Oleh: edratna | April 29, 2017

Day 3-Badal Umroh

Sejak awal, keinginan saya pergi umroh adalah mengumrohkan ayahanda almarhum (populer di sebut Badal Umroh). Saya diskusi dengan pak RS, CEO Khalifah Tour, apakah memungkinkan apabila saya akan mengumrohkan ayahanda almarhum? Jawaban pak RS, ” Mengenai mengumrohkan bisa saja bu, walau sebagian ulama menganggap tidak ada dasar hukumnya.” Hari ketiga merupakan saat yang tepat untuk melakukan badal umroh, karena hari keempat sudah berangkat ke Madinah. Ternyata yang  ingin melakukan badal umroh banyak, 49 orang, jadi panitia menyewa satu bis besar. Rombongan umroh dari KT ini semuanya berjumlah 188 orang dari bayi 2 (dua) tahun sampai yang berumur 81 tahun.

Masjid Tanim

Dini hari jam 2.30 waktu Mekah, kami telah berkumpul di lobby hotel untuk bersama-sama melakukan thawaf sunnah yang dilanjutkan sengan sholat Tahajud. Setelah selesai sholat Subuh, saya kembali ke hotel, mandi dan bersiap untuk makan pagi. Bagi yang mau ikut badal umroh, harus siap di lobby jam 7.30 pagi, karena kami semua harus menuju perbatasan Mekah, untuk melakukan miqat, yaitu di masjid Tanim, yang bisa dicapai dengan kendaraan sekitar 30 menit.

Antri masuk masjid Tanim

Sampai di masjid Tanim, saya melakukan sholat Tahiyatul Masjid 2 (dua) rakaat dan sholat sunnah 2 (dua) rakaat.

Masjid Tanim, sebelum miqat.

Selanjutnya kami semua melakukan miqat dipimpin oleh Ustadz Dadan S. Kami kembali menuju Masjidil Haram,  sampai di Masjidil Haram cuaca mulai panas, ternyata memang 38 derajat Celsius.

Kemudian kami dibagi menjadi tiga rombongan, masing-masing rombongan dipimpin oleh Ustadz/Muthowif,  dan mulai melakukan Thawaf  7x putaran mengelilingi Kabah, selanjutnya diikuti dengan Sai. Wajah ayah dan ibu terbayang terus, semoga doa saya diijabah oleh Allah swt, dan Allah swt berkenan mengampuni dosa ayah dan ibu, serta memberikan tempat terbaik bagi kedua orangtua saya. Aamiin.

Setelah selesai Badal umroh.

Selesai Sai, kami melakukan tahalul, menggunting rambut. Lucu juga melihat bapak-bapak yang terlanjur gundul saat selesai umroh pertama, namun harus melakukan tahalul saat badal umroh. Sebagai syarat, gunting hanya ditempelkan di kepala yang telah plontos itu. Kami kemudian foto bersama, saat itu waktu sudah menunjukkan hampir jam 12.00 waktu Mekah. Kami segera berpencar untuk mencari tempat untuk sholat Duhur yang akan dimulai pukul 12.30 waktu Mekah. Setelah berputar-putar, kami para ibu-ibu akhirnya mendapatkan tempat untuk sholat Duhur di dekat pintu keluar Masjidil Haram. Setelah selesai kami menuju hotel untuk makan siang, dan istirahat sejenak sebelum kembali lagi ke masjid untuk menunaikan sholat Ashar.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: