Mendengarkan kulter di Serrum

Hari Selasa siang Yoga sms, menanyakan posisi saya, apakah sedang di Jakarta, karena mau diajak ketemuan dengan Bangaip. Tapi saat itu saya menghadiri meeting seharian, sedang Yoga juga ada meeting sampai malam di kantor. Jadi, kami ber sms untuk mencari waktu yang tepat. Kedatangan Bangaip ke Indonesia sebetulnya sudah saya ketahui sejak lama, dan sebetulnya saya berharap dapat menghadiri pernikahan adiknya. Sayang, waktu tak bersahabat dengan saya, karena hari itu ada acara dengan keluarga yang telah direncanakan sejak akhir Desember 2009 dan berkaitan dengan keluarga lain, sehingga  sulit untuk membatalkannya.  Pada hari Kamis, Yoga sms, menanyakan bagaimana kalau kami berdua datang ke Serrum, sekaligus mendengarkan Bangaip memberikan kulter.

Saya sudah lama mendengar tentang SERRUM ini, cuma belum pernah datang ke sana. SERRUM adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam lingkup sosial-pendidikan melalui medium seni rupa. Berdiri pada 17 Oktober 2004, gabungan dari beberapa pecahan komunitas perupa yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Dengan misi memajukan program kegiatan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Nama ‘Serrum’ tercipta dari asal kata ’share room’ yang dapat diartikan sebagai ‘Ruang Berbagi’. Fokus Serrum adalah membangun sebuah pola pendidikan alternatif, pendidikan melalui Seni.

Kulter atau perpanjangan dari kata kuliah terbang, dimaksudkan karena pembicaranya berasal dari mana-mana, termasuk dari luar negeri, sehingga seolah-olah terbang dari mana-mana (bener nggak pemahaman saya Bangaip?). Malam itu acara kulter direncanakan antara jam 19-00 s/d 21.00 wib. Sebetulnya lokasi Serrum sangat mudah dijangkau dari jalan Pramuka, dari arah Rawamangun, belok ke kiri menyusuri rel kereta api, kemudian belok kiri lagi. Namun, karena saya tanya pada Bangaip, yang telah puluhan tahun hidup di Belanda,  tentu saja nggak hafal Jakarta (bukankah Jakarta sendiri mudah berubah?), maka saya dan Yoga sempat nyasar. Sore itu saya janjian dengan Yoga ketemu di Sarinah…ternyata Yoga kena macet di Jl. Rasuna Said, sehingga kami janjian lagi untuk ketemu di Batik Keris, Menteng. Jakarta di senja hari menjelang malam,  apalagi hujan, sudah dipastikan macet kemana-mana. Kami hanya berharap masih tak ketinggalan materi kuliahnya Bangaip.

Syukurlah akhirnya taksi kami bisa menemukan Serrum, dengan ciri khas lampu kelap-kelip di depannya. Kami memasuki ruangan, dan  melihat Bangaip sedang menjelaskan tentang marketing. Bangaip memberikan contoh bagaimana suatu produk baru mencoba memasuki pasar, bagaimana caranya, apa saja yang harus diperhatikan. Kuliah Bangaip yang jelas, dengan peragaan yang menarik, banyak mengundang senyum dan tawa. Apalagi contohnya adalah pasar bra di Eropa lengkap dengan contohnya. Setelah Bangaip, kulker dilanjutkan oleh mas Mbel. Mas Mbel menjelaskan bagaimana beliau memadukan menulis di blog dengan pekerjaan. Berkat tulisan di blog, mas Mbel banyak sekali memperoleh tawaran untuk test pasar berbagai barang elektronik. Bagaimana agar blog kita menarik para produsen, dan meyakinkan pihak lain, bahwa kita mempunyai ilmu yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Dari diskusi, kita memahami bahwa untuk suatu produk baru kita harus bisa mengetahui arah pasar mana yang dituju, seperti apa karakteristik segmen yang dituju itu. Bila pasar yang dituju adalah anak muda, maka kita harus memahami selera anak muda, yang suka perubahan, tak menetap pada selera tertentu dan sebagainya.

Ruang Serrum dipenuhi anak-anak muda yang bergairah dan berkeinginan kuat untuk memulai wirausaha, anak-anak muda yang tak hanya ingin bekerja di perusahaan, namun bagaimana menciptakan pekerjaan dan memberikan peluang penyerapan tenaga kerja. Sungguh pengalaman yang sangat menarik, dan saya senang bisa bergabung di sana. Sayang waktu juga yang akhirnya membatasi pertemuan ini, apalagi besok saya mesti bepergian ke kota lain. Dan sebelum berpisah, Bangaip memberikan saya hadiah, wahh…betul-betul surprise.

Teh Ceko, oleh-oleh dari Bangaip

Dan hadiahnya adalah sekotak teh Ceko…..dengan rasa anggur. Terimakasih Bangaip, terimakasih atas sharingnya…. jika ada umur panjang, pas Bangaip mudik lagi ke Indonesia, mungkin saya bisa ikutan sharing……nanti materinya japri aja ya.

13 pemikiran pada “Mendengarkan kulter di Serrum

  1. kalo kuliah terbang kenapa singkatannya kulker ya? kenapa bukan kulter? hehe

    Arman..yang benar memang kulter….maaf…..
    Maklum mata tua, rasanya udah betul…hehehe

  2. Anak-anak muda yang sungguh bergairah untuk berwirausaha mesti harus direspon positif oleh pemerintah, ya, Bu.

    Pemerintah seharusnya mendorong dan memberi kemudahan-kemudahan dari aspek apa pun saja yang terkait dengan berwirausaha sehingga di negeri ini tidak terus bergulir pengangguran yang dari tahun ke tahun semakin banyak.

    Pemuda aset bangsa yang mengendalikan masa depan.

    Kenapa mesti pemerintah mas? Kuncinya adalah semangat, kerja keras, dengan modal kecil, memahami betul bisnisnya….
    Karena jika subsidi,sering menjadi menggantungkan harapan terlalu besar..padahal usaha yang berhasil adalah jika dikelola dan dipahami dengan betul sampai ke dudut2nya…kegagalan adalag guru utama, oleh karena itu dengan modal kecil dulu


  3. Wah Pelatihan yg cocok buat wirausahawan dan usaha mikro..
    Pengen ikut..
    ..

    Yup betul……
    Dan saya terharu melihat upaya bangaip dan kawan-kawan

  4. baru pernah dengar tentang SERRUM ini bu, terima kasih ya,

    Sejak kenal Bangaip saya sudah mendengar ini, cuma baru sempat ke sana minggu lalu

  5. Abu Ghalib

    dengan tidak mengurangi rasa hormat
    saya mohon pamit untuk waktu yang belum pasti
    terimakasih sudah mau berbagi selama ini

    semoga kelak kita berjumpa lagi
    salam sukses selalu

    Mau kemana?
    Semoga suatu ketika bisa saling mengunjungi lagi

  6. Memang betul, ketika lapangan kerja susah…. apalagi kualitas lulusan yang beranekaragam di negeri kita ini, belum lagi banyak post-post di negeri ini yang mulai terancam dengan mereka yang “ekspatriat” membuat wirausaha menjadi pilihan yang sangat tepat…..

    Namun begitu mudah2an ada dukungan modal usaha untuk mereka dari tahap awal, walaupun wirausaha memang urusannya bukan hanya modal saja, namun tentu modal awal juga sesuatu yang tidak bisa diabaikan…

    Sebetulnya kuncinya justru semangat dan kerja keras ini kang Yari…..

  7. wah wah makin hebat muda mudi kita ya bu..membagikan dan mengajarkan semangat kewirausahaan emang sangat baik sekali. Seandainya saya disana, mungkin gak perlu pindah2 perusahaan dan negara untuk mencari makan.

    Lha nanti kalau kang Boyin pulkam, bisa bagi ilmunya disana…pasti teman2 di Serrum akan senang sekali

  8. wah ibu sudah dua kali ketemu bangaip:)
    senangnya bu..

    Iya, ketemu bangaip tak mudah, dia berkeliling Eropa terus, bahkan dunia….hehehe
    Ilmu nya banyak, orangnya rendah hati…menyenangkan mengobrol dengannya

  9. wah, sepertinya Serrum tempat yang menyenangkan ya. acara seperti itu rutin ya bu? btw, jiwa dan ilmu kewirausahaan memang harus disebarluaskan. kalau banyak orang berjiwa wirausaha, ekonomi kita jadi lebih maju barangkali ya bu? (eh, ini omongan saya yg sok tahu saja lo… hehe)

    Kayaknya rutin, karena di depan ada cafe nya untuk kumpul-kumpul…juga ada web site nya.
    Mereka semua anak muda, berusaha mandiri….menyenangkan mengenal mereka semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s