Oleh: edratna | Mei 22, 2008

Apakah anda puas dengan pekerjaan yang ada sekarang?

Seringkah kita menanyakan pada diri sendiri, apakah sebetulnya kita telah cukup puas dengan pekerjaan dan karir yang telah kita capai sekarang? Dan dukungan apakah yang diperlukan agar dapat mencapai kinerja yang lebih baik? Apakah sebenarnya yang kita inginkan?

Apa yang diinginkan oleh seorang pekerja?
Pada umumnya, yang diinginkan oleh seorang pekerja, adalah:
a. Gaji bagus
b. Keamanan daam bekerja
c. Promosi terjamin
d. Kondisi/lingkungan kerja yang bagus
e. Pekerjaan menarik
f. Manajemen yang loyal
g. Disiplin yang tegas
h. Apresiasi yang cukup
i. Memperoleh bantuan jika mendapat masalah pribadi
j. Perasaan dilibatkan

Apakah yang anda rasakan dalam melakukan pekerjaan sekarang? Rewards apakah yang telah anda terima terkait dengan pekerjaan anda? Apakah reward yang anda peroleh mendorong anda untuk meningkatkan kinerja?

Ada perbedaan persepsi antara Manajer dan pekerja

Ternyata dari hasil survey yang pernah dilakukan pada salah satu perusahaan, terdapat persepsi yang berbeda antara manajer dan pekerja, sebagai berikut:

Tabel persepsi manajer dan pekerja

Kemungkinan hasil survei ini akan berbeda terhadap perusahaan berbeda, dan sebetulnya sangat menarik untuk mengetahui perbedaan persepsi tersebut.Tentu saja anda tak dapat mengharapkan orang lain untuk memahami anda, tanpa anda sendiri berusaha untuk mengembangkan diri anda. Dari data di atas terlihat tak ada satupun yang match antara persepsi pekerja dan persepsi manajer, padahal para manajer adalah sebetulnya juga seorang pekerja pada perusahaan yang sama, hanya berbeda posisinya. Hal ini pernah saya rasakan sendiri, saat hanya sebagai seorang pekerja, yang hanya bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri, maka hasil kerja saya hanya dipengaruhi oleh kualitas saya sendiri, namun hal ini berbeda pada saat saya telah menjadi seorang manajer, bahkan pada saat memimpin jabatan yang lebih tinggi. Komentar seorang teman.”Iya mbak, saat saya menjadi instruktur, saya bisa mendapatkan kinerja istimewa, namun begitu saya masuk jenjang struktural, membawahi anak buah, maka kinerja saya sangat ditentukan oleh gabungan dari kinerja bawahanku,” kata temanku. Inilah mestinya yang harus disadari oleh kita semua, bahwa sebetulnya antara atasan, dan bawahan harus bekerja sama…..karena target ditentukan oleh bagaimana kerjasama dari unit tersebut untuk mencapai sasaran yang telah di break down dari strategi bisnis perusahaan.

Bagaimana cara memotivasi diri sendiri?

Ada beberapa cara untuk memotivasi diri sendiri, antara lain:
– Kembangkan pekerjaan anda
– Cari cara yang dapat membantu anda mencapai target
– Minta feed back secara regular
– Apresiasi dan pujian tergantung apa yang kita kerjakan
– Tumbuhkan rasa saling memiliki dan sinergi dalam tim
– Aspirasikan keinginan anda
– Pengakuan kinerja tidak selalu harus dalam bentuk finansial
– Cari contoh yang baik untuk meningkatkan motivasi anda
– Libatkan diri anda dalam suatu pekerjaan yang meaningful
– Tunjukkan kepercayaan dan keterbukaan

Empower your self, bisa dilakukan dengan: a) Berpikir, b) Mengambil keputusan, c) dan Bertindak,yang berguna bagi diri sendiri dan organisasi. Sedangkan elemen dari empowerment, antara lain: a) Laksanakan tanggung jawab, b) Ciptakan kepercayaan, c) Terus belajar dan berlatih, d) Kembangkan dukungan

Untuk melaksanakan tanggung jawab, maka anda harus melakukan:
– Susun rencana dan jadual kerja
– Lakukan presentasi
– Tetapkan jadual liburan
– Tetapkan tahap dan langkah kerja
– Atur target

Untuk menciptakan kepercayaan, antara lain bisa dilakukan dengan:

  • Kredibel, konsisten, dapat diandalkan
  • Mau mengakui kesalahan
  • Terbuka dan mau mendengar
  • Mau berbagi informasi
  • Minta feed back

Mengembangkan dukungan dapat dilakukan, antara lain dengan: 1) Bertanya dan mendengar, 2) Berpikir menantang dan ide yang stretching, 3) Minta feed back yang membangun, 4) Capai tujuan yang stretching, 4) Lakukan konsultasi

Komitmen pada tujuan dan standar

Agar tujuan anda terarah, maka anda perlu menetapkan tujuan, standar pencapaian, serta langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan.

Manfaat goal setting
– Mengetahui apa yang diperlukan untuk mencapai goals
– Meningkatkan tanggung jawab dan rasa memiliki
– Cepat mendapat feed back
– Memberi kepuasan personal jika tercapai
– Lebih fokus sehingga meminimalisir penyimpangan target

Goals harus selaras dengan organisasi
Tujuan strategis——Rencana organisasi—–Tujuan Departemen——-Goal individu

Karakteristik goals yang efektif, antara lain:
– Terkait dengan prioritas organisasi
– Terkait dengan hasil, bukan kegiatan
– Dapat diukur dan spesifik
– Menantang tapi dapat dicapai
– Berdasar pengalaman dan kemampuan
Updated
– Terbatas pada hal penting

Sedangkan goals Pengembangan Diri Sendiri, adalah:
Tujuan yang fokus pada pengembangan ketrampilan untuk persiapan tugas dan kesempatan mendatang
– Proyek pelatihan
– Penugasan pengembangan ketrampilan dan kemampuan
– Kursus dari internal atau eksternal perusahaan
– Kegiatan di luar kerja yang membantu pengembangan
– Kegiatan belajar sendiri

Dari paparan di atas sudah sewajarnya para pekerja membuat rencana pengembangan diri, agar sesuai dengan tujuan perusahaan, dan pada akhirnya akan meningkatkan apresiasi pada diri sendiri. Bagaimana jika anda benar-benar tidak puas dan merasa tidak krasan? Jika anda masih bekerja di perusahaan tersebut, lupakan keluh kesah anda, dan mulailah kerja keras, karena keluhan anda akan menambah situasi menjadi makin tidak nyaman. Bila memang anda dapat diandalkan dan mempunyai kemampuan, serta tidak krasan, jalan terbaik adalah keluar dari perusahaan dan mulai bekerja ditempat lain, atau mulai berpikir untuk mulai berusaha sendiri.

Sumber data:

Disusun dari berbagai sumber, dan dari bahan pelatihan

Iklan

Responses

  1. Iya Bu, inilah seni management yang gampang-gampang susah;- menyamakan persepsi antara staff dan manager atau misalnya yang terjadi di salah satu posisi pekerjaan di kantor kami biarpun seorang staff tapi bisa jadi dalam pekerjaannya ia harus terus menerus mengkoordinasikan kontraktor, konsultan dari berbagai disiplin ilmu dalam satu project dari awal sampai akhir. Kesulitan ini terjadi ketika satu individu berhadapan dengan individu lain dengan latar belakang, cara pandang, dan kepentingan yang berbeda. Dalam project management bisa dikatakan teori peranannya sekitar 40% selebihnya adalah art-nya.

    Yoga,
    Memang sebagai pimpinan harus bisa memotivasi karyawan, karena sebenarnya karyawan ingin mendapat perhatian, dan perasaan dilibatkan, serta tak hanya dari besarnya gaji.

  2. Kalau menilai puas atau tidak….. tentu setiap pekerjaan, apapun posisinya dan di manapun ia bekerja tentu tidak akan ada yang 100% puas, pasti ada saja setiap kekurangannya.

    Kalau dia ( si karyawan ) tidak puas dengan lingkungan ia bekerja yang mengakibatkan menurunnya produktivitas atau bahkan nggak tahan (walaupun sudah dimotivasi sedemikian rupa) itu adalah hal yang wajar sebagai manusia karena tentu fitrahnya setiap manusia adalah berbeda, namun justru ini ujian sebenarnya bagi seorang karyawan (bahkan seorang manajer) apakah ia bisa bekerja di dalam kondisi tekanan ketidakpuasan ini, jikalau ia bisa melewatinya dengan baik maka ia patut diacungi jempol, kalau tidak mungkin ia hanya manusia rata2 yang sangat normal dalam menghadapi ketidakpuasan ini.
    Kalau buat saya pribadi, saya menganggap ketidakpuasan adalah sesuatu yang normal malah mungkin bisa dianggap sebagai sesuatu yang baik….. jikalau ada kesempatan untuk meminimalkan ketidakpuasan tersebut tentu saya akan mengambil kesempatan itu di tempat kerja yang lain misalnya. Kalau tidak ada, kita masih mempunyai misi lain yang lebih penting yaitu bagaimana membuat orang lain menjadi puas dengan pekerjaan kita, itu menurut saya lebih penting, karena puas tidaknya orang lain pada pekerjaan kita juga penting bagi promosi (baik langsung ataupun tidak langsung) diri kita sendiri…………

    Kang Yari NK,
    Tulisan di atas sebenarnya bahan pelatihan, dimana sering karyawan kurang puas, tapi tak dapat menilai kemampuan dirinya sendiri, apakah match apa tidak dengan kompetensi yang diminta perusahaan (karena kompetensi ini juga makin meningkat sejalan dengan meningkatnya persaingan). Ketidakpuasan adalah wajar, yang berbahaya adalah jika hanya mengeluh tanpa mau meningkatkan kemampuan, namun juga tetap berada dalam perusahaan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kinerja karyawan lainnya.

    Pelatihan diperlukan untuk memotivasi, agar mereka juga mau bersaing meningkatkan kompetensinya…karena untuk bisa meningkat mereka harus ikut job opening, dan lulus dalam test sesuai job yang akan dipegangnya.

  3. Kalau ditanya puas dan tidak, ya rasanya belum puas.

    Kita sih mau gaji gede, promosi terjamin, lingkungan kerja yang nyaman, pekerjaan yang menarik, ya semuanya.

    Terima kasih atas petunjuknya Bu.

    Ronny Siagian,
    Tinggal bertanya pada diri sendiri, betulkah kemampuan dan kinerjaku seperti gambaran hasil yang saya inginkan? Jika belum, skill apa lagi yang perlu ditambah, dan bagaimana caranya? Dan apakah perusahaan tempatku bekerja mampu memberi gaji seperti yang saya harapkan tsb?

  4. Wah, di pertanyaannya nggak ada tentang ‘flexibilitas waktu ya?’ 😀 saya soalnya ngerasa cocok kalau ada perusahaan yang tidak membatasi jam kerja, asal beres dan sesuai target… hehe

    Donny Reza,
    Pertanyaan di atas hanya salah satu contoh, dan tentunya isi kuestioner disesuaikan dengan bidang usahanya.

  5. saya baru merasa puas kalau pekerjaan saya mendapatkan apreasisi dan bila mungkin reward.. jujur karena saya bekerja juga mengharapkan gaji yang bagus 😀

    Totoks,
    Jika manajemen perusahaan transparan, maka pada saat RUPS, dan melebihi target, maka karyawan akan diberikan reward sesuai hasil kinerjanya. Gaji yang bagus, memang sangat tergantung dari kemampuan, skill, dan juga kemampuan perusahaan itu sendiri.

  6. di tangga kesuksesan
    banyak yang sudah mencapai puncak, ada yang masih di tengah, masih banyak yang ada di bawah
    dan lebih banyak lagi yang belum tahu ada tangga itu
    terima kasih Ibu sudah mau berbagi & menunjukkan tangga itu 😀

    Tomy,
    Umumnya saat awal bekerja, kita sudah selayaknya memperkirakan apakah kita akan berkarir selamanya pada perusahaan tsb, jika ya, apakah kita bisa mencapai puncak? Hal-hal seperti ini yang dulunya menjadi bahan pertimbangan saat memasuki dunia kerja. Namun persaingan ketat, membuat banyak para pekerja yang memasuki bidang kerja yang tak sesuai harapannya. Jadi, tetap harus punya strategi….

  7. dimana pun tempat saya bekerja, saya akan selalu untuk tidak merasa puas dengan hasil kerja saya. seperti kata pelukis terkenal *lupa namanya*
    “lukisan masterpiece saya akan saya hasilkan besok pagi*
    Dengan begitu saya akan selalu dan selalu memperbaiki diri dan cara – cara nya

    Adipati Kademangan,
    Memang sebaiknya begitu, harus punya visi jangka panjang. Apakah perusahaan dimana kita bergabung mampu memberikan harapan kita, ataukah kita hanya beberapa tahun saja gabung diperusahaan tsb, dan selanjutnya dapat meniti tangga di lain perusahaan yang lebih dapat diharapkan?

  8. welehweleh™….

    Bagaimana kalau ada reward lain, misalnya kepuasan batin, gitu? Bekerja tidak pada bidang yang diminati. Cukup bermasalah juga itu, Bu.

    (^_^)v

    Farijs van Java,
    Jika saya yang disuruh memilih, nomor satu adalah kepuasan batin, merasa dihargai, gaji tak harus tinggi namun cukup untuk hidup layak.

  9. Pekerjaanku adalah jalan hidupku….

    Apiqquantum,
    Kalau memang sudah merasa cocok, berarti memang merupakan jalan hidup…..

  10. Saya pernah jadi konsultan hrd di sebuah perusahaan penerbangan swasta. Pernah mengukur tingkat kepuasan kerja karyawan disana. Tapi saya mendapat kesan kalau masalah itu terkesan “ditutup-tutupi” oleh manajemen. Nggak tau apa alasannya. 😕

    Sebenarnya saya nggak terlalu suka mengukur tingkat kepuasan kerja hanya berdasarkan list tertulis yg diberikan pd karyawan dan kemudian diisi. Menurut saya lebih bagus kalau digunakan wawancara mendalam dan terfokus. Karena ada hal-hal sensitif yang tidak memungkinkan untuk ditulis menyangkut kata “kepuasan kerja”, dan lebih enak kalau diceritakan langsung pada “pihak ketiga” diluar manajemen perusahaan.

    Goldfriend,
    Kuestioner tadi tak bisa langsung dipercaya 100 persen, walaupun tanpa diberi nama, dan dikumpulkan dalam amplop tertutup.

    Namun tulisan saya di atas perlu untuk bahan pelatihan, karena banyak juga perkerja yang hanya mengeluh tanpa berbuat apa-apa. Prinsipnya, kita harus mengukur diri sendiri, terus apakah perusahaan mampu memenuhi keinginan kita…kalau tidak, berapa tahun kita gabung dengan perusahaan tsb, sebelum pindah ke tempat lain yang lebih memberikan harapan. Jika wawancara dilakukan oleh pihak ketiga, sering juga kepuasan mereka tak sesuai dengan hasil kinerjanya…karena karyawan yang baik, biasanya cenderung puas, dan kalau tak puas, maka dia segera hengkang dari perusahaan karena dia mempunyai kompetensi yang memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan lain.

  11. Selama ini, kalau tifak puas dengan pekerjaan saya tidak puas dengan suasana dan lingkungan kerja. Kalau sudah begitu saya akan keluar walaupun belum dapat pekerjaan baru.

    Mengenai karir saya tidak terlalu memikirkan karena sebenarnya saya lebih suka tidak bekerja daripada bekerja.

    Kang Kombor,
    Inilah yang tepat dilakukan oleh pekerja.
    Karena banyak pekerja yang mengeluh tak puas, kinerja jelek, namun cuma menuntut dan tak keluar dari perusahaan yang dikeluhkannya tadi…

  12. Bunda, saya tidak bisa comment karena belum kerja … 🙂

    Rindu,
    Gpp…nanti juga akan tahu dengan sendirinya jika telah bekerja.

  13. Ditempat kerja yg sebelumnya saya merasa tdk krasan, akhirnya saya memilih keluar.

    Saya kira itu keputusan terbaik,tp ternyata di tempat yg baru saya merasa ga krasan juga.

    Ternyata stlh di pikir-pikir mslh sbenernya adalah di SAYA.
    Yup…it’s me 😀

    Terima kasih atas nasehatnya Ibu 😀

    Maliki
    ,
    Ada banyak orang yang suka berganti pekerjaan, jika gantinya terencana sih tak masalah. Berganti pekerjaan karena mendapat posisi yang lebih menarik, gaji lebih tinggi, atau ada banyak hal lain yang layak dilakukan. Situasi kerja sering tak mendukung, namun bagaimana agar kita bisa menikmati situasi lingkungan, dan mulai mengajak teman-teman untuk memperbaiki situasi. Hal ini yang saya lakukan, kita harus bisa mengubah ke arah yang lebih baik, dan tahu persisi apa kemampuan kita, dan jika kita ingin seperti orang lain, apakah kompetensi kita memenuhi, apalagi yang harus kita pelajari dst nya.

  14. Terkadang saya melihat beberapa karyawan sekarang lebih mementingkan “Take” dibanding “Give” artinya si karyawan lebih mementingkan haknya terlebih dahulu dibandingkan menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar
    Tapi tidak jarang juga saya melihata beberapa perusahaan yang tidak “menghargai” hasil kerja karyawannya, sehinggal menimbulkan kualitas pekerjaan yang menurun dan terjadilah beberapa kejadian buruk beruntun lainnya
    memang seimbang itu menyenangkan….

    great post bu…

    Reza,
    Memang harus dipahami oleh kedua belah pihak. Jika perusahaan dan karyawan bisa bekerja sama dengan baik, saling memahami, maka hasilnya akan baik.

  15. Itulah masalahnya. Kalau bisa memilih.

    (^_^)v

    Farijs van Java,
    Kita sebenarnya bisa memilih, tapi tentu disesuaikan dengan kompetensi kita.
    Dan jika merasa tak cocok, tapi belum bisa keluar, tentu tetap harus bekerja dengan benar, karena bekerja itu ibadah….dan jangan merugikan perusahaan, karena kasihan orang lain yang serius bekerja di perusahaan itu, untuk membiayai keluarganya.

  16. Semua strata pekerjaan adalah baik bagi yang melaksanakan dengan iklas. Klau gak cocok daripada tersiksa, stres dll, spt kata mas arif, ya keluar saja karena konsisten, jadi wirausahawan atau cari pek.yang cocok. Kita semua pekerja harus berjiwa enterpreuner yang tinggi. Klau saya bekerja, pertama kali harus jatuh cinta pada pekerjaan/tugas saya. Klau sdh jatuh cinta gak ada pekerjaan terasa berat, sulit dll. bahkan terasa ringan, mudah dan inovasi & prestasi muncul dengan sendirinya. (prestasi atasan yang menilai dan melihat). Kuncinya di DUIT = Doa, Usaha, Iman dan Taqwa.

    Sosro,
    Saya menulis ini karena banyak pertanyaan, yang mengeluh tidak cocok dengan perusahaan yang ada, gaji kecil dsb nya….tapi tak keluar. Jadi cuma mengeluh, ini kan konyol sekali, terbayang bagaimana perasaan kita pada karyawan lain yang bekerja keras dan sangat tergantung kehidupannya pada perusahaan tsb, tapi ada orang yang cuma mengeluh tapi nggak keluar.

    Sebetulnya yang penting berani introspeksi pada diri sendiri, kalau merasa mampu, kenapa tak wirausaha atau cari kerjaan lain? Hmm…saya sependapat dengan komentarmu.

  17. Bu Eny, sudah lama sekali saya tak sempet membuka tulisan Ibu, ternyata…… saya sudah tertinggal jauh sekali.

    Tulisan ini sangat menarik buat saya bu.
    Saya setuju bu goal setting perlu dibuat untuk mengukur kinerja dalam periode waktu tertentu.

    Namun pelaksanaan tidak mudah ya bu, perlu ada komitmen dari semua pihak terutama pimpinan.

    Tini,
    Untuk pelaksanaan harus ada komitmen dari semua pihak yang terlibat, terutama top management.

  18. sudah kan ibu juga seperti yang di paparkan di atas?

    satya sembiring
    ,
    Sebetulnya bekerja dimanapun, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Saya sendiri puas bergabung di perusahaan, sampai pensiun setelah 27 tahun lebih bekerja. Dan ilmu yang saya peroleh selama bekerja, sangat bermanfaat sampai sekarang…

  19. kalau ditanya puas atau belum saya jawab dengan tegas dan lantang BELUM……

    sesuai dari petunjuk dari ibu tersebut sebagian besar sudah saya implementasikan.

    tapi memang dalam setiap organisasi atau perusahaan mempunyai budaya dan top manager yang punya karakteristik tertentu.

    apalagi saya di lingkungan organisasi publik yang Goals nya bukan profit semata.

  20. Tips yang sangat komplet hanya tinggal implementasi nya aja. Klo ditanya puas atau tidak puas dengan pekerjaan sekarang itu relatif tergantung dari parameter kepuasan itu sendiri.

    pada awalnya saya juga kurang puas dengan pekerjaan saya tapi lama kelamaan saya kerasan dan sudah bekerja 13 tahun di perushaan saya sekarang.
    Menurut saya yang terpenting adalah apa motivasi kita bekerja.

    Wilbersitu
    ,
    Yang penting tidak mengeluh, karena ada karyawan yang hobi mengeluh, kinerjanya buruk tapi nggak keluar-keluar.
    Sebetulnya banyak tujuan orang bekerja dan menyenangi bidang pekerjaannya, apa karena lingkungan kerjanya yang bagus (walau mungkin gaji sedang2 aja)….atau gaji tinggi, walau kerjanya dari pagi sampai malam.
    Memang betul, tergantung dari motivasi, bekerja untuk apa.

  21. ibu yg baik.
    saya pns bekerja di rsu pemerintah, sebenarnya saya cukup puas bekerja di sana, ibu tahu sendiri lingkungan kerja organisasi pemerintah dimana “yang kerja benar atau ga bener” sama digaji sama dapat insentif. jadi kadang2 suka muncul juga ngapin kerja bener toh pendapatan sama aja ama yg ga bener, walaupun sy sadar sebenarnya hal sperti itu ngga boleh saya pelihara. apalagi lingkungna kerja yang kurang bagus, pegawai banyak mengeluhnya dan lebih banyak menuntutnya… (saya jadi kawatir takut ketularan) bagaimana bu tips nya menghindari hal seperti itu dan tips menjaga motivasi saya.
    terima kasih ibu yg baik…

  22. Bu’, banyak manfaat dari tulisan ibu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: