Oleh: edratna | Maret 18, 2009

Memahami karakteristik masing-masing segmen bisnis

Apabila sebelumnya saya pernah menulis di sini tentang bagaimana seorang AO harus memahami profil nasabah, kali ini saya ingin mengajak, melihat dari sisi yang lain, yaitu bagaimana apabila kita memahami karakteristik usaha yang didasarkan segmen bisnisnya, yang dilihat dari kriteria besaran usahanya, yaitu: segmen mikro, segmen ritel dan segmen menengah.

Karakteristik masing-masing jenis usaha didasarkan atas kriteria besaran usaha, dapat dilihat sebagai berikut:

1.Segmen Mikro
Ciri-ciri usaha yang bergerak di segmen mikro, antara lain sebagai berikut:
-Usaha dilakukan secara informal, tidak memiliki rencana bisnis yang formal
-Status legal sering kurang lengkap, bahkan tidak ada
-Dilakukan oleh kelompok, yang sebagian besar oleh kelompok perempuan miskin
Barrier to entry (hambatan untuk masuk bisnis ini) nyaris tidak ada
-Pertumbuhan usaha lambat
-Umumnya multi usaha
-Perputaran usaha relatif cepat
-Daya tahan terhadap perubahan lingkungan dan tekanan ekonomi cukup tinggi
-Pertumbuhan aset tidak meningkat secara signifikan

2.Segmen Ritel

-Pada umunya telah mempunyai ijin usaha dan legalitas formal terbatas
-Mempunyai administrasi keuangan yang mulai tertata, walaupun masih sederhana
-Dijalankan oleh keluarga (tenaga kerja berasal dari anggota keluarga ini, maupun saudara dekat), maupun oleh kelompok
Barrier to entry relatif nyaris tidak ada
-Sering berganti jenis usaha
-Sebagian besar bersifat multi usaha
-Perputaran usaha relatif cepat
-Pertumbuhan usaha tidak mudah meningkat secara signifikan

3.Segmen Menengah
-Skala usaha mulai besar
-Telah ada struktur organisasi dan delegasi wewenang untuk pengambilan keputusan
-Administrasi keuangan pada umumnya tertib dan mulai akurat
-Telah ada pembagian dalam manajemen, Direktur keuangan biasanya mendapat tanggung jawab dalam melakkukan kebijakan pembiayaan perusahaan

Pemahaman tentang karakteristik bisnis berdasar segmen besarannya, sangat penting bagi seorang AO (Account Officer) atau RM (Relationship Management), untuk menentukan ke arah mana portofolio bisnis yang ada dibawah tanggung jawabnya. Apabila seorang RM mencapai target bisnis yang dibiayai, dengan sebagian besar merupakan segmen menengah, ada plus minusnya. Pada saat kondisi ekonomi membaik, maka account yang dikelolanya akan memberikan keuntungan memadai. Tapi begitu kondisi ekonomi menurun, dampak atas penurunan ekonomi lebih berat terhadap usaha menengah dibanding usaha kecil, karena banyak sektor menengah yang tak mudah keluar dari industrinya. Misalkan industri tekstil, kalaupun ada masalah, pemilik usaha tak mudah menjual alat produksinya dan berganti usaha. Ini berbeda dengan ritel, yang sebagian besar masih bersifat multi usaha, namun usaha ritel tak meningkat secara signifikan dibanding usaha menengah pada saat ekonomi bagus.

Segmen manapun yang dipilih, paling tidak kita memahami keuntungan dan kerugiannya, serta dapat mengelola portofolio agar bisa mendapatkan profit yang memadai.

Iklan

Responses

  1. Bu, saya memang ndak tau soal ginian, tapi kalau boleh saya usul mbok Ibu nulis tentang Koperasi.

    Saya pernah dengar katanya ide koperasi yang digagas oleh Drs Muh Hatta itu bahkan bisa lebih bagus ketimbang M Yunus dengan microbank nya?

    Benarkah?

    DV,
    Saya mau aja menuliskannya, tapi saya belum belum pernah ditempatkan di bidang yang berhubungan dengan koperasi, atau program lainnya (seperti PKBL dll), sehingga tentu saja pendalamannya kurang.
    Sebetulnya, inti dari semua itu SDM nya…koperasi ada yang berhasil karena komitmen pimpinan koperasi serta karyawan yang mengelolanya, serta pemilihan anggota koperasi mana yang dapat diberikan pinjaman sesuai kelayakannya.

    Micro finance nya Moh Yunus beda dengan microfinance di Indonesia…Moh Yunus mengarahkan pada para kelompok miskin, berupa subsidi dengan jaminan kelompok, yang terdiri oleh para perempuan miskin.
    Sedang di Indonesia ada pembagian: a) yang masih betul2 poor, maka diberikan pinjaman bentuk subsidi, yang lebih terkonsentrasi pada pengentasan kemiskinan, b) namun mikro yang potensial…menekankan pada jangkauan luas kepada orang miskin yang memiliki kegiatan ekonomi (the economically active poor) baik kepada peminjam maupun penyimpan. … ini yang mendorong produktivitas tinggi…adalah yang kita kenal di Indonesia selama ini, dan diakui oleh dunia.
    Untuk memahami micro finance ini dapat dibaca disini, “Bagaimana microfinance dapat menggerakkan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah“.

  2. Segmen manapun yang dipilih, paling tidak kita memahami keuntungan dan kerugiannya, serta dapat mengelola portofolio agar bisa mendapatkan profit yang memadai.

    — setuju Bun, sama yang ini. Kebetulan adik saya lagi coba usaha yang dari penjelasan Bunda termasuk segmen mikro. Sudah lumayan berjalan, cuma kadang-kadang adik saya suka ngak sabaran karena keuntungan yang didapat kecil 😦

    IndahJuli,
    Mempunyai usaha ibaratnya seperti membesarkan anak, sekaligus belajar dengan berjalannya waktu. Dan kompetensi akan terasah dengan semakin banyaknya masalah yang dihadapi. Wajar kok, orang pengin berhasil dengan cepat, dan kadang mereka marah karena orang lain menilai kelayakan usahanya berbeda dengan keinginan mereka. Justru karena inilah, untuk usaha yang telah besar, ada lembaga penilai (appraisal), konsultan dsb nya.
    Menurutku, kenali usaha dengan benar, dan jangan melihat keberhasilan orang lain dalam waktu cepat, siapa tahu kecepatan berkembang disebabkan karena modal hutang yang besar, yang sangat berisiko dalam situasi ekonomi yang sedang menurun.

  3. Ya ya dengan ‘mengetahui; kita bisa secara jitu, maunya sih, memasang strategi. Perhitungan segmen itu menjadi dasarnya ya Bu ratna

    Ersis Warmansyah Abbas,
    Betul pak…jadi kita memahami, karena setiap segmen memang karakteristik nya beda.

  4. Kalau usaha jasa seperti consulting gitu, masuknya mana ya Bu?

    Mangkum,
    Setiap jenis usaha dibedakan dari segmen besarannya, jenis usahanya (profil bisnisnya). Saya pernah membahas tentang profil bisnis disini.
    Dan kebetulan saya baru selesai memposting tentang memahami laporan keuangan yang cntohnya adalah jasa konsultan disini
    Dari penjelasan tsb, jasa konsultan termasuk usaha jasa…nahh termasuk dimana, tergantung dari jasa konsultan tadi masih baru, kecil atau seperti apa…bisa dilihat, termasuk segmen ritel atau mikro. Jika jasa konsultan sudah sekelas E& Y, malah sudah masuk ke Corporate, dan kelas international.

  5. kalau untuk usaha warung kecil2an terus masuk ke segmen apa ya Bun?

    Upik,
    Bisa dihitung sendiri, kekayaannya termasuk yang mana…..jika masih warung kecil, kemungkinan pada segmen mikro, lihat saja ciri-cirinya

  6. ibu, kalau sebagai franchisee dengan modal dikisaran 50 juta termasuk apa ya? apa ada pinjaman bank untuk itu?-maaf ibu, pertanyaan saya mudah2an bisa dimengerti hehehe, maklum awam wam mengenai urusan perbankan-

    Ami,
    Cobalah baca lagi, dan lihat, usaha tsb bisa dikategorikan dimana…justru anda yang bisa mengkategorikan, bukan saya.
    Pinjaman Bank? Ada beberapa kriteria dari Bank, dan tentu usahanya memenuhi kriteria kelayakan, untuk ini Ami bisa berhubungan langgsung dengan Bank, sehingga bisa mendapatkan penjelsaan, tentu saja dengan membawa dokumen…saya tak mungkin menjawab dan menjelaskannya disini.

  7. wah,, jadi makin tertarik buat bikin usaha nih..

    mikro2 aja dah..

    makasih ya bu 😉

    Billy Koesoemadinata,
    Sama-sama….

  8. bisnis ritel kayaknya asyik ya bunda tapi ya itu kalau dijalankannya sama keluarga atau orang2 terdekat kadang suka hancur karena mereka gak profesional…

    Ria,
    Dalam bisnis, kita harus menjalankan secara profesional, jadi semestinya semua dijalankan sesuai aturan main. Jika tidak tega an, mendingan jangan berbisnis dengan teman atau saudara dekat.

  9. Biasanya jikalau usaha mulai tumbuh, pendelegasian dan keprofesionalan mulai tumbuh di usaha tersebut. Yang tadinya segala macam urusan bisa ditangani terpusat oleh seorang atau dua orang pemilik usaha, setelah usahanya berkembang, maka urusan menjadi kompleks dan pendelegasian wewenang yang semakin profesional menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi……

    Tetapi sekarang banyak juga bu, orang2 yang memulai bisnis, setelah bisnis tersebut berkembang baik malah dijual. Tujuannya memang untuk menjual bisnis tersebut pada saat ia sudah berada di puncak. Setelah bisnisnya dijual, ia mulai lagi dengan bisnis baru untuk kemudian jikalau sudah mapan akan dijual kembali. Begitulah siklusnya……..

    Yari NK,
    Ingat tentang “Leverage Buy Out‘? Yang memang berusaha mengakuisisi atau membeli perusahaan yang sedang menurun (hancur), memperbaiki, kemudian menjualnya kembali, tentunya dengan harga lebih tinggi. Di Indonesia hal-hal semacam ini juga sudah umum, walau tak terlalu dipublikasikan.

  10. Malam bu,,saya kebetulan sedang diklat di bRI untuk posisi AAO,,setahun awal ditargetkan OS yg hrs saya kucurkan sebesar min 15 M (debitur dgn pinjaman kisaran 500 jt-5 M),,krn sy mash awam,bgmn cara terbaik untuk mencari debitur3 yg potensial (dgn cr memahami karakteristik masing-masing segmen usaha)?..Kira2 usaha apa saja yg cocok untuk saya biayai?
    Terima kasih ya bu sebelumnya..

    Ikram,
    Jika anda sedang mengikuti pendidikan, tentu anda bisa bertanya pada instruktur nya.
    Atau..karena anda telah diterima masuk di perbankan, memang itulah tugas anda, seperti juga tugas saya dulu, saat masih aktif di perbankan.

  11. Saya setuju bu…memang harusnya begitu…
    Buk… kalo bisa tulis juga mengenai critical poin atau hal yang perlu diperhatikan untuk membiayai sektor ekonomi..mis; Rumah sakit.. apa yang harus di perhatikan dan diketahui..

    Trima kasih seblumnya…

    Sebetulnya kalau di pelatihan di bahas dengan detail….sebetulnya RS termasuk usaha jasa, akan selalu ada unsur investasi yang terus menerus

  12. Saya sangat tertarik dengan blog nya ibuk , di sela tidak ada ksbukan saya selalu baca blok ini , ibu saya mau nnya dong ..
    Yg ingin saya tanya bagaimna cara membangun komunitas usaha untuk ukm bu? Karena dari pngalaman saya banyak ukm yg tidak blum memiliki komunitas usaha .komunitas usaha ini tentunya mmpunyai manfaat yg sangat besar bagi ukm , serti stabilitas harga , saling support barang , perluasan pasar dan sebagainya. Dan ini juga memudahkan rm
    memudahkann rm dalam memasarkan kredit dan menambah wawasan rm trhadap usaha yg dibayai untuk memetigasi resiko default ..

    Trimakasih y buk dikasihnkesempatan untuk bertanya . Salaam nike olimpia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: