A678: Ulang tahun Stripboos ke 50 di Villa Yosky Sindang Barang

Setelah beberapa kali panitia mengadakan pertemuan, diputuskan acara ulang tahun Stripboss (angkatan mapram Faperta IPB tahun 1969….udah tua yaaa), untuk menginap di Vila Yosky agar tidak terlalu jauh bagi teman-teman yang domisilinya di luar Bogor dan tidak macet. Stripboss singkatan dari…Study, rekreasi, pacaran..boss. (Boss merupakan panggilan ke rakawira dan rakawati saat itu). Acaranya 2 (dua) hari, tanggal 16 dan 17 Februari 2019, bagi teman-teman yang mau menginap disediakan di Wisma Yosky….gratis dong, karena ada sponsor dari beberapa rekan A6 Faperta IPB.

Jl. Prof Dr H. Andi Hakim Nasoetion

Saya janjian sama Ati serta Martha di Citos jam 9 pagi, syukurlah Tomo (adiknya Ati) bisa mengantar sampai Sindangbarang, Bogor. Rupanya jalan sangat lancar, jam 10 an kami sudah sampai ke Bogor, jadi kami mampir dulu sarapan  toge goreng, di samping kampus IPB Baranangsiang.

Penjualnya kali ini cewek,  terakhir ke sini penjual nya cowok, rupanya adik dari mbak yang jualan sekarang ini, adiknya sekarang mangkal dekat Rumah Sakit PMI Bogor. Sayang nggak ada krupuk, makan toge goreng tanpa krupuk rasanya ada yang kurang. Sambil menunggu pesanan, saya dengan Ati dan Martha mencoba ambil foto yang persis ada tulisannya Jl. Prof Dr H. Andi Hakim Nasoetion.

Selesai makan toge goreng, baru kami menuju Sindangbarang, Bogor. Syukurlah tak nyasar, letak Vila Yosky di belakang kompleks tentara Yonif 315. Melewati kompleks tentara ini, kami langsung belok kiri, di pojok jalan ada tanda A678 ditempel di kertas ungu …. terimakasih ya Didik yang telah bersusah payah menempelkan tanda, agar teman-temannya tidak nyasar. Kami mengikuti tanda A678 yang dipasang Didik, dan sampailah di Wisma Yosky. Di sini yang ada baru Didik, kami langsung melihat-lihat dan kemudian membagi kamar berdasar fasilitas tempat tidurnya. Ada 13 orang perempuan yang menginap di sini, sedang untuk bapak-bapak disediakan di cottage yang terpisah.

Nasi kuning ultah Stripboss A6  ke 50

Nasi Kuning yang telah dihias indah sudah siap, merupakan nasi kuning acara ulang tahun A678 Stripboss ke 50. Tadinya kami berpikir untuk pesan nasi kotak, tapi ide Didik lebih bagus, dan ternyata nasi kuning inipun terlalu banyak bagi kami.

 

Jika sudah berkumpul lupa usia

Makin bertambah usia, kami makan nya makin sedikit, apalagi cuaca panas, inginnya minum terus. Saya menikmati buah nangka yang dibawa Ati dari kebunnya, manis sekali rasanya.

Tak lama teman-teman dari Bogor berdatangan, dan kemudian … turun hujan deras sekali. Terpaksa acara memasang backdrop ditunda menunggu hujan reda.

Seolah berdiri  di depan Kampus BRI Baranangsiang

Backdrop yang idenya dari Tinoek sungguh indah, Tinoek membuat backdrop yang lebar dan tinggi, sehingga jika berfoto didepannya, seolah-olah kami berdiri di depan kampus IPB Baranangsiang.

 

 

Kembang api dan hujan mengiringi Alda membaca puisi, membuat terharu.

Sebetulnya kami ingin memasang api unggun, tapi Didik nggak setuju karena nanti mengganggu tetangga  sekitar, serta sayang rumputnya. Dan ternyata memang malam itu hujan deras, jadi kalau memasang api unggun beneran, akan repot dan kami yang sudah usia ini rentan masuk angin.

 

Alda membaca puisi, terpaksa dibantu Is dengan menyalakan lampu dari Hp

Api unggunnya di ganti menggunakan stick senter (dan ternyata para nini dan akung ini mesti diajari dulu oleh cucunya Gunawan (?) untuk menyalakan stick senter.

Alda mulai membaca puisi, dibantu Iswandi menyalakan lampu dari Hp… sungguh terharu mendengarnya.

 

 

 

 

 

Gregory membaca puisi “Baranangsiang” didampingi Alda

Selanjutnya Alda mendampingi Gregory membacakan sajak tentang “Baranangsiang”, diiringi nyala kembang api dan stick senter yang dipegang masing-masing anggota A678 ….. diiringi suara hujan … sungguh syahdu, seolah kami berada di kampus IPB Baranangsiang.

Acara Sabtu malam ini dilanjutkan dengan acara nostalgia, mengenang hal yang lucu-lucu di masa lalu. Apa yg dulu rasanya serem dan tertekan, setelah melewati itu semua menjadi lucu kalau diingat sekarang. Dosen Kimia Analit, alm pak Haryadi termasuk yang ditakuti oleh mahasiswa. Di tengah-tengah praktikum, pak Haryadi masuk ke ruangan, teman mahasiswi yg bahenol, yg seharusnya menggoyang tabung erlemeyer, bukannya menggoyang tabung, tapi bokongnya yg bergoyang. Kami yang melihat menahan tertawa tapi takut. Setelah pak Haryadi keluar ruangan, semua seisi ruangan baru bisa ketawa.

Ada lagi alm pak Tjahyono Samingan, dosen Taksonomi. Suatu ketika di Kebun Raya, beliau meminta salah satu mahasiswa merogoh tas kresek untuk mengambil salah satu spesies tanaman dan ditanya. Karena panik, mahasiswa ini nggak bisa menjawab, keluar keringat dingin. Dan karena yang diambil bukan rumput, dia menjawab, “Gnetum gnemon.” Dan sukses mengulang kuliah beliau…dan jika mengulang rata-rata tiga kali baru lulus. Acara Sabtu malam ini sungguh seru dengan banyak teman yang menceritakan kenangan manisnya selama kuliah di IPB Bogor. Termasuk bunda Rini, yang menceritakan pengalaman beliau saat menjadi mahasiswa. Bunda Rini ini masih angkatan Fakultas Pertanian IPB, namun ngefans berat sama angkatan A678, beliau hampir ikut di setiap acara yang diadakan A678. Juga mbak Kennieta Soetardjo, manager Kuntum farmfield, A3 (?) …  seneng ketemu teman-teman A678.

D, yang sekarang sudah Professor Doktor, menceritakan kenangannya saat ujian ulangan pak Tjahyono Samingan. Saat ujian ulangan, dia duduk di deretan kursi paling akhir, satu persatu dipanggil masuk ke ruangan pak Tjahyono untuk diwawancara kedalaman ilmunya tentang taksonomi. Dan masing-masing keluar ruangan dengan menangis. D  yang ingin ujian ulangan agar nilainya naik, karena kalau nilainya tambah satu poin saja, dia bisa lulus sangat memuaskan. Melihat tiga orang berturut-turut keluar ruangan dengan menangis, maka D akhirnya pelan-pelan keluar ruangan untuk ngabur. Berpuluh tahun kemudian, D sudah menjadi dosen di  IPB, saat menunggu bis IPB yang akan membawa para dosen ke kompleks IPB Dramaga, D ketemu pak Tjahyono dan cerita peristiwa tersebut. Pak Tjahyono tertawa terbahak-bahak dan mengaku, walau para mahasiswa keluar menangis, mereka yang ujian ulangan lulus semua dan nilainya ditambah satu sampai dua poin.

Dosen yang terkenal killer lainnya adalah bu Sri Haryadi, siapapun yang pernah dibimbing bu Sri, pasti sering menangis. Walau sebetulnya niat bu Sri baik, ingin mahasiswanya serius, dan baik sekali setelah para mahasiswa ini lulus wisuda. Dan lucunya, siapapun yang menangis, setelah keluar ruangan bu Sri, selalu mampir ruangan pak Watimena. Di sini pak Watimena memotivasi teman-teman ini untuk tetap semangat dalam berjuang sampai lulus.

Selesai acara, teman-teman banyak yang masih mengobrol sampai jam 12.00 malam. Saya langsung tiduran karena badan rasanya lelah, besoknya acara masih padat. Walau begitu, mendengar tertawanya teman-teman dari ruang makan, susah juga bisa tidur. Ingin rasanya bergabung, kalau nggak ingat badan sudah capek.

Uji kaki apa masih kuat diangkat.

Minggu pagi besoknya,  jam 5.45 wib,  kami berempat sudah siap memakai kaos seragam hijau daun yang cantik. Kami berniat jalan-jalan dulu sebelum acara senam sambil berfoto-foto. Lingkungan sekitar Vila Yosky ini indah dan udara masih bersih, enak buat jalan-jalan.

Foto sehabis senam pagi

Tak lama kemudian teman-teman lainnya dengan memakai kaos hijau Stripboss, mulai berdatangan untuk bersiap  senam pagi.

 

 

 

Selesai senam, foto duluu

Instruktur senamnya cantik, alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas, membuat kami semua semangat senam pagi yang dilanjutkan dengan tarian Maumere.

Kami makan pagi dengan nasi uduk,ditambah ada kiriman roti Johnson dari Nungki, juga Panada buatan Beti Hasi Hashim. Senangnya melihat Hadi Hashim  sehat, dengan Beti yang selalu ceria. Panada buatan Beti memang dikenal oleh teman-teman, dan rasanya enak sekali, dengan isi dagingnya yang lumer dimulut.

Foto dulu keburu panas, sayang belum semuanya hadir

Minggu siang ini acara puncak sekaligus launching buku A678. Senang sekali teman-teman bisa berkumpul sampai sekitar 60 orang. Banyak yang datang dari jauh, dari Malang, Surabaya, Garut, Lampung dll. Acara dimulai dengan doa, kemudian kami semua berdiri untuk menyanyikan lagu “Hymne IPB”.

 

Senangnya ketemu teman lama

Sebetulnya kami juga mengundang pencipta Hyme IPB ini, sayang beliau tak bisa hadir karena ada acara ke Surabaya. Sebelum acara lainnya, kami berfoto bersama dulu sebelum cuaca makin panas, di depan backdrop yang bergambar gedung IPB Kampus Baranangsiang. Rasanya terharu, berasa foto di depan Kampus IPB Baranangsiang.

Foto bersama para pendamping A678

Dipandu Alda dan Ati, serta Tinoek, acara demi acara berjalan lancar. Selanjutnya launching buku A678, Wartono mempresentasikan isi buku A678 Faperta IPB secara garis besar, ditayangkan melalui infocus, agar teman-teman bisa melihat seperti apa kira-kira jika bukunya sudah jadi.

 

Siapa bilang ini udah oma?

Sayang badanku mulai nggak kuat, mungkin masuk angin, suara serak ….  saya mendahului masuk kamar untuk tiduran dan tidak ikut acara selanjutnya.

Alhamdulillah Ati dan Tomo berbaik hati mengantarku sampai rumah. Saya langsung diantar si sulung ke RS Setia Mitra untuk berobat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s