberikan sharing pengalaman bagi sesama, yang semoga berguna. Jika ada tulisan saya yang menyinggung seseorang (sumpah…saya tak ada niat demikian), mohon dimaafkan. Juga ada beberapa komentar yang terpaksa tidak/belum saya tanggapi, karena kadang ada komentar yang menurut saya memang tak memerlukan tanggapan…..

Terakhir, mudah2an saya masih bisa terus menulis, dan ada ide untuk ditulis. Terimakasih buat semua teman, adik-adik, teman anakku, serta yang akhirnya juga seperti anakku sendiri, karena kalianlah, tulisan di blog ini masih terus ada.

21 pemikiran pada “Perubahan tema dan penambahan kategori

  1. buk, saya mau minta tips dong 😀
    bagaimana caranya mendapatkan jodoh,hihihi…
    ah saya tunggu deh, postingan selanjutnya…
    tetap sehat dan semangat ya buk
    *peluk-peluk* 😛

    Goop,
    Wahh ntar deh kalau soal jodoh…bukankah banyak juga blogger cewek yang masih bujangan? Siapa tahu bisa ada yang nyantol? Tapi percaya apa tidak, jodoh itu nanti akan datang sendiri, tak terduga, dan tahu-tahu cocok begitu saja.

  2. Iko suka tulisan Ibu,.. meski kadang Iko gak tahu maksudnya… Maaf, yaa Bu. Itu mungkin karena tulisan Ibu kebanyakan membahas soal Bisnis, Manajemen, Keuangan, Pekerjaan dll :D…. Tapi paling gak, Ibu sudah membagi ilmunya bersama kami semua disini… Terima kasih banyak.

    Iko juga senang menerima masukkan dari Ibu… Kalau sudah menasehati, seperti mama di rumah.

    Iko,
    Iya, isi tulisanku belum fokus, dulu awalnya sederhana, hanya sekedar sharing pengalaman. Tapi ada pesan, agar menulis masalah manajemen, keuangan, karena saya telah bekerja di Perbankan lebih dari 20 tahun. Juga masalah bisnis, karena pekerjaanku, membuat banyak ketemu para wirausahawan. Pekerjaan? Karena saya dulu pernah ikut sebagai tim pewawancara, sehingga tahu kesulitan perusahaan mencari orang yang tepat, walaupun banyak pelamar. Juga saya pernah ikut tim kompetensi, pembimbing dan penguji makalah untuk di presentasi kan…yang terakhir ini masing sering dilakukan.. Dan juga ikut sebagai tim risk management terutama bidang Credit Risk Management.

    Tapi yang saya senangi adalah mengobrol dengan murid, anak buah, anak-anakku, teman anakku…karena dari mereka banyak hal yang indah, dan idealis mereka mengingatkanku saat masih muda.

  3. justru kalo ibu nulis soal keuangan dan perbankan, saya malah jarang baca, banyak yang gak ngerti. tapi salah satu tulisan ibu yang paling berkesan menurut saya adalah tulisan ibu tentang cara memperlakukan asisten rumah tangga.

    Itik kecil,
    Tulisanku memang kemana-mana, mungkin juga karena latar belakangku yang berpindah-pindah, tergantung minat.
    Memang akhirnya seperti tersegmentasi, jika saya menulis tentang manajemen dan keuangan, yang komentar yang berlatar belakang finance. Kadang obrolan diteruskan lewat email. Atau jika tulisan tentang motivasi, yang datang anak muda …demikian juga jika masalah keluarga, yang komentar keluarga muda. Saya sendiri belum tahu, yang pas nya seperti apa. Kadang saya menulis berdasar pesanan, atau permintaan teman.

  4. bukannya emang takdir manusia itu untuk terus berubah, bu? mmm ga sabar nunggu tag barunya nih 🙂

    Edy,
    Iya nih, biar nantinya bisa di buat semacam tag yang membedakan tiap kategori tulisan. Sudah siap kok….tapi masih perlu di edit lagi, biar lebih ringan dan tak membosankan.

  5. sudah 18 bulan ya? ga krasa ya bu. saya jd penasaran perubahan temanya apa nich? tp membaca tanpa merasa digurui itu saya temukan disini bu….keep writing deh pokoknya

    Gita,
    Saya sendiri juga masih bingung..masih dipikir-pikir nih. Ada saran? Terus mau ganti desain juga mesti menunggu si bungsu. Tapi tentang tag, saya ingin menambah tag tentang keluarga dan sharing experience…dengan melihat pengalaman teman-teman, membaca serta pengalamanku sendiri.

  6. ibu, suami ibu suka ngeblog juga ga?

    Rita,
    Suami belum ngeblog, masih menjadi komentator aja. Yang udah ngeblog, anak, ponakan dan kedua adikku, walau adik yang satunya lama tak di up grade karena sibuk menyelesaikan S3.

  7. Ibu, apakah ibu pernah merasa jenuh? 18 bulan bukan waktu yang sebentar.

    Yoga,
    Jenuh sih tidak, tapi kadang terasa terbebani, karena nggak enak kalau lama nggak menjawab komentar teman…..saat itu muncul kalau kesibukan lagi tinggi.
    Saya sendiri mencoba menulis jika ada waktu dan ada ide yang ingin ditulis….dan ini memang tergantung mood.

  8. apapun itu menjadi bentuk tulisan, pasti sangat ( siapa ) tahu berguna bagi yang membaca.
    salut untuk ibu ini yang begitu produktif.

    Mas Iman,
    Tingkat produktivitas tulisan ada korelasi dengan kesempatan menulis. Kalau tulisan rada sering, artinya saya lagi nggak ke luar kota, dan hanya mengerjakan tugas dirumah. Kadang menjadi senewen sendiri kalau kebanyakan ngeblog, karena tugas nya jadi keteteran…seperti sariawan kemarin itu….hehehe

  9. Lha ini masih mending budhe, cuma berubah tema sama nambah tag, lha saya, sudah berubah tema, alamat e-mail, url, sampai nickname pun berubah

    Bodronoyo,
    Wahh ternyata mau pilih tema baru kok susah ya…anak-anakku bukannya membantu, malah ngeledekin.

  10. avatarnya juga 😀

    Bodronoyo,
    Saya udah berkutat lama, tetap aja nggak bisa…gambar udah diupload, dan udah ada tulisan sukses…kok ga muncul ya.
    Udahlah biar aja…lama-lama kok pusing sendiri…hehehe, dasar gaptek

  11. adipati kademangan

    Setiap tulisan pasti ada yang bisa diambil darinya
    ada yang disampaikan, dikomunikasikan kemudian diambil pelajarannya.

    Adipati Kademangan,
    Mudah2an memang sesuai niat awal….bisa sharing pengalaman bagi orang lain.

  12. Berbagi pengalaman kepada yang belum berpengalaman adalah sumbangan terhadap komunitas online yang dapat dirasakan jauh lama setelah ditulis. Ditunggu selalu tulisannya.

    Barry,
    Makasih….makasih.
    Saya juga sering baca tulisan Barry, hanya kemarin agak lama nggak mampir karena sibuk.

  13. Kita sepertinya sama, bu. Awalnya saya juga ingin membuat blog saya lebih berbau “psikologi”, tapi kemudian karena begitu banyak minat pada hal-hal lain, maka ide tentang blog spesifik sepertinya terlalu membatasi diri sendiri.

    Lebih enak memang jadi blog “gado-gado”. Apa saja bisa ditulis tanpa harus diikat pada profesi. Mau nulis tentang tetangga sebelah rumah yang lagi putus cinta tetap oke-oke aja…. 🙂

    Saya memang lebih menunggu tulisan bertema psikologi dari blog ibu. Mungkin supaya jadi pengingat bahwa saya masih berkutat di bidang itu, walaupun belakangan ini lebih sering lari ke filsafat dan antropologi.

    Pyrrho,
    Iya nih, jadi blog gado-gado…awalnya cuma blog seorang ibu, cerita tentang kenangan (biasa sih pengin meniru Nh Dini dengan serial kenangannya). Terus lama-lama kok kemana-mana. Tapi seru juga kok…kalau menulis berbau psikologi, yang datang Pyrhho,Gunawan Lee, Popsy…dan ibu Rayini PhD (cuma mbak ini maunya lewat email, padahal beliau ahli psikologi industri).

    Terus kalau keuangan, yang datang komentar Bahar (ihedge), dan teman-teman sesama orang keuangan. Kalau yang general jelas lebih banyak, dari teman anak, keponakan, temanku dan teman baru yang hanya kenal di dunia maya. Jadi, kenapa kita mesti membatasi diri…masalahnya mencari tema yang sesuai karakter tulisan ternyata susah ya.

    (maaf tanggapan telat, komentarnya nyangkut di mas Akismet)

  14. Wahhhh..
    “tip tentang keluarga muda, tip pernikahan, tip kapan sebaiknya memutuskan punya anak dsb nya”

    Wah3x.. ini topik favorit saya.. ^_^

    Saya tunggu ulasan-ulasan Ibu selanjutnya.
    Saya sendiri berencana menikah 2-3 tahun lagi soalnya.. dengan blogger pemula, dari kampus tetangga, angkatan 2007..
    😀

    Ade,
    Berarti udah serius…dan udah mau lulus, kok udah ada target ….hehehe…semoga langgeng.
    Tuh seniormu bandel banget, bukannya bantuin, malah ngeganggu.

    Saya ikut berdoa Ibu selalu dikaruniai rahmatNya dan diberikan panjang umur. Amin.

    PS: semakin terbukti kata2 “Om U know Who” salah…. bahwasanya blogger itu bukan penipu -_-

  15. Terkadang memang ide mengalir begitu saja tanpa kita sadari, bahkan ide yang dulunya belum terfikirkan kini bisa saja menjadi tiba2 muncul, dan nggak heran mungkin dalam blog kita akan banyak tag2 kategori baru.

    Penambahan kategori juga bisa digunakan untuk lebih banyak menarik pembaca karena semakin bervariasi topik kita secara teoritis tentu semakin banyak orang yang mempunyai interest berbeda akan datang dan membacanya.

    Tentang menulis serius juga saya rasakan memang agak berat bu. Saya sendiri sudah merasakannya, harus cari referensi di beberapa sumber kalau perlu. Dan celakanya tidak semua orang suka yang serius2. Saya sendiri blognya juga banyak dikritik terutama dari segi bahasa yang terkesan “kurang sepadan” untuk tulisan orang yang termasuk dewasa (dengan usia hampir kepala 4) seperti saya. Banyak yang mengatakan bahasa saya terlalu santai bahkan untuk menulis sesuatu yang serius dan juga ada yang mengatakan terkadang tulisan saya sedikit vulgar dan pedas dan sebagainya.

    Saya bukannya tidak sadar akan hal itu, sebaliknya saya berterimakasih kepada mereka2 yang sudah mengeritik saya seperti itu. Sebenarnya saya sangat bisa sekali menulis dengan lebih serius lagi terutama dari segi bahasanya, hanya saja saya sadar bahwa mungkin tidak semua orang senang yang serius2, dan saya juga percaya bahwa semua yang serius2 tidak harus dipresentasikan dengan cara yang sangat kaku, untuk itu saya berusaha memasukkan atau mencampurkan banyak hal yang mungkin dapat membangkitkan impuls di otak mereka sehingga mereka tertarik untuk membaca dan bahkan berkomentar di blog saya dan tidak merasa bosan. Walaupun tentu saja ada kemungkinan strategi yang saya terapkan itu tidak selalu sepenuhnya berhasil. Yah, namanya juga usaha…….

    Wah jadi kepanjangan ya bu ya, maaf deh hehehe…. 😀

    Kang Yari NK,
    Nggak apa-apa panjang, saya suka kok. Benar, menulis ringan banyak yang membaca, walau kalau dilihat dalam kelompok tulisan teratas, selain tulisan tentang wisata, pengunjung terbanyak pada masalah manajemen, bisnis dan keuangan. Yang komentar banyak memang pada tulisan general, tapi tulisan seperti ini hanya nyangkut sebentar pada kelompok tulisan teratas, kemudian hilang lagi. Jadi tulian saya biasanya saya selingi, antara yang ringan, general, dan “agak serius” sedikit. Komentar teman…”kok nggak mendalam sih?” Ini sulitnya….tapi saya menjadi belajar banyak dari komentar, baik pada komentar yang ditulis langsung, atau melalui email dan sms.

    Komentar yang sulit dijawab, mendorong kita belajar lagi, buka-buka buku lagi, mencari peraturan terbaru….hehehe…

  16. “Post power syndrome”
    “Pensiunan Kurang Kerjaan”
    “Stress-nya Seorang Ibu”

    hi hi hi hi….

    Sudah lah.. “Dari Dusun Ngrowo ke Ibukota” sudah cukup bagus kok. Atau “Dari Dusun Ngrowo Menjelajah Bumi”?

    Kunderemp,
    Hush…hush…anak nakal, bukannya malah membantu…

  17. Jadi judulnya yg mana? kok malah ga ada..yg tertinggal sub judulnya doang. katanya cuma mo nambah tema dan kategori aja?

    @ Kunderemp:

    hei anak tak tahu diri.
    tapi lucu jg ide lu 😀
    kkkkkkkk

    *ngabur

    Poppy,
    Ini juga ikut-ikutan….

  18. narpen

    wooo, ini tho bu… mana2 jadinya.. ko malah g ada??
    dari dusun ngrowo udah oke kok, ada 3 suara tuh jadinya..

    but its up to you mom..
    hehehe, lagi semangat beres2 ya (“,)

    @ kunderemp:
    buahahaha, puantesan ibu langsung nolak pas kmrn aku bilang “minta pendapat mas ari aja..”. TERNYATA..! 😀

    Narpen,
    Pektong memang bandel…..hehehe
    Mana dong idemu….kalau gangguin ibu, ntar ga dikasih coklat lho….

  19. ^_^

    Keluarga Ibu sangat akrab di dunia nyata dan di dunia maya..

    Ditunggu blognya Bapak (Suaminya Ibu)…

    Ade,
    Kedua anak tuh bandel-bandel banget…kesempatan untuk mengganggu ibu nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s